web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Nelayan di Jabar Masih Banyak Belum Bersertifikat
    JuaraNews/Abdul Basir Kadiskanlut Jabar Jafar Ismail

    Nelayan di Jabar Masih Banyak Belum Bersertifikat

    • Kamis, 12 September 2019 | 18:26:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung-Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Provinsi Jawa Barat terus mendorong nelayan di Jawa Barat untuk memiliki sertifikat internasional.

    Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat,Jafar Ismail mengatakan, saat Ini Baru sedikit nelayan di Jawa Barat memiliki sertifikat, Kedepannya ia berkeinginan seluruh nelayan bisa memiliki sertifikat tersebut.

    "Sebanyak-banyaknya nelayan di Jabar bersertifikat, saat ini kurang lebih ada 200 nelayan memiliki sertifikat," ujar fajar di acara Jabar punya informasi (Japri) di lobby museum gedung sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Kamis (12/09/2019).

    Dikatakanya, Baru seditnya nelayan yang memiliki sertifikat, lantaran mahalnya biaya yang harus di keluarkan untuk mengikuti pelatihan Basic. Selian itu lokasi yang sangat jauh di luar Jawa Barat.

    "Yang mengeluarkan adalah kementerian yang berada di Tegal UPT pusat yang berbeda di Tegal. Karena kita harus mengrim ke Tegal dengan biaya yang sangat mahal satu orang hampir 13 sampai 14 juta," katanya.

    Namun, Kedepan ia berharap Jawa Barat memiliki tempat pelatihan untuk nelayan dengan prasarana yang memadai, pasalnya saat saat ini baru bekerjasama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Mundu Kabupeten Cirebon.

    "Kita mungkin akan bekerja sama dengan SMK yang ada itu SMK di Mundu Cirebon mereka sudah mengeluarkan Basic. SMK di Mundu sudah mengeluarkan sertifikat itu sudah sejak 3 tahun yang lalu," ungkapnya.

    "Di Selatan belum ada kemarin yang mengajukan di Cianjur dan Cidaun ingin mempunyai tapi harus memiliki prasarana terlebih dahulu di siapkan kemudian guru-guru yang melatihnya di persiapkan jadi masih lama," katanya.

    Jafar menjelaskan, penting nelayan memiliki sertifikat tersebut,hal itu dikarenakan sertifikat itu lebih kepada keterampilan nelayan untuk menangkap ikan di laut.

    "Jadi bagaimana kalau ada kecelakaan, bagaimana dia ada standar-standar tertentu untuk penangkapan ikan, boleh juga tidak di gunakan untuk sampai bekerja di kapal asing juga tidak apa-apa untuk keraja di kita karena itu di persyaratan oleh sertifikasinya," tutupnya (*).

     

    bas

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Terkait


    Berita Lainnya


    Mahasiswa Bandung Demo Menolak Revisi UU KPK
    Pemprov Jabar Dorong Percepatan Tol Cisumdawu
    DPRD Jabar Usulkan Penambahan Pimpinan
    DPRD Jabar Umumkan Calon Pimpinan Dewan 2014-2024
    Emil Setuju Nama BIJB jadi Bandara Habibe

    Editorial