web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Bus Damri Masih jadi Pilihan Penumpang di BIJB

    Bus Damri Masih jadi Pilihan Penumpang di BIJB

    • Senin, 23 September 2019 | 20:30:00 WIB
    • 0 Komentar
     
    JuaraNews, Bandung-- Sejak penataan rute dilakukan dari Bandara Husein Sastranegara (BDO) ke Bandara Internasional Kertajati (KJT), Bus Damri masih menjadi pilihan transportasi masyarakat. Selain gratis, Damri menawarkan perjalanan setiap dua jam untuk mencapai ke Bandara yang ada di Kabupaten Majalengka tersebut.
     
    Bukan hanya Damri, PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) juga merangkul moda transportasi lainnya seperti shuttle dan taksi daring sebagai pilihan masyarakat yang ingin terbang dari Bandara Kertajati. Ada 11 pilihan tranportasi dengan 11 rute yang tersedia saat ini yakni ; Bandung, Cirebon, Kuningan, Indramayu, Tasikmalaya, Purwakarta, Sumedang, Karawang, Majalengka dan Tegal.
     
    "Pilihan moda transportasi untuk menjangkau Bandara Kertajati itu  cukup banyak, tapi memang Damri masih menjadi pilihan masyarakat karena gratis. Ini sebagai bentuk perhatian kebaikan pemerintah kepada Bandara Kertajati," kata Direktur PT BIJB Muhamad Singgih dalam keterangan tertulisnya di Majalengka, Senin, (23/09/2019).
     
     Dari catatan, sejak 1 - 19 September 2019 ada 14.253 orang terakomodir oleh berbagai moda transportasi yang menggunakan fasilitas Bandara Kertajati untuk pilihan terbang. Dalam periode tersebut sekitar 9.823 orang diantaranya memilih Bus Damri. Adapun sisanya menggunakan shuttle dan taksi online.
     
     Penumpang ternyata masih juga didominasi dari kawasan Bandung Raya dengan angka penumpang mencapai 11.647 orang. Disusul Cirebon dengan 1.161 dan Sumedang serta Tasikmalaya yang masing-masing mendekati 400 orang.
     
     "Yang buat kita terkejut juga justru masyarakat Tegal yang cukup banyak menggunakan Bandara ini. Dua minggu saja ada 219 orang menggunakan angkutan umum. Data ini belum yang menggunakan kendaraan pribadi," terangnya.
     
    PT BIJB dan beberapa pihak menurut Singgih masih memiliki pekerjaan besar untuk meng-create penumpang yang ada di wilayah cakupan seperti Indramayu, Kuningan dan Majalengka. Bergerak ke Barat penumpang potensi besar juga ada di Karawang, Purwakarta dan Subang yang sedang di maksimalkan untuk tersosialisasi.
     
    "Kita ingin Bandara yang sudah dibuat susah payah ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jawa Barat. Bukan Cuma orang Majalengka, Cirebon, atau Bandung, tapi seluruhnya. Apalagi saya optimis jika Tol Cisumdawu selesai, Bandara dan potensi wilayahnya ini akan berkembang pesat. Karena Cisumdawu ini memang kunci untuk maksimalkan Bandara ini," imbuhnya.
     
    Singgih menerangkan, jumlah penumpang pasca penataan rute yang efektif dimulai sejak 30 Juni 2019, memang mengalami peningkatan jumlah penumpang secara siginifikan yang bisa menyentuh 4.000 penumpang seharinya. Namun saat ini ketika memasuki periode low season jumlah penumpang masih dalam angka sekitar 2.500 - 3.000 setiap harinya.
     
     "Ketika ada penurunan itu hal wajar karena saat ini memasuki low season. Ini juga yang dialami bandara lain ketika memasuki periode ini," imbuh Singgih seraya menyebutkan jumlah penumpang di Kertajati sejak penataan rute hingga 22 September mencapai 243.756 penumpang.
     
     
    Penamaan Bandara BJ Habibie
    Isu penamaan Bandara Kertajati menjadi Bandara BJ Habibie mencuat sepekan ke belakang. Bandara Kertajati yang saat ini masih menggunakan nama sementara dinilai pantas disematkan sebagai bentuk penghormatan Presiden RI ke-3 itu di dunia Dirgantara.
     
    Singgih mengakui, nama mendiang BJ Habibie memang begitu besar dan harum di dunia Dirgantara baik nasional maupun internasional. Sosok teknokrat cerdas dan brilian itu sudah sangat dikenal lewat inovasinya di bidang kedirgantaraan dan penerbangan. Sedikitnya empat jenis pesawat, yakni N 250, R 80, C-130 Hercules, dan Dornier Do 31 menjadi hasil karyanya. Sehingga penamaan BJ Habibie tidak masalah asal itu kesepakatan bersama.
     
    "Pada dasarnya penamaan Bandara ini kita serahkan kepada Pemprov Jabar yang tentu melalui persetujuan DPRD. Kita hanya sebagai pelaksana dari pada yang menjalankan bisnis bandara ini akan mengikuti apa yang dikehendaki masyarakat dan diputuskan Gubernur Jabar," paparnya.
     
    "Tapi yang pasti nama Habibie akan membawa dampak baik buat Kertajati karena di Aerocity Kertajati sendiri rencananya akan ada semacam hanggar pembuatan produksi pesawat dari hasil ide Pak Habibie," jawab Singgih.(*)
     

    bas

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Terkait


    Berita Lainnya


    8 Kabupaten/Kota di Jabar Sudah Siap Selenggarakan Pilkada 2020
    2020 UMK  Karawang Tertinggi di Jabar
    Pj. Sekda Jabar Lantik Pengurus BKOW Masa Bakti 2019-2024
    Jabar Raih Predikat Provinsi Informatif
    Terima Audiensi Buruh, Wagub: Pemprov Jabar Berusaha Berikan Keadilan

    Editorial


    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Minggu (10/11/2019) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.