web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Revitalisasi Pantai Pangandaran Tahap I Ditargetkan Selesai Akhir 2019 Ini
    Istimewa Disain baru Pantai Pangandaran

    Revitalisasi Pantai Pangandaran Tahap I Ditargetkan Selesai Akhir 2019 Ini

    • Sabtu, 26 Oktober 2019 | 18:06:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Revitalisasi Pantai Barat dan Timur Pangandaran mengusung semangat kolaborasi. Sejumlah pihak, mulai dari Pemprov Jabar, Pemkab Pangandaran, sampai asosiasi profesi, terlibat dalam peremajaan tersebut.

    Menurut pendesain revitalisasi Pantai Barat dan Timur Pangandaran Dian Heri Sofyan, semangat kolaborasi sudah tampak manakala Pemkab Pangandaran merelokasi 1.300 Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang bibir pantai.

    Relokasi tersebut, kata Dian, berjalan dengan lancar. Selain karena Pemkab Pangandaran menyediakan pasar di daerah pantai, para PKL pun ingin Pantai Barat dan Timur Pangandaran menjadi indah dan jumlah wisatawan pun meningkat.

    “Proses revitalisasi yang sifatnya kolaboratif. Kolaboratif antara Pemdaprov Jabar dan Pemkab Pangandaran. Saya bersyukur menjadi bagian dari kolaborasi ini,” kata Dian dalam West Java Future Design di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Sabtu (26/10/2019).

    “Pangandaran sebelumnya sudah memiliki desain Pangandaran, tapi kemudian dalam prosesnya minta dilakukan review. Saya dan tim mendapatkan amanah untuk mereview dan mendesain Pantai Barat dan Timur Pangandaran,” imbuhnya.

    Dengan kolaborasi, Dian optimistis revitalisasi Pantai Barat dan Timur Pangandaran Tahap I dapat terakselerasi dan selesai pada akhir tahun. “Saya yakin revitalisasi ini akan selesai sesuai dengan jadwal. Karena semua pihak memberikan atensi pada revitalisasi pantai Pangandaran,” katanya.

    Sekretaris II Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jabar Jusuf Andhika Pandu menyatakan hal serupa. Menurut dia, keterlibatan sejumlah pihak tidak hanya dapat mengakselerasi revitalisasi Pantai Baran dan Timur Pangandaran, tetapi juga menambah nilai manfaat bagi masyarakat.

    “Setiap desain untuk revitalisasi pasti akan dipilih yang terbaik. Tapi, ketika semua pihak terlibat, seperti asosiasi profesi, akan membuat revitalisasi bermanfaat bagi masyarakat,” kata Pandu.

    Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Jabar Hermansyah menyatakan, Pemrov Jabar di bawah kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil dan wakilnya, Uu Ruzhanul Ulum menerapkan Birokrasi Dinamis atau Dynamic Governance. Sehingga, semua pihak dapat ikut serta dalam pembangunan daerah.

    “Visi Pemprov Jabar saat ini adalah Jabar Juara Lahir Batin dengan inovasi dan kolaborasi. Kolaborasi diterapkan tentu saja untuk mempercepat semua pembangunan. Tidak hanya revitalisasi Pantai Barat dan Timur Pangandaran, tetapi juga pembangunan lainnya,” katanya.

    Semangat Kolaborasi dalam Revitalisasi Pantai Pangandaran

    Rupa Baru Pantai Barat dan Timur Pangandaran
    Pantai Barat dan Timur Pangandaran akan direvitalisasi menjadi destinasi wisata yang menarik. Hal itu dilakukan sebagai upaya mewujudkan Kabupaten Pangandaran sebagai Kabupaten Wisata di Jabar.

    Revitalisasi dimulai dengan relokasi sekira 1.300 Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang bibir Pantai Pangandaran. Pemkab Pangandaran pun menyediakan 4 pasar untuk para PKL.

    Desain wajah baru Pantai Barat dan Timur Pangandaran sendiri akan memiliki jalur pedestrian yang lebih lebar dan nyaman, shower di tepi pantai, ikon baru, tower penjaga pantai guna meningkatkan keamanan, serta perbaikan drainase.

    Sesuai kesepakatan Pemprov Jabar dan Pemkab Pangandaran, penataan Pantai Barat dan Timur Pangandaran bertujuan untuk memberikan ruang terbuka publik kepada wisatawan dan masyarakat sekitar sekaligus memudahkan akses menuju pantai.

    “Tujuan utamanya membuat pengunjung nyaman, dan pantainya bersih. Akan ada juga penambahan fasilitas,” kata Dian Heri Sofyan.

    “Misal, pengunjung setelah bermain pasir dan renang tentu ingin membersihkan badan, akan disediakan shower. Terus toilet diperbanyak. Nanti ada gazebo dan perbaikan drainase. Di pantai Timur ada penambahan ikon baru. Bentuknya seperti perahu,” imbuhnya.

    Menurut Dian, aspek keselamatan dan keamanan pun tidak luput dari perhatian. Rencananya, pada tahap I, akan dibangun tower penjaga pantai. Dengan begitu, kata dia, pengunjung yang berenang atau bermain di sepanjang pantai akan lebih kerasan.

    “Tidak hanya penataan di daratnya, tapi juga di lautnya. Sesuai arahan dari Pemdaprov Jabar, kami akan membuat Break Water tahap I yang sedang dibangun,” ucapnya.

    Adapun studi literatur revitalisasi Pantai Barat dan Timur Pangandaran merujuk kepada pantai-pantai yang berada di Hawaii. Meski begitu, Dian menyatakan bahwa revitalisasi tidak akan menghilangkan budaya maupun ciri khas dari Pangandaran itu sendiri.

    Ambil contoh, kegiatan nelayan eret atau nelayan yang menangkap ikan dengan cara menarik jaring di bibir pantai pun akan difasilitasi. Apalagi, banyak wisatawan yang tertarik dengan kegiatan tersebut.

    “Nelayan itu kondisi aktual di sana. Bagi sebagian orang, itu hal yang menarik. Lebih menarik itu anak pengunjung diperkenalkan dengan kegiatan itu. Bagi nelayan itu adalah kegiatan sehari-hari. Itu bagian dari budaya yang akan dipertahankan,” katanya.

    “Saya selalu mengatakan kepada semua pihak bahwa Pangadaran harus jadi Pangandaran. Harus menampilkan sisi baik dari Pangandaran,” ucap Dian mengakhiri.

    Revitalisasi tahap I sendiri akan selesai pada akhir tahun. Sehingga, awal tahun 2020, Pantai Barat dan Timur Pangandaran akan semakin menarik dan menjadi primadona destinasi wisata di Tanah Pasundan. ***

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Dinkes Jabar Minta Masyarakat Waspada Antraks
    Potensi 286 T, Pemerintah Diminta Optimalkan Zakat
    Pemprov Jabar Tengah Kembangkan Aplikasi Layanan Kesehatan
    PZU Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Zakat
    Hawatir Terlantar, Dinsos Jabar Sediakan Rumah Singgah Tampung Eks BRSPDSN Wyata Guna

    Editorial