ultah bandung

Hot News


Inspirasi


    OTT Bupati Indramayu, Emil: Saya Sudah Ingatkan
    istimewa/humas pemprov jabar Emil di acara GovInsider Innovation Award 2019

    OTT Bupati Indramayu, Emil: Saya Sudah Ingatkan

    JuaraNews, Bangkok - Gubernur Jabar Ridwan Kamil prihatin dengan tertangkapnya Bupati Indramayu Supendi dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (14/10/2019) malam lalu.

    Saat pelantikan Bupati Indramayu pada 7 Februari lalu, Emil mengaku sudah mengingatkan Supendi agar menjadi pemimpin yang selalu menjauhi korupsi.

    Emil yang baru saja terpilih sebagai Inspirational Leader di kawasan Asia Pasifik pada Govinsider Innovation Award 2019 yang digelar UN Economic and Social Commision untuk Asia Pasifik dan National Innovation Agency Bangkok di markas PBB Asia Pasifik Bangkok, Thailand, menyempatkan diri memantau situasi Jabar terkini melalui media online.

    “Pada saat pelantikan, saya sudah ingatkan yang bersangkutan agar menjauhi godaan yang pastinya datang tiap hari. Karena jadi pemimpin itu berat,” ujar Emil di Bangkok, Rabu (16/10/2019).

    Supendi sendiri yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati Indramayu dilantik menjadi Bupati Indramayu pada menggantikan Anna Sophanah yang mengundurkan diri untuk sisa masa jabatan 2016-2021.

    “Tadinya saya berharap pergantian bupati itu menuju ke arah yang lebih baik. Tapi belum genap 1 tahun bupatinya sudah kena OTT. Ini sangat memprihatinkan, kasihan warga Indramayu,” ucapnya.

    Menurut Emil, Pemprov Jabar sebenarnya memiliki rencana besar bagi Indramayu. Sebagai penyangga Segitiga Rebana, Kota Mangga memiliki fungsi sentral dalam investasi dan pengembangan kawasan. Namun dengan penangkapan oleh KPK dan menjadi pemberitaan media, setidaknya dapat menghambat investasi.

    Apalagi dalam hitungan hari Pemdaprov Jabar akan menggelar West Java Invesment Summit 2019. “Korupsi itu musuh investasi,” imbuh Emil.

    Dalam hal pemberantasan korupsi, jelas Emil, Pemprov Jabar sudah melakukan berbagai upaya agar prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang baik juga dapat tercipta di level kabupaten/kota.

    “Berbagai pakta integritas sudah kami bikin, inovasi-inovasi berbasis teknologi seperti e-Kinerja juga akan kami ketoktularkan dari provinsi ke kabupaten/kota. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang seperti ini (kepala daerah kena OTT),” jelas Emil.

    Kendati demikian, Emil menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah. Dia menyarankan agar Supendi kooperatif dengan penyidik KPK sebagai lembaga tertinggi penjaga good clean government.

    “Kita lihat proses hukumnya seperti apa. Pesan saya agar yang bersangkutan koorperatif. Saya sendiri menunggu instruksi dari Kemendagri terkait status jabatannya masa mendatang. Sementara waktu, wakil bupati mengambil alih roda pemerintahan,” kata Emil.

    Terlepas dari proses hukum yang masih berjalan, Gubernur berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua bupati/wali kota agar senantiasa menyelenggarakan pemerintahan yang bersih.

    “Sekali lagi jadi pemimpin itu berat. Berat dalam mencapainya, berat juga pertanggungjawabannya. Bukan hanya bertanggung jawab kepada rakyat yang memilih, tapi kepada Sang Pencipta. Semoga ini jadi pembelajaran,” tutup Emil. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Gubernur Ridwan Kamil Ajak Arsitek Aktif Sumbang Ide pada Pemerintah
    Partai Golkar Jabar Luncurkan 3 Program Unggulan pada HUT ke-56
    Wagub Jabar Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Potensi Bencana di Musim Hujan
    Dinas Pendidikan Dayah Jadi Inspirasi Pansus Raperda Pesantren
    Gubernur: Pengetesan PCR di Jawa Barat Sudah Penuhi Standar WHO
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads