web stats service from statcounter

Hot News


  • Persib Bawa 22 Pemain hadapi Persebaya di Bali
    Persib Bawa 22 Pemain hadapi Persebaya di Bali
    • 15 Oktober 2019 | 18:38:00 WIB

    TIM Persib membawa 22 pemain ke Bali untuk melakoni laga tandang kontra Persebaya yang akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (18/10/2019).

Inspirasi


    Hotel Horison Mengawali Pembangunan Kawasan Rebana
    istimewa/humas pemprov jabar Emil saat peletakan batu pertama Hotel Horison

    Hotel Horison Mengawali Pembangunan Kawasan Rebana

    • Rabu, 11 September 2019 | 18:16:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Majalengka - Gubernur Jabar Ridwan Kamil melakukan peletakan batu pertama pembangunan Hotel Horison Ultima Kertajati di Kertajati, Kabupaten Majalengka, Rabu (11/9/2019).

    Peletakan batu pertama pembangunan Hotel Horison tersebut menjadi pertanda dimulainya pengembangan kawasan Segitiga Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati).

    Peletakan batu pertama itandai dengan penekanan tombol sirine yang dilakukan Gubernur Emil, Bupati Majalengka Karna Sobahi, Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana, Komisaris PT Metropolitan Land Nanda Widya, Presiden Direktur PT Metropolitan Land Thomas J Angfendy, dan jajaran Direksi Metland.

    "Ini kick-off bahwa konsep kawasan Rebana dimulai optimismenya dengan groundbreaking (peletakan batu pertama) hari ini," kata Emil.

    "Karena masa depan Jawa Barat saya ramalkan akan hadir di kawasan ini, jantungnya ada di Majalengka," tambahnya.

    Menurut Emil, tidak ada kawasan strategis di Indonesia seperti Rebana --kawasan yang berdekatan dengan pelabuhan Patimban dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Dia pun menyebut kawasan Rebana sebagai kota futuristik.

    "Tidak ada kawasan pelabuhan yang berdekatan dengan bandar udara. Cari di Indonesia yang punya kawasan se-strategis ini," katanya.

    Selain itu, Emil juga berharap Hotel Horison Ultima Kertajati bisa membawa kemajuan bagi Majalengka. Apalagi, sektor pariwisata Majalengka sedang berkembang. Hal itu membuat Majalengka menjadi salah satu destinasi wisatawan yang datang ke Jabar. Dia pun meminta agar Metland memprioritaskan warga lokal untuk bekerja di hotelnya.

    "Saya yakin pembangunan hotel ini akan membawa kemajuan luar biasa. Dan saya minta prioritaskan warga lokal (pekerjanya)," ucapnya.

    Sementara itu, Bupati Majalengka Karna Sobahi menyambut baik pembangunan Hotel Horison Ultima Kertajati. Menurut dia, hotel tersebut tidak hanya menjadi infrastruktur pendukung kawasan sekitar Bandara Kertajati, tetapi juga sarana pendukung pariwisata di Majalengka.

    Apalagi, kata Karna, saat ini Majalengka tengah sibuk menerima kedatangan para investor yang ingin menanamkan modalnya di Majalengka. "Kami berkomitmen bagaimana investor merasa aman, nyaman, dan sejuk melaksanakan investasinya," ucapnya.

    Karna menjelaskan, realisasi investasi Kabupaten Majalengka selama dua tahun terus meningkat. Pada 2017 dan 2018, nilai investasi di Majalengka sebesar Rp551,9 miliar dan Rp1,145 triliun. Sedangkan, pada Januari-Agustus 2019, nilai investasi mencapai Rp1,3 triliun.

    "Nilai investasi kami sebesar 60 persen berasal dari penanaman modal asing (PMA) dan 40 persen dari dalam negeri," katanya.

    Selain itu, Pemprov Jabar memberikan bantuan program strategis untuk Majalengka, seperti bantuan untuk pembangunan Alun-Alun Majalengka senilai Rp18 miliar dan pengembangan kawasan destinasi wisata.

    "Sehingga, saat ini, kami sedang memperkuat RTRW yang sedang kami sesuaikan degan RTRW provinsi," kata Karna.

    PT Metropolitan Land melalui anak perusahaan PT Sumber Tata Lestari menghadirkan Hotel Horison Ultima Kertajati untuk memenuhi kebutuhan akomodasi penumpang pesawat terbang, serta masyarakat lain yang beraktivitas di BIJB Kertajati.

    "Kami merupakan pihak swasta pertama yang turut serta dalam pembangunan pengembangan sarana pendukung Bandara Kertajati atau kawasan airport city," ungkap Thomas J Angfendy.

    Hotel Horison Ultima Kertajati ini merupakan hotel bintang 4 dengan desain modern dan sentuhan lokal. Dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 10.890 meter persegi, hotel ini terdiri dari 8 lantai dan 1 lantai, serta 110 kamar untuk pembangunan tahap pertama dari rencana 200 kamar. Fasilitas di antaranya convention hall dengan kapasitas hingga 700 orang, ruang meeting, kolam renang, lobby lounge, restoran, fitness center, dan area komersial.

    "Lokasi Hotel Horison Ultima Kertajati sangat strategis, hanya berjarak dua kilometer dari Bandara (Kertajati). Hal ini memberikan nilai tambah untuk hotel," kata Thomas.

    Target Hotel Horison Ultima Kertajati adalah para crew maskapai penerbangan, traveler, wisatawan domestik maupun asing yang singgah di Kertajati, serta para karyawan dan eksekutif yang bekerja di kawasan industri sekitar Kertajati.

    Hibah Tanah untuk Rumah Sakit
    Pada kesempatan sama, PT Metropolitan Land juga menghibahkan tanah seluas 2 hektare. Tanah ini diperuntukkan untuk pembangunan rumah sakit (RS).

    "Metland juga menghibahkan 2 hektare tanahnya untuk kepentingan masyarakat Majalengka dan masyarakat Jawa Barat. Nanti kita proses jadi rumah sakit yang terbaik dan bisa melayani pelayanan kesehatan masyarakat," kata Emil.

    Emil mengatakan, pendanaan untuk pembangunan rumah sakit tersebut bisa dari berbagai sumber dana, seperti APBD Kabupaten Majalengka ataupun APBD Jabar. Target pembangunan rumah sakit diharapkan selesai maksimal dalam waktu 3 tahun.

    "Nanti bagaimana membangun, apakah porsi APBD (kabupaten) atau porsi (APBD) provinsi, ataupun nasional (APBN), enggak ada masalah, akan kita carikan. Tapi, dalam hitungan tahun harusnya sudah berdiri rumah sakit yang baik. Kalau membangun paling cepet setahun, paling lama tiga tahun," ucapnya.

    Presiden Direktur PT Metropolitan Land Thomas J Angfendy menuturkan, rumah sakit tersebut diharapkan juga bisa menjadi fasilitas pendukung Bandara Kertajati. Lokasi tanah ini berjarak 600 meter dari Hotel Horison Ultima Kertajati.

    "Kami berniat menghibahkan juga tanah dua ketar agar bisa dibangun fasilitas pendukung airport Kertajati yaitu berupa rumah sakit," kata Thomas. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Telkomsel Kembali Gelar IndonesiaNEXT 2019
    PT Jaswita Diminta Tingkatkan PAD dari Pariwisata
    GrabWheels, Cara Mudah Jelajahi Kampus Ganesha ITB
    Nelayan Indramayu Melaut ke Indonesia Timur
    Telkomsel Gelar Acara  Millennials Talk

    Editorial