Nelayan Indramayu Melaut ke Indonesia Timur - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Nelayan Indramayu Melaut ke Indonesia Timur
    istimewa/humas pemprov jabar Wagub Uu melepas resmi nelayan yang akan melaut

    Jabar Go To East

    Nelayan Indramayu Melaut ke Indonesia Timur

    JuaraNews, Indramayu – Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum melepas nelayan Indramayu yang akan melaut ke perairan Indonesia Timur di Pantai Karangsong, Kabupaten Indramayu, Rabu (2/10/2019). Pelepasan tersebut sebagai salah satu realisasi program Jabar Go To East.

    Sebelumnya, pada 2 September 2019, Pemprov Jabar resmi menjalin kerja sama dengan PT Perikanan Nusantara (Perinus). Salah satu kerja sama tersebut adalah penangkapan ikan nelayan Jabar bersama nelayan Maluku Utara di daerah timur Indonesia.

    Untuk tahap awal, 4 kapal nelayan Indramayu berukuran 30GT diberangkatkan menuju Maluku Utara. Ada sekitar 50 nelayan Indramayu yang terlibat. Nantinya, ikan hasil tangkapan nelayan Jabar yang melaut akan dibeli oleh Perinus. Hal itu dilakukan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan bersama nelayan Jabar dan Maluku Utara.

    "Ini percontohan. Mudah-mudahan percontohan ini bisa sukses," kata Uu seusai pelepasan.

    Sebelum pelepasan, Uu lebih dulu berdiskusi dengan pengurus Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra. Menurut dia, kesejahteraan nelayan yang berada di bawah naungan KPL Mina Sumitra meningkat. Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Indramayu di sektor perikanan mencapai Rp10 miliar per tahun.

    "Ada peningkatan pendapatan. Apalagi ada penambahan luas kolam labuh, dan adanya cold storage (kapasitas 1.000 ton)," kata Uu.

    "Apalagi tadi (ada laporan) ada peningkatan PAD, sekalipun PAD-nya tidak masuk ke provinsi tapi ke Indramayu, tapi ingat Indramayu juga bagian dari provinsi (Jawa Barat). PAD-nya sampai hampir Rp10 miliar per tahun, ini sangat luar biasa," imbuhnya.

    Pada kesempatan sama, Uu juga mendengarkan keluhan nelayan Indramayu terkait pendangkalan karena lumpur di sekitar area lalu Lalang kapal. Menurut Uu, keluhan tersebut menjadi pekerjaan rumah Pemprov Jabar dan Pemkab Indramayu untuk segera dituntaskan.

    "Lumpur yang ada di sekitar laut untuk lalu lalang kapal atau tempat bersandar, itu menjadi PR kami dan Pemerintah Kabupaten Indramayu," pungkas Uu. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pemprov Terapkan Protokol Kesehatan di Tempat Perbelanjaan
    Mensos Tinjau Langsung Pembayaran Bansos Tahun 2020 Melalui Pos Indonesia
    Aldrin: Tak Ada Korelasi Omnibuslaw  RUU Cipta Kerja dengan Peningkatan UMKM
    PT KAI Batalkan Semua Perjalanan Jarak Jauh
    Pemprov Jabar Klaim Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat Stabil
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center
      Buku Wagun

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads