web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Hasil Riset Ungkap Dampak Grab Terhadap Ekonomi dan Sosial di Bandung
    Istimewa

    Hasil Riset Ungkap Dampak Grab Terhadap Ekonomi dan Sosial di Bandung

    • Kamis, 24 Oktober 2019 | 20:27:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Berdasarkan riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, kehadiran Grab Indonesia berkontribusi Rp10,1 triliun pada 2018 terhadap perekonomian kota Bandung.

    Kontribusi ekonomi berasal dari beragam teknologi layanan yang dihadirkan Grab, baik melalui mitra GrabCar, GrabBike, mitra merchant GrabFood, dan agen GrabKios. Kehadiran Grab juga cukup signifikan terhadap kondisi sosial karena menghadirkan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan.

    Di Bandung, Kontribusi terbesar dihasilkan oleh GrabBike dengan nilai transaksi mencapai Rp4,59 triliun, kemudian GrabFood sebesar Rp3,76 triliun. GrabBike dan GrabCar juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja di Kota Bandung. Sebelum bermitra dengan Grab, 38% mitra GrabBike dan 39% mitra GrabCar tidak memiliki sumber penghasilan sama sekali.

    "Hal ini akan mendorong mereka untuk menjadi bagian dari ekonomi digital yang tengah tumbuh dengan pesat dan memberikan mereka lebih banyak pilihan serta kesempatan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik," kata Peneliti Ekonomi Tenggara Strategics Lionel Priyadi dalam diskusi publik yang digelar Grab di salah satu hotel di kota Bandung, Jumat (24/10/2019).

    Secara keseluruhan dampak sosial dari perkembangan teknologi digital, yakni bisa menjadi landasan pembangunan ekonomi yang inklusif bagi usaha kecil. Apalagi selama ini mereka belum cukup terlayani oleh sistem yang ada.

    Lionel menyebutkan formulasi kebijakan terkait ekonomi digital seharusnya mempertimbangkan kesejahteraan seluruh pihak terkait agar manfaatnya bisa dirasakan secara optimal.

    "Pertumbuhan ekonomi ini harus bisa dinikmati oleh setiap orang dari berbagai kalangan di Indonesia, mulai dari bisnis-bisnis skala kecil hingga masyarakat umum. Satu-satunya cara kita semua dapat meraih kesuksesan adalah dengan memastikan setiap pihak benar-benar menjalankan fungsinya," jelas Lionel.

    Dalam Laporan Dampak Sosial Grab 2018-2019, diperkirakan kontribusi Grab mencapai 5,8 miliar dolar AS atau setara Rp81,5 triliun terhadap perekonomian Asia Tenggara dalam 12 bulan hingga Maret 2019. Ada dua aspek dampak sosial Grab, yakni pembukaan akses perbankan kepada usaha kecil dan menengah (UKM). Ada 1,7 juta UKM di Asia Tenggara telah dibantu Grab untuk membuka rekening bank pertama mereka.

    Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno, mengatakan Indonesia siap menjadi salah satu ekonomi terbesar di Asia, namun pada kenyataannya tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama.

    Menurutnya, jika sektor swasta aktif menciptakan program-program untuk komunitas lokal, maka teknologi dapat lebih dijangkau oleh lebih banyak orang. Dengan begitu proses pembelajaran keterampilan-keterampilan baru dapat mengubah kehidupan secara luas.

    "Grab ingin membangun sebuah platform yang inklusif, dan telah menjadi komitmen kami untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan di setiap negara tempat kami beroperasi. Grab for Good," kata Nanu. (*)

    Oleh: arfan sauki / fan

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Ke Jepang, Ridwan Kamil Bawa Buku Menu Investasi Jabar
    Jabar Bertranformasi, Ridwan Kamil Beberkan Peluang Investasi pada Investor Jepang
    Ingin Bebas Denda Pajak Kendaran Bermotor? Berikut Syarat dan Ketentuan
    Pemprov Jabar Beri Amnesti Denda dan Diskon Pajak bagi Penunggak 5 Tahun atau Lebih
    Kembangkan Pariwisata, Pemprov Jabar Hadirkan Kawasan Ekonomi Khusus