Hot News


Inspirasi


    Program Citarum Harum Sudah Terlihat Dampaknya
    JuaraNews/Abdul Basir Lokakarya 2 Tahun Program DAS Citarum

    Program Citarum Harum Sudah Terlihat Dampaknya

    JuaraNews, Bandung- Gubernur Jawa Barat Ridawan Kamil mengatakan, program Citarum Harum yang sudah berjalan selama dua tahun mengalami banyak perubahan yang signifikan.

    Hal tersebut Emil Katakan, usai membuka Lokakarya Dua Tahun Program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum di Hotel Mason Pine, Kab. Bandung Barat, Rabu (9/10/2019).

    “Poinnya adalah dua tahun Citarum Harum ini mengalami banyak kemajuan. Walaupun dengan anggaran yang secukupnya,”Kata Emil.

    Emil mengapresiasi sejumlah langkah, capaian, dan kontribusi berbagai pihak, termasuk TNI/Polri. Dia juga berharap dengan banyaknya kemajuan yang telah dicapai, akan mengubah status Citarum menjadi sungai yang bersih.

    “Kita berharap status ilmiah tercemar berat bisa seceptanya naik kelas menjadi tercemar sedang, dan di akhir kita bisa secara realistis menjadi tercemar ringan,” katanya.

    “Mudah-mudahan dengan berkelanjutan maka kita bisa menghadirkan Citarum yang lebih baik lagi,” tambahnya.

    Emil yang juga Komandan Satuan Tugas (dansatgas) sungai Citarum mengatakan, untuk menangani Citarum bisa melakukan dua pendekatan, yakni pendekatan teknokratis dan populis. Strategi tersebut perlu menjadi bagian dari manajemen program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum.

    “Kita selalu gunakan dua pendekatan. Pertama, pendekatan teknokratis, yang ilmiah yang terukur. Ada yang (kedua) populis, cara jangka pendek yang masyarakat itu ingin lihat. Dua ini harus jadi strategi kita dalam berkomunikasi,” ucapnya.

    Ditempat yang sama Asisten Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI Tb. Haeru Rahayu mengatakan,meski berbagai upaya positif dijalankan tapi kinerjanya memang belum maksimal.

    "Saya selalu katakan, masa bulan madu telah selesai.

    Menurut Tb Haeru, kinerja yang belum maksimal terletak pada koordinasi antar-pemerintah daerah. Dia menilai, penyelesaian sejumlah persoalan Sungai Citarum harus dilakukan lintas daerah, tidak masing-masing.

    Meski begitu, Haeru optimisti program penangangan Citarum akan berjalan maksimal dan membuahkan hasil.

    “Optimisnya masih ada repons yang positif ketika kita berkomunikasi dengan kementerian/lembaga, LSM, dan lainnya,” kata Haeru mengakhiri. (*)

    bas

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Ridwan Kamil : WNA Datang ke Jabar Wajib Ikuti Karantina
    Jabar Terima Bantuan APD dari Jack Ma untuk Penanggulangan Corona
    Gubernur Jabar Terima Bantuan Ventilator dari BUMN
    Pemprov Jabar Siapkan Rp16,2 Triliun Atasi Dampak Sosial Covid-19
    Penyebaran Covid-19 Meluas, Pemprov Jabar Tingkatkan Kapasitas Penanganan Limbah B3