Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Eksistensinya Makin Menurun, Pemprov Jabar Populerkan Kembali Seni Kasidah
    istimewa/humas pemprov jabar Wagub Uu saat membuka Festival Seni Qasidah

    Eksistensinya Makin Menurun, Pemprov Jabar Populerkan Kembali Seni Kasidah

    • Senin, 11 November 2019 | 18:45:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, Pemprov Jabar berupaya membangkitkan kembali seni kasidah, kesusastraan Arab yang biasanya dilagukan, karena eksistensinya dinilai semakin menurun.

     

    Menurut Uu, seni kasidah kini sudah tergeser oleh kesenian modern seperti electone atau dangdut. Apalagi, kata Uu, Jabar adalah provinsi religius sehingga sudah sepatutnya mengembangkan seni budaya Islam seperti kasidah.

     

    "Dulu kalau di kampung-kampung, setiap ada hajatan pasti ada kasidah atau di acara tabligh akbar selalu diawali kasidah. Tapi hari ini, kasidah sudah tergeser oleh electone dangdut dan kesenian lain," kata Uu seusai membuka Festival Seni Qasidah Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2019 di Kampus UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, Jalan AH Nasution Kota Bandung, Senin (11/11/2019).

     

    Untuk membangkitkan kembali seni kasidah, pihaknya sudah berdiskusi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) terkait penyusunan rencana aksi seperti menggelar festival-festival kasidah setiap bulannya di berbagai kabupaten/kota di Jabar.

     

    "Kami sudah bicara dengan Kepala Disparbud Bapak Dedi Taufik, bagaimana caranya agar kita bisa membangkitkan seni kasidah di Jabar dan harus kembali populer," kata Uu.

     

    Melalui Festival Seni Qasidah Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2019, Uu pun berharap kasidah di provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia ini semakin berkembang dan muncul grup kasidah baru yang disukai masyarakat.

     

    "Dulu, grup kasidah terkenal yaitu Nasida Ria dari Semarang, (dari) Tasikmalaya pun ada yaitu Almanar dan banyak lagi. Kenapa tidak, dari grup kasidah yang sekarang ikut festival ini lahir grup kasidah andal, populer, dan disukai masyarakat?" ujarnya.

     

    Ketua Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Jawa Barat Eni Sumarni selaku penyelenggara Festival Seni Qasidah Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2019, menungkapkan, festival tersebut tak hanya menjadi ajang silaturahmi antara penggemar kasidah tetapi juga bahan evaluasi untuk mengukur sejauh mana kemampuan grup kasidah di Jabar. "Ini juga ada unsur hiburannya," kata Eni.

     

    Festival Seni Qasidah Tingkat Provinsi Jabar kali ini diikuti peserta dari 27 kabupaten/kota se-Jabar yang saling beradu alunan lagu dari 11 hingga 13 November 2019. Eni menambahkan, pemenang pada festival kasidah paling bergengsi se-Jabar ini akan dilombakan kembali untuk mengikuti festival seni kasidah tingkat nasional di Kota Ambon, Provinsi Maluku, masih di tahun yang sama. "Festival ini juga jadi ajang seleksi untuk ikut di tingkat nasional," pungkas Eni. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Renovasi Ruang Pribadi Anda, Mau Pakai Parket Atau Vinyl?
    Anggrek Merpati, Bunga Bandel dan Tahan Banting. Mudah Merawatnya
    Asupan Vitamin K pada Bayam dan Telor akan Bantu Lawan Covid-19
    Gebrakan New Normal, Pos Indonesa Luncurkan Apps Videoconfrence dengan Kilobyte Rendah
    Iwan Fals: Badan Boleh Hancur, Tapi Jiwa Semangat Pikiran dan Mental Tidak!
    Berita Terdahulu

    Editorial