Bank BJB top banner

Hot News


Opini


  • Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru
    Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru

    MEMILIKI rumah merupakan impian setiap orang terlebih bagi seorang guru karena rumah termasuk kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

    Optimalkan Kinerja ASN, Pemprov Terapkan e-RK



    Optimalkan Kinerja ASN, Pemprov Terapkan e-RK
    Emil dalam Evaluasi AKIP) dan Reformasi Birokrasi istimewa/humas pemprov jabar

    JuaraNews, Bandung – Pemprov Jabar akan menerapkan aplikasi e-RK (electronic-Remunerasi Kinerja atau Remunerasi Kinerja Elektronik) mulai Oktober 2019.

    Aplikasi ini mewajibkan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jabar untuk mengisi laporan harian terkait tugas yang telah dikerjakannya.

    Aturan ini dilakukan berdasarkan hasil survei Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) yang menyebutkan sekitar 20 persen ASN di Jabar masih belum memahami Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) yang harus dikerjakan.

    Hal itu dinilai sangat menghambat birokrasi aparatur dan memperlambat kinerja sehingga berdampak pada kurangnya pelayanan kepada masyarakat.

    “Merespons terhadap survei nasional itu, salah satunya kita memulai yang namanya aplikasi e-RK, aplikasi yang harus diisi oleh PNS setiap hari kerja," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam paparannya terkait Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (AKIP) dan Reformasi Birokrasi Pemprov Jabar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Rabu (2/10/2019).

    "Apa yang diisi, apa yang dikerjakan, nyambung tidak terhadap Tupoksinya, kemudian memberikan bukti lampiran. Orang malas pasti tidak bisa mengisi, karena tidak tahu apa yang harus dideskripsikan,” tambahnya.

    Emil juga menjelaskan bahwa e-RK ini memiliki akumulasi poin yang nantinya akan berimbas pada Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) masing-masing ASN.

    “Ini nanti ada poinnya. Kalau poinnya benar dan tinggi, maka tunjangannya lebih tinggi. Itu akan dimulai bulan Oktober ini,” kata Emil.

    Menurut Sekretaris Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kemenpan RB Didid Noordiatmoko, hasil survei dilakukan di Jabar pada 2018 lalu.

    Di mana, rata-rata 20 persen ASN Jabar belum memahami Tupoksi masing-masing. Didid berharap, hasil survei yang akan dilakukan tahun ini akan menunjukkan perubahan positif yang signifikan.

    Dia pun mengatakan bahwa rekomendasi Kemenpan RB pada tahun lalu adalah imbauan kepada para atasan langsung untuk membimbing bawahannya terkait Tupoksi, cara kerja, hingga ukuran keberhasilan yang ditentukan.

    “Secara garis besar kondisi tahun lalu di Jabar, baik provinsi maupun kabupaten/kota, rata-rata sekitar 20 persen pegawai belum memahami apa yang harus dia kerjakan sehari-hari. Harapannya, survei yang akan kami lakukan di tahun ini akan memberi hasil yang lebih baik,” papar Didid.

    “Beberapa rekomendasi yang lalu adalah kami meminta setiap atasan langsung me-refresh setiap bawahannya tentang tugas-tugas yang bersangkutan, sehingga mereka tahu apa yang harus dikerjakan, untuk apa dia bekerja, dan apa ukuran keberhasilannya,” pungkas Didid. (*)

     

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Covid-19 Varian Delta Sudah Masuk Jabar
    Gubernur Ridwan Kamil Minta 27 Kepala Daerah Gerak Cepat Tingkatkan Ketersedian Tempat Tidur
    Persiapan Gowes Kebangsaan Monas-Rinjani, 2 Kader SOKSI Jabar Jajal Jakarta-Cirebon
    Hadiahi Lansia Ayam Usai Divaksin, Ridwan Kamil Apresiasi Aparat Kreatif
    Kasus Covid-19 Melonjak,  Pemprov Jabar Siapkan 2.400 Tempat Tidur
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Bank BJB kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads