web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Macet dan Banjir Masih jadi Persoalan Kota Bandung
    net Kota Bandung merayakan Hari Jadi ke-209 tahun

    Hari Jadi ke-209

    Macet dan Banjir Masih jadi Persoalan Kota Bandung

    • Rabu, 25 September 2019 | 20:34:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Rabu (25/92019) ini, Kota Bandung tepat berusia 209 tahun. Namun dalam usianya yang lebih dari 2 abad, masih banyak persoalan yang belum mampu diselesaikan oleh Pemkot Bandung. Di antaranya masalah kemacetan yang semakin parah, terutama saat akhir pekan; dan banjir cileuncang (genangan air) saat memasuki musim hujan.

    Ketua DPRD Kota Bandung Yudi Cahyadi menilai beberapa masalah tersebut memang belum mampu diselesaikan. Kondisi itu, tentu harus menjadi bahan evaluasi Pemkot Bandung di bawah kepemimpinan Wali Kota Oded M Danial dan wakilnya, Yana Mulyana.

    "Ada PR (pekerjaan rumah) yang tentunya terkait beberapa hal, terkait pemeliharaan infrastruktur, terus masalah kemacetan juga masalah banjir," ujar dalam Sidan Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-209 Kota Bandung di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi Kota Bandung, Rabu (25/9/2019).

    Untuk masalah banjir, dia menyebut, sejauh ini belum bisa disimpulkan apakah Pemkot berhasil atau gagal dalam mengatasi masalah tersebut. Karena saat ini masih musim kemarau.

    "Tapi kita belum lihat evaluasi dari pembangunan kolam retensi. Kalau ada semacam penurunan berarti on the track, tinggal bagaimana memperbanyak kolam retensi," ucapnya.

    Soal penanganan kemacetan, Yudi menilai ada rencana yang disiapkan Pemkot Bandung. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemkot telah mencanangkan beberapa proyek pembangunan fly over.

    "Tapi ini harus dikaji juga titik-titik yang tepat (untuk pembangunan). Jadi bukan menambah macet tapi (fly over) jadi solusi," ucapnya.

    Dalam kesempatan ini, Yudi menuturkan Pemkot juga harus lebih fokus dalam penataan dan pemeliharaan infrastruktur. Seperti perbaikan jalan, trotoar, taman, dan infrastruktur lain penunjang keindahan kota. Hal itu penting karena menjadi salah satu fasilitas penunjang kenyamanan para wisatawan yang datang ke Kota Bandung yang bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandung.

    "Tahun depan saya pikir Kota Bandung sebagai kota metropolitan, tampilan Bandung harus cantik terpelihara. Karena 33,3 persen PAD itu dari sektor pariwisata dan jasa. Kalau Bandung sareukseuk (kumuh) tidak minat ke Bandung," ucapnya.

    "Taman meskipun kecil tapi banyak yang datang ke Bandung untuk wisata murah ke taman. Itu juga bisa tingkatkan PAD," pungkasnya

    Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial memberikan perhatian lebih dalam peningkatan pelayanan publik. Salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan adalah, meningkatkan kapasitas para Aparatur Sipil Negara (ASN).

    “Kita dorong terus peningkatan kinerja ASN agar dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Ini salah satu evaluasi dari HJKB ke 209 Kota Bandung," ujar Oded seusai Rapat Paripurna.

    Mang Oded menegaskan, akan terus mengevaluasi kinerja para ASN. Pasalnya, ASN merupakan motor penggerak pelayanan di masyarakat.

    "Kita akan terus evaluasi ASN kedepannya seperti apa, karena merupakan motor penggerak pelayanan di masyarakat," ucapnya.

    Sehingga pelayanan yang diberikan akan memberikan dampak yang signifikan bagi kemudahan dan kenyamanan warga Kota Bandung.

    "Birokrasi harus terus dievaluasi. ASN itu bekerja teknis. Regulasi juga akan terus evaluasi," ujarnya.

    Pada kesempatan sama, dalam mengatasi kemacetan, Pemkot Bandung sedang mempersiapkan berbagai program pembangunan, Saat ini saja sedang dilakukan pembangunan fly over di perempatan Jalan Jakarta-Supratman.

    "Fly over betul dananya bukan dari kita (Kota Bandung), tapi kalau komunikasi tidak jalan (antara pemerintah) itu tidak akan hadir," ucapnya.

    Pihaknya juga sedang menggodok rencana pembangunan monorel. Karena rencana itu sudah ada dalam Blue print transportasi Kota Bandung. Pemkot segera melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun provinsi untuk mewujudkannya.

    "Cari alternatif jalan kalau saya lihat berbasis rel yakni monorel. Monorel kenapa tidak dan sudah ada di blue print transportasi," ucapnya. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    3.000 Difabel Ikuti Parade Rayakan Hari Disabilitas Internasional
    Cegah Stunting, Posyandu Cicendo Luncurkan Aplikasi Si Aplod dan Si Centring
    Kesalehan Sosial Antar Manusia ke Surga
    Kecamatan Bojongloa Kidul Juara Umum MTQ Kota Bandung
    Hari Pohon Sedunia 2019, Penanda Komitmen Lestarikan Lingkungan

    Editorial


    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Minggu (10/11/2019) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.

      Info Kota