Aktivis Anti Korupsi Kini Menjadi Menteri Koperasi dan UKM
Teten Masduki

Aktivis Anti Korupsi Kini Menjadi Menteri Koperasi dan UKM

JuaraNews, Jakarta –  Teten Masduki dilantik menjadi Menteri Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Rabu (23/10/2019). Teten berada di antara 38 menteri yang diambil sumpahnya oleh kepala negara Presiden Jokowi.

Nama Teten Masduki sebenarnya tak asing bagi publik, khusus di kalangan pegiat antikorupsi. Ia tercatat sebagai salah satu pendiri badan pekerja Indonesia Corruption Watch, pada tahun 1998 hingga 2008. Teten juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, sebelum kemudian dijabat oleh Moeldoko.

Lahir di Jawa Barat pada 1963 silam, Teten dikenal sebagai seorang aktivis di Indonesia.

Ia pernah mengikuti aksi demonstrasi untuk membela hak petani terkait kepemilikan lahannya di Garut.  Pada 2015 lalu, Teten dipercaya untuk menjadi Kepala Staf Kepresidenan selama 2015-2018.

Ia menggantikan posisi Luhut Binsar Panjaitan yang ditugaskan menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Sebelum itu, Teten pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur untuk mendampingi Rieke Diah Pitaloka dalam pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Barat 2013.

Masa kecil Ayah dari dua anak ini dihabiskan sampai bersekolah di SMAN 1 Garut. Lulus dari SMA, ia melanjutkan pendidikannya di IKIP (Sekarang UPI) Bandung, jurusan kimia.

Saat kuliah di Kota Kembang itu, Teten seringkali mengikuti diskusi yang membahas mengenai politik di dalam negeri. Beberapa penghargaan yang pernah disabetnya selama berkarir, antara lain Suardi Tasrif Award pada 1999, Alumni Berprestasi IKIP Bandung 2000, dan Penghargaan Ramon Magsaysay pada 2005. (*)

ude

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Ridwan Kamil : WNA Datang ke Jabar Wajib Ikuti Karantina
Jabar Terima Bantuan APD dari Jack Ma untuk Penanggulangan Corona
Gubernur Jabar Terima Bantuan Ventilator dari BUMN
Pemprov Jabar Siapkan Rp16,2 Triliun Atasi Dampak Sosial Covid-19
Penyebaran Covid-19 Meluas, Pemprov Jabar Tingkatkan Kapasitas Penanganan Limbah B3

Editorial