web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    PTKA Luncurkan Kereta Istmewa Berarif Rp19 juta
    tribun jabar Menhub & direksi PT KAI luncurkan Kereta Istimewa

    PTKA Luncurkan Kereta Istmewa Berarif Rp19 juta

    • Jumat, 20 September 2019 | 14:35:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-74, PT KAI meluncurkan Kereta Api (KA) Argo Parahyangan Excellence dan Kereta Istimewa di jalur kereta Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ir H Djuanda PT KAI, Jalan Laswi, Kota Bandung, Sabtu (28/9/2019),

    Peluncuran Argo Parahyangan Excellence menambah jumlah keberangkatan rute Jakarta-Bandung dan sebaliknya. KA ini memiliki waktu tempuh lebih pendek, yakni 2 jam 50 menit, sedangkan KA Argo Parahyangan reguler 3 jam 30 menit.

    KA Argo Parahyangan Excellence dijalankan mulai 1 Oktober 2019 dengan tarif Rp150.000 untuk kelas Eksekutif dan Rp110.000 untuk kelas Premium.

    Kereta nomor KP/13257 jurusan Bandung-Gambir berangkat pukul 04.30 dan sampai pukul 07.20. Tempat duduk eksekutif berjumlah 200 kursi, premium 320 kursi.

    Kereta api nomor KP/13300 jurusan Gambir-Bandung berangkat pukul 17.12 dan tiba di Bandung pukul 20.02, dengan jumlah tempat duduk eksekutif 400 kursi.

    "Kehadiran KA ini merupakan kado ulang tahun dari KAI untuk masyarakat yang ingin menuju Bandung maupun Jakarta dengan waktu tempuh di bawah 3 jam. Dengan adanya 2 KA Argo Parahyangan Excellence ini, total KAI mengoperasikan 34 Jadwal KA Argo Parahyangan untuk kenyamanan para pelanggan," ujar Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro seusai acara peluncuran.

    Kereta Istimewa untuk Kegiatan MICE
    PT KAI juga meluncurkan kereta komersial privat yang dinamakan Kereta Istimewa. Satu rangkaian Kereta Istimewa terdiri dari dua kereta berjenis KRD dengan total kapasitas 40 penumpang. Jadwal Kereta Istimewa dapat disesuaikan dengan keinginan pelanggan karena tidak dirangkaikan dengan perjalanan KA reguler.

    Untuk tahap awal, kereta yang dikelola oleh anak usaha KAI yaitu PT KA Pariwisata ini, dapat dipesan untuk jarak menengah seperti Jakarta-Cirebon, Jakarta-Bandung, dan Jakarta-Semarang. Kereta Istimewa ini memiliki fasilitas seperti ruang rapat, lounge, mini bar, karaoke, musala, dan toilet.

    “Kereta Istimewa cocok digunakan untuk bisnis, reuni, event, bahkan rekreasi keluarga dan lain sebagainya,” ujar Edi.

    KA Istimewa ini merupakan Kereta Rel Diesel (KRD) yang terdiri dari 2 rangkaian yang bisa digunakan untuk kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), seperti : rapat kerja, kumpul keluarga atau reuni, dan bisa dipesan dengan tarif sekitar Rp19 juta.

    “Untuk Jakarta-Bandung harganya Rp19 juta untuk 40 orang,” jelas Edi.

    Rangkaian kereta istimewa ini sebelumnya merupakan KA Kedung Sepur yang kemudian dialihfungsikan menjadi kereta inspeksi ke-2. Pada Agustus 2019 lalu, PT KAI merombak interior KRD tersebut menjadi KA Istimewa di Balai Yasa Yogyakarta dan dialihfungsikan sebagai kereta permiun (KA Istimewa).

    “Ini satu inovasi yang baik dari PT. KAI. Kereta ini dulunya secara operasional tidak digunakan. Namun bisa diubah menjadi kereta premium, yang keberangkatannya bisa diatur sesuai kebutuhan penumpang,” ungkapnya.

    Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap, ke depannya, PT KAI semakin mandiri dan dapat terus melakukan terobosan inovasi baru dalam menciptakan peluang-peluang pembiayaaan bagi keberlangsungan usahanya.

    “Inovasi dan terobosan seperti yang dilakukan ini, akan sangat membantu pemerintah dalam pengalokasian anggaran (APBN) untuk pembangunan di daerah lainnya yang lebih membutuhkan,” kata Budi.

    Budi mengatakan, Indonesia ingin menjadikan kereta api sebagai angkutan utama, baik di perkotaan maupun di antarkota. Karenanya insan-insan kereta api harus meningkatkan kualitasnya karena ekspektasi masyarakat terhadap kereta api tinggi sekali.

    "Di Jakarta 1,2 juta orang tiap hari pakai kereta api. Sekarnag Jakarta-Bandung, kemudian Jakarta-Surabaya, orang mendambakan kereta api yang luar biasa. Saya sampaikan apresiasi, dan ini harus ditingkatkan. Tingkatkan inovasi sehingga masyarakat pengguna mendapat pelayanan yang ada diversifikasi, yang mau eksklusif ada, ekonomis ada," katanya.

    Pada kesempatan yang sama, KAI juga menandatangani berbagai nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa instansi. Instansi-instansi tersebut meliputi BUMN (Perum Perumnas dan PT Pindad Enjiniring Indonesia, LEN), pemerintah (Kementerian ESDM, Pemprov Bali, Pemkab Nganjuk dan Pemkot Tegal), perusahaan pengembang kawasan (PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah, PT Mitra Abadi Utama, dan PT Griya Sukamanah Permai), perusahaan teknologi (Alstom, Gojek, Grab, Linkaja), hingga instansi lain seperti Bank BJB, BPN Banten, BNPB, dan B4T.

    “MoU tersebut dilakukan terkait pengembangan stasiun, peningkatan keselamatan, layanan baru kereta barang, pengembangan SDM, pengembangan sarana, dan lainnya,” ujar Edi.

    Pada acara puncak pula KAI meresmikan berbagai inovasi baru KAI seperti layanan Rail Express untuk kemudahan pengiriman barang menggunakan kereta api, aplikasi pemantauan genset kereta untuk peningkatan keandalan sarana, aplikasi presensi online untuk peningkatan kinerja SDM KAI, aplikasi Teman Reska Chatbot dari PT Reska Multi Usaha, dan berbagai inovasi lainnya.

    “KAI tidak henti-hentinya menghadirkan inovasi. Selain untuk peningkatan kualitas layanan, inovasi juga ditujukan kepada internal sehingga KAI mampu menghasilkan kinerja perusahaan yang semakin baik,” tambah Edi.

    Berbagai upaya KAI untuk meningkatkan layanan perkeretaapian diharapkan berkontribusi besar dalam memajukan Indonesia di sektor transportasi massal. Sebagaimana diketahui, katanya, majunya sebuah negara bisa dilihat dari angkutan umum yang terkelola dengan baik.

    Dalam kurun satu tahun ke belakang, KAI telah menorehkan berbagai inovasi layanan untuk masyarakat. Fitur KA lokal, reduksi, pembatalan, dan perubahan jadwal di aplikasi KAI Access, peluncuran KA Luxury 2, penambahan frekuensi dan rute baru untuk KA Penumpang dan Barang, serta pengembangan stasiun.

    Selama periode Januari-Agustus 2019, KAI telah mengantarkan 283,5 juta penumpang, naik 1% dari periode yang sama di tahun 2018 yaitu 279,6 juta penumpang. Sedangkan untuk angkutan barang KAI telah mengangkut 30,9 juta ton barang, naik 5% dari periode yang sama di tahun 2018 yaitu 29,5 juta ton barang. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Pempov Jabar dan Investor Tandatangani 26 MoU Proyek Investasi senilai Rp53,8 Triliun
    Telkomsel Kembali Gelar IndonesiaNEXT 2019
    PT Jaswita Diminta Tingkatkan PAD dari Pariwisata
    GrabWheels, Cara Mudah Jelajahi Kampus Ganesha ITB
    Nelayan Indramayu Melaut ke Indonesia Timur

    Editorial