web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Tim Kesenian Rongga Budaya Dusun Bambu Memukau di ‘Festival Lembah Ijen’

    Tim Kesenian Rongga Budaya Dusun Bambu Memukau di ‘Festival Lembah Ijen’

    • Jumat, 25 Oktober 2019 | 08:43:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung  - Tim kesenian Rongga Budaya Ekowisata Dusun Bambu Kabupaten Bandung Barat mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari penonton saat unjuk kebolehan pada gelaran Festival Lembah Ijen, yang diadakan di Banyuwangi, Jawa Timur 12-13 Oktober lalu.

    Tampil sebagai undangan, tim yang beranggotakan lima personel  yakni Bah Wawan, Boay, Kentung, Erik, dan Bogang, menjadi satu-satunya pengisi acara yang mewakili Jawa Barat, yang secara utuh memainkan musik dari alat-alat berbahan bambu.

    "Bisa tampil sebagai undangan di Festival Lembah Ijen, Banyuwangi, adalah pengalaman berharga. Apalagi yang membuat senang adalah sambutan dari penonton yang sangat antusias," kata Bah Wawan, salah satu personel  tim kesenian saat ditemui di Balai Kriya, Dusun Bambu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (24/10/2019).

    Menurutnya, tampil di acara Festival Lembah Ijen menjadi sebuah kebanggaan, karena yang diundang pada acara ini tidak sembarangan. Kebanyakan adalah musisi jazz ternama dan kegiatan tersebut juga dihadiri oleh maestro Jazz Indonesia, Indra Lesmana. Sehingga ketika ada tawaran kepada pengelola Dusun Bambu untuk menampilkan jazz-etnik bambu dari pihak penyelenggara, pihaknya tidak kuasa untuk menolaknya.

    Awalnya, lanjut dia, Tim kesenian Rongga Budaya Dusun Bambu hanya dijadwalkan manggung sebanyak dua kali. Namun karena apresiasi dari penonton sangat bagus, akhirnya mereka tampil sebanyak tiga kali dengan sekali tampil 30 menit. Saat tampil di Amphiteater Taman Gandrung Terakota, Banyuwangi, yang memiliki latar belakang kawasan persawahan dengan ketinggian 600 mdpl ini, lagu yang dibawakan adalah 'Rajah'.

    "Alunan musik suara bambu itu bisa berkolaborasi dengan musik jazz. Harmonisasi musiknya masuk dengan sendirinya, meski didampingi dengan alat musik lain semisal bass atau keyboard sekalipun," terang dia.

    Lebih lanjut, pria yang piawai memainkan suling dan menjadi vokalis di tim kesenian ini menambahkan, selain tampil berkesenian pihaknya juga membawa misi memperkenalkan alat musik bambu. Jika umumnya orang sudah familiar dengan alat musik angklung maka kini mereka bisa tahu alat musik bambu lainnya yang bisa dimainkan. Dari mulai Suling, Karinding, Celempung, Haliwung, Koletrak, dan lain-lain.

    Pemain alat musik Celempung, Bogang menambahkan, dari sekian banyak pengisi acara hanya Tim kesenian Rongga Budaya Dusun Bambu yang murni memainkan alat musik bambu. Semua alat itu juga dibuat sendiri melalui observasi dan research yang dilakukan di Saung Rongga Budaya yang ada di Dusun Bambu. Meski ada juga yang tampil menggunakan bambu tapi lebih kepada unsur pelengkap, bukan unsur inti dari musik yang ditampilkan.

    "Secara umum kami puas tampil di sana, meski persiapan ke acara yang digelar 12-13 Oktober lalu terbilang mepet. Penonton juga memberikan apresiasi yang positif dan itu menjadi bukti kalau musik bambu bisa diterima pecinta jazz yang kebanyakan merupakan kalangan menengah ke atas," tuturnya. Festival Lembah Ijen ini digelar Jazz Gunung Indonesia selaku promotor yang juga telah menggelar Jazz Gunung Bromo. Rangkaian gelaran jazz gunung series berikutnya atau tahun 2020, rencananya digelar di Gunung Burangrang Jawa Barat. Lokasi Festival Lembah Ijen yang digelar di Taman Gandrung Terakota ini berada di kawasan Jiwa Jawa Resot Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Acara tersebut juga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan dan turut mewarnai beragamnya atraksi pariwisata di Banyuwangi.

    Sementara Sales Manager Dusun Bambu Patar Aruan yang mendampingi ke Banyuwangi mengapresiasi penampilan Bah Wawan dkk. " Tim kesenian Rongga Budaya Dusun Bambu yang tampil di Festival Lembah Ijen, diharapkan juga bisa tampil dan berkolaborasi dengan para musisi jazz di acara Jazz Gunung Burangrang, yang merupakan rangkaian dari Jazz Gunung yang sudah terselenggara sebelumnya, yaitu jazz Gunung Bromo dan Jazz Gunung Ijen.

    Saat ini kami sedang mempersiapkan acara tersebut, yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan Maret 2020. Mohon doa dan supportnya agar Jazz Gunung Burangrang bisa terealisasi " , pungkasnya. (*)

    ude

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Eksistensinya Makin Menurun, Pemprov Jabar Populerkan Kembali Seni Kasidah
    Kisah Pencipta lagu 'Permintaan Api Unggun’ tak Dapat Perhatian Pemerintah
    Rayakan Keluhuran Budaya Jabar lewat Karnaval, Musik, hingga Pameran
    Lestarikan Batik, Kepala OPD Pemprov Jabar Ikuti Fashion Show
    Tim Kesenian Rongga Budaya Dusun Bambu Memukau di ‘Festival Lembah Ijen’

    Editorial


    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Minggu (10/11/2019) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.