Hot News


Inspirasi


    Editorial


      Ineu : APK Pendidikan Tinggi di Jabar Masih Rendah

      Ineu : APK Pendidikan Tinggi di Jabar Masih Rendah

      • Minggu, 13 Oktober 2019 | 11:26:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung - Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Jabar terbilang masih rendah, dibanding APK perguruan tinggi di tingkat nasional.

      Wakil Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari meminta Pemprov Jabar memperhatikan kampus-kampus di Jabar. Hal tersebut agar APK pendidikan tinggi masyarakat Jabar terus meningkat. 

      "Beasiswa, pembangunan ruang kelas baru serta pemenuhan berbagai sarana dan prasarananya menjadi hal yang penting agar Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi di Jawa Barat meningkat," ujar Ineu di sela peletakan batu pertama pembangunan Gedung Serba Guna Universitas Subang, beberapa waktu lalu.

      Ineu menambahkan keberhasilan pembangunan suatu wilayah ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan pendidikan merupakan salah satu cara meningkatkan kualitas SDM tersebut.

      Karena itu, peningkatan mutu pendidikan harus terus diupayakan, dimulai dengan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada penduduk untuk mengenyam pendidikan, hingga pada peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan.

      “Kalau Universitas Subang ini berkembang tentu akan berpengaruh bagi Pemerintah Kabupaten Subang dan pasti berkolerasi juga dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan adanya peningkatan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi," jelas Ineu.

      Ineu mengungkapkan, dengan masih rendahnya APK pendidikan tinggi di Jabar, pihaknya terus berupaya mengembangkan perguruan tinggi agar angka partisipasi pendidikan tinggi di Jabar meningkat.

      “Ada pengembangan kampus Unpad di Pangandaran, ITB di Cirebon, serta IPB di Sukabumi yang merupakan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan APK pendidikan tinggi ini”, tambah Ineu

      Ineu juga meminta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang membidangi masalah pendidikan tinggi untuk memberikan bantuan yang berbeda kepada Provinsi Jabar.

      “Di Jawa Barat memang banyak kampus tapi jumlah penduduk kami paling banyak ditambah warga dari luar yang banyak belajar di Jawa Barat. Sehingga kami meminta bantuan yang lebih untuk terus mengembangkan perguruan tinggi di Jawa Barat," tutup Ineu. (*)

      Oleh: abdul basir / bas

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Terkait
      Berita Lainnya
      Banyak Tak Bayar Pajak, Penerimaan PKB di Jabar Turun 50 Persen
      Komisi III DPRD Jabar Soroti Minimnya Penerimaan Pajak Air Permukaan
      Komisi V DPRD Jabar Sampaikan Aspirasi Guru Honorer ke KemenPAN-RB
      Penolakan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, Gus Ahad: Pemerintah Harus Bernegosiasi Dengan Buruh
      DPRD Setujui Raperda Perubahan APBD Jabar TA 2020 jadi Perda
      Berita Terdahulu

      Jabar Juara


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)