web stats service from statcounter
Pengamat Pertanyakan Menteri Kabinet Jokowi Rangkap Jabatan
JuaraNews/Abdul Basir Pengamat Pemerintahan Asep Warlan Yusuf

Pengamat Pertanyakan Menteri Kabinet Jokowi Rangkap Jabatan

JuaraNews, Bandung- Joko Widodo resmi mengumumkan dan melantik 35 menteri yang akan membantunya pada periode keduanya. Jokowi menamainya dengan sebutan kabinet Indonesia maju.

Komposisi menteri Joko Widodo- Maruf Amin dengan 16 menteri merupakan dari kalangan kader partai politik (Parpol) sedangkan sisanya dari kalangan profesional.

Pengamat Pemerintah dari pemerintah dari Universitas Katolik Parahyangan. Asep Warlan Yusuf mengatakan, ada sedikit perubahan kebijakan Jokowi dalam menentukan menteri yang dinilai berbeda jika di bandingkan pada periode sebelumnya.

Menurutnya, Pada periode pertama di tahun 2014 Jokowi menginginkan tiga kriteria Mentri Pertama yang mempunyai kapabilitas dan integritas. Kedua punya loyalitas hanya kepada presiden dan yang ketiga tidak merangkap sebagai pengurus partai.

"Sekarang ternyata banyak pengurus partai yang masuk, ada Prabowo, Erlangga, Jhoni Plate semuanya orang-orang partai struktural," katanya Asep Warlan saat di hubungi via telpon seluler, Rabu (23/10/2019).

Dikatakan, Pengurus partai apalagi ketua umum di takutkan tidak fokus kepada pekerjaan pada pemerintahan. Apalagi Orang partai menjelang moment pemilu sibuknya minta ampun, perlu terjun ke daerah dan segala macam. Hal itu harus disadari untuk di ingatkan kembali apakah mereka mau jadi pengurus partai apa tidak.

"Seharusnya pak Jokowi dengan tegas kalau sudah masuk mentri lepaskanlah jabatan di struktur partai," tandasnya.

Menurutnya, Jokowi menginginkan betul-betul orang yang besih dari berbagai kasus. Konon kabarnya mentri sekarang ada yang pernah berhubungan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dikatakan Asep,Tahun 2014 Jokowi pernah meminta saran kepada KPK. karena KPK punya data siapa saja orang-orang yang berhubungan dengan KPK.

"Tapi sekarang tidak pernah di bahas lagi, artinya Jokowi agak sedikit spekulatif untuk menempatkan mungkin saja orang yang bermasalah tapi tetap di tempatnya di dalam kabinetnya," tutupnya (*)

bas

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


37.985 Peserta Akan Ikuti SKD CPNS di Lingkungan Pempov Jabar
Dinas Pariwiswata & Kebudayaan Jabar Launching Calender Event 2020
Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Sikumis.com akan Jual Produk Agro
Azerbaijan Buka Potensi Kerja Sama Pariwisata dengan Jawa Barat
Wagub Jabar Apresiasi Kegiatan Al Mutaqqin Students Challenge

Editorial