web stats service from statcounter
Pemprov Sinergikan Pembangunan Jabar lewat Kopdar
istimewa/humas pemprov jabar GubernurJabar beri sambutan dalam acara KOPDAR

Pemprov Sinergikan Pembangunan Jabar lewat Kopdar

  • Kamis, 26 September 2019 | 21:57:00 WIB
  • 0 Komentar

JuaraNews, Pangandaran - Pemprov jabar di bawah kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil dan wakilnya, Uu Ruzhanul Ulum membuat 3 indikator dalam pemberian bantuan keuangan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota.

Indikator pertama berkaitan dengan pemerataan, yakni bantuan keuangan yang diberikan berdasarkan kondisi kabupaten/kota seperti jumlah penduduk, Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan luas wilayah. Indikator kedua berkaitan dengan performa kabupaten/kota.

Terakhir adalah capaian atas target-target provinsi atau kontribusi kabupaten/kota dalam menyukseskan program-program Pemprov Jabar. Ketiga indikator itu menjadi pegangan Pdaprov Jabar dalam menyalurkan bantuan keuangan.

"Karena semua adalah warga kita, untuk kesejahteraan warga kita, kita perlu bekerja sama," kata Emil dalam acara Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Kopdar) Triwulan III Tahun 2019 di Hotel Pantai Indah Timur, Kabupaten Pangandaran, Kamis (26/9/2019).

"Saya menitipkan beberapa program dari provinsi yang perlu disukseskan. Pada dasarnya sebagian besar itu butuh koordinasi karena anggaran banyak dari provinsi," tambahnya.

Pada kesempatan sama, Emil memaparkan sejumlah program Pemprov Jabar, seperti Jabar Quick Response (JQR). Menurut dia, sejak diluncurkan, JQR sudah menerima 57.187 aduan, merespons 34.364 aduan, dan berhasil menindak 404 aduan.

Emil juga menjelaskan program-progam desa beserta progresnya, misalnya, One Village One Company (OVOC). Lewat program tersebut, Pemprov Jabar dapat mengaktifkan kembali 596 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), melahirkan 272 BUMDes baru.

Selain itu, Emil pun memaparkan program keumatan dan realisasinya sampai saat ini. Contohnya Kredit Mesra atau Kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera. Program tersebut sudah memiliki 1.985 jemaah mitra binaan yang dijaring dari 124 rumah ibadah di Jabar.

Lalu, program One Pesantren One Product (OPOP) yang sudah melibatkan sekira 1.076 pesantren dan program Magrib Mengaji yang telah dilaksanakan secara ruti di 2.423 masjid di Jabar. Emil juga mengatkan, tahun ini sudah dipersiapkan 120 Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara) untuk desa berprestasi atau meningkatkan status desa.

"Sehingga nanti kami akan kirimkan daftar-daftar program yang sudah berjalan di beberapa wilayah, dan mana yang belum. Mohon jadi atensinya," kata Emil.

Oleh karena itu, Emil menyatakan bahwa Kopdar menjadi penting guna menyinergikan program pembangunan kabupaten/kota di Jabar. "Kami punya program, setiap daerah juga punya program. Kopdar ini bentuk sinkronisasi cara- cara membangun," ujar Emil. (*)

Oleh: JuaraNews / den

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Ini Ciri Seorang Terpapar Virus Corona
RSHS Bandung Masih Lakukan Observasi Pasien Diduga Susfect Coronavirus
RSUP Hasan Sadikin Rawat Intensif WNA Diduga Terkena Virus Corona
Gubernur Jabar Resmikan Jantung Penghubung Desa di Garut
RSUD Al Ihsan Buka Posko Penanganan Virus Corona

Editorial