web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Grab Rangkul Mitra dari Penyandang Tunarungu
    Istimewa

    Grab for Good

    Grab Rangkul Mitra dari Penyandang Tunarungu

    • Rabu, 25 September 2019 | 20:05:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Grab mengumumkan program kontribusi sosial bernama 'Grab for Good' yang bertujuan untuk memberdayakan lebih banyak masyarakat di kawasan Asia Tenggara untuk menjangkau sejumlah akses krusial ke teknologi, peningkatan keterampilan dan layanan digital yang bagi sebagian orang merupakan kesempatan pertama kalinya.

    Hal ini akan mendorong mereka untuk menjadi bagian dari ekonomi digital yang tengah tumbuh dengan pesat dan memberikan mereka lebih banyak pilihan serta kesempatan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Tak terkecuali bagi penyandang tunarungu ataupun ketulian.

    Dengan memanfaatkan kapasitas teknologi, platform, dan kerja sama, Grab telah menetapkan sebuah misi besar untuk program “Grab for Good” yang akan dicapai pada tahun 2025.

    "Asia Tenggara siap menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2030, namun pada kenyataannya tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk ikut tumbuh bersama Asia Tenggara yang tengah tumbuh," jelas Anthony Tan, Group CEO & Co-founder, Grab.

    "Jika sektor swasta secara aktif menciptakan program-program untuk komunitas lokal, maka teknologi dapat lebih dijangkau oleh lebih banyak orang, dan proses pembelajaran keterampilan-keterampilan baru dapat dengan segera mengubah kehidupan lebih banyak orang di Asia Tenggara," jelasnya menambahkan.

    Inti dari program ‘Grab for Good’ adalah memastikan bahwa setiap orang, terlepas dari latar belakang atau kemampuan yang mereka miliki, dapat merasakan manfaat dari ekonomi digital.

    Mulai hari ini, Grab akan memperluas inisiatif ‘Mendobrak Sunyi’ (Break the Silence) ke Indonesia dan Singapura, serta mengembangkan lebih lanjut program yang telah berjalan di Malaysia dan Thailand ini. Grab memiliki lebih dari 500 mitra pengemudi Tuli dan berencana untuk menggandakan jumlah ini di tahun depan.

    Dalam International Week of the Deaf (23-30 September), Grab mengumumkan kerja sama dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) di Indonesia, Malaysia Federation of the Deaf, Singapore Association of the Deaf, dan National Association of the Deaf Thailand untuk meningkatkan penerapan serta advokasi pentingnya inklusivitas untuk mendukung teman Tuli dan orang dengan keterbatasan pendengaran di Asia Tenggara.

    Bambang Prasetyo, Ketua DPP Gerkatin menyatakan, mendapatkan kesempatan bekerja dengan penghasilan yang cukup selalu menjadi tantangan bagi orang tuli di Indonesia. Sering kali, kesempatan bekerja yang ada tidak menyediakan alternatif cara berkomunikasi selain lewat suara sehingga menyulitkan orang tuli dalam mendapat pekerjaan.

    "Kami sangat bersyukur perusahaan seperti Grab telah merangkul kami ke dalam platform mereka sehingga orang Tuli bisa menjadi mitra pengemudi, merchant (GrabFood) atau mitra pengiriman barang. Kerja sama dengan Grab Indonesia telah membantu memberdayakan orang Tuli sehingga lebih percaya diri dan mandiri secara ekonomi. Kami percaya, merupakan langkah penting bagi Indonesia guna mewujudkan bangsa yang lebih inklusif bagi semua," ungkap Bambang.

    Untuk mendukung komunikasi antara mitra pengemudi tuli dengan pelanggan, Grab telah mengembangkan sejumlah fitur untuk 'mendobrak sunyi'. Fitur-fitur yang diciptakan bagi mitra pengemudi tuli ini pertama kali diperkenalkan di Malaysia pada 2018.

    rogram Mendobrak Sunyi milik Grab merupakan sebuah inisiatif yang didedikasikan untuk menciptakan peluang usaha bagi teman Tuli dan orang dengan keterbatasan pendengaran. Berdasarkan masukan dari mitra pengemudi Tuli kami, Grab telah berhasil mengimplementasikan hal-hal di bawah ini yang dapat mendukung kebutuhan mereka:

    - Pesan khusus untuk menginformasikan pelanggan dan penumpang bahwa mereka mendapatkan mitra pengemudi Tuli, meminta mereka menggunakan fitur GrabChat untuk berkomunikasi.
    - Fitur pesan instan khusus bagi teman Tuli untuk mendapatkan dukungan dari tim Layanan Pelanggan di manapun mereka membutuhkan.
    - Kartu petunjuk di dalam mobil atau di atas motor untuk memfasilitasi komunikasi non-verbal yang lebih baik antara pengemudi dan penumpang, mencakup permintaan yang sering ditemui seperti petunjuk arah, temperatur pendingin udara atau pembayaran parkir atau tol.
    - Materi pelatihan mendalam dengan teks tambahan lokal serta bahasa isyarat untuk memastikan proses registrasi yang lebih mudah bagi teman Tuli.
    - Kampanye edukasi publik untuk meningkatkan komunikasi yang lebih baik serta empati antara mitra pengemudi dan pelanggan, menyampaikan kemungkinan kesalahpahaman yang bisa terjadi dan meningkatkan kepercayaan terhadap teman Tuli untuk melakukan pekerjaan mereka dengan baik.

    Grab berencana untuk menambah berbagai hal penting dalam program ini di tahun ini, termasuk:
    - Informasi yang langsung muncul dalam aplikasi yang akan mengindikasikan bahwa mitra pengemudi tersebut Tuli. Saat ini pelanggan menerima notifikasi dalam fitur GrabChat.
    - Menonaktifkan fitur telepon bagi teman Tuli dan orang dengan keterbatasan pendengaran. Hal ini untuk menghindari pelanggan yang mencoba menghubungi mitra pengemudi Tuli dengan telepon.
    - Petunjuk komunikasi dalam aplikasi yang menunjukkan cara berinteraksi dengan mitra pengemudi Tuli.

    Oleh: arfan sauki / fan

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Pempov Jabar dan Investor Tandatangani 26 MoU Proyek Investasi senilai Rp53,8 Triliun
    Telkomsel Kembali Gelar IndonesiaNEXT 2019
    PT Jaswita Diminta Tingkatkan PAD dari Pariwisata
    GrabWheels, Cara Mudah Jelajahi Kampus Ganesha ITB
    Nelayan Indramayu Melaut ke Indonesia Timur

    Editorial