Revisi UU KPK Hasil Revisi DPR Resmi Berlaku Kamis Ini, BEM SI Gelar Demo Lagi - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Revisi UU KPK Hasil Revisi DPR Resmi Berlaku Kamis Ini, BEM SI Gelar Demo Lagi
    ner Aksi menentang revisi UU KPK di Gedung Sate

    Revisi UU KPK Hasil Revisi DPR Resmi Berlaku Kamis Ini, BEM SI Gelar Demo Lagi

    • Kamis, 17 Oktober 2019 | 02:49:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Penerapan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hasil revisi DPR RI yang resmi berlaku mulai Kamis (17/10/2019) ini, dipastikan mendapat tentangan dari kalangan mahasiswa.

    BEM Seluruh Indonesia (SI) bakal kembali menggelar demo yang akan dipusatkan di depan Istana Negara, Jakarta. Dengan tuntutan yakni mendesak Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK.

    Seruan menggelar unjuk rasa nasional tersebut disampikan BEM SI melalui akun Instagram @bem_si pada Rabu (16/10/2019) sore.

    "Ya betul (mahasiswa berdemo di Istana), untuk (Kamis, 17/10/2019) besok kita fokus pada Perppu KPK," jelas Koordinator BEM SI Jabodetabek-Banten, Muhammad Abdul Basit (Abbas) saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/10/2019).

    Abbas juga membenarkan terkait poster informasi demo yang beredar di Instagram. Dalam poster itu, disebutkan demo akan digelar pada pukul 13.00 WIB dengan titik kumpul di Patung Kuda, Jakarta Pusat.

    Aksi bertajuk #TUNTASKANREFORMASI itu menuntut adanya sikap yang jelas dari Presiden Jokowi untuk menerbitkan Perppu KPK, untuk menggugurkan UU KPK baru hasil revisi DPR periode 2014-2019 yang efektif berlaku 17 Oktober meski tanpa tanda tangan Presiden.

    "Kini, satu-satunya harapan, ada pada sikap Presiden. Penetapan Perppu untuk menarik RUU KPK menjadi tuntutan yang bergema di mana-mana. Presiden sampai hari ini belum menunjukkan sikap jelasnya," tulis BEM SI dalam poster itu.

    Koordinator Media BEM SI Ghozi Basyir mengatakan, aksi ini akan diikuti oleh mahasiswa dari aliansi BEM SI Jabodetabek dan Banten, dengan estimasi massa sekitar 2.000 orang.

    Seruan aksi pun disampaikan BEM SI Wilayah Jabar. Dalam poster yang diunggah di akun Instagram @bem_si tersebut, aksi #TUNTASKANREFORMASI itu akan digelar di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung. Aksi nasional mahasiswa ini pun mengusung tuntutan yang sama, yakni mendesak Jokowi menerbitkan Perppu KPK.

    Pihak Kepolisian sendiri dalam hal ini Polda Metro Jaya telah melarang adanya aksi demo pada 15-20 Oktober, menjelang pelantikan presiden-wakil presiden terpilih hasil Pilpres 2019, Jokowi-Maruf Amin. Polisi pun tak akan mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) demo sebagai bentuk diskresi keamanan.

    Terkait penyataan Polri tidak mengeluarkan STTP demonstrasi jelang pelantikan presiden, Ghozin mengatakan mahasiswa tetap akan turun melakukan aksi.

    "Kita mah di negara demokrasi ini tetap gelar aksi. Kan surat aksi itu kan pemberitahuan bukan izin," katanya.

    Presiden Jokowi sendiri menegaskan tak ada larangan demo. Menurutnya, demo telah dijamin konstitusi.

    "Namanya demo dijamin konstitusi. Ditanyakan ke Kapolri, ndak ada (perintah melarang demo)" kata Jokowi di Istana Merdeka, Rabu (16/10/2019). (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Aktivitas Masjid pada New Normal Hanya di Zona Biru
    10 Provinsi tak Laporkan Adanya Penambahan Covid-19
    Pemerintah Ijinkan 102 Zona Hijau Kembali Produktif, Jawa Barat tak Termasuk
    Situasi Terkendali, RSHS Bandung Siap Buka Layanan Kesehatan Non-COVID-19
    8 Daerah tak Laporkan Penambahan Positif Covid-19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads