web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Disnakertrans Beri Pelatihan Kerja di Pesantren
    Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum

    Disnakertrans Beri Pelatihan Kerja di Pesantren

    • Rabu, 11 September 2019 | 09:37:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Cirebon – Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menyambut positif Pelatihan Kerja Mandiri melalui MTU (Mobile Training Unit) Angkatan VII yang digelar Disnakertrans Jabar.

    Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar melalui program Smart Nakertrans menyelenggarakan pelatihan melalui MTU fokus kepada sektor pertanian, pariwisata dan kewiraswastaan. Pelatihan digelar di Pondok Pesantren Al Ishlah 2 Desa Buntet, Kec. Astanajapura, Kab.Cirebon, Selasa (10/9/2019).

    "Dengan MTU, masyarakat tidak perlu mendatangi tempat-tempat pelatihan, tapi negara yang hadir di tengah masyarakat memberi pelatihan," kata Uu saat membuka kegiatan tersebut.

    Uu mengatakan, tren pengangguran di Jawa Barat turun sebesar 0,44 persen pada 2019 dari 8,17 persen pada Agustus 2018. Meski begitu, jumlah pengangguran terbuka di Jawa Barat sekira 1,84 juta orang tergolong masih tinggi.

    Selain Smart Nakertrans, ada dua program unggulan lain dari Disnakertrans Jabar yakni Migran Juara dan Milenial Juara.  Adapun MTU sendiri menjadi model penanganan yang diberikan Pemdaprov Jabar untuk mengurangi ketidaksesuaian antara kurikulum yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan kompetensi di dunia industri.

    "Dengan memberikan pelatihan, baik dalam tataran hard skills maupun soft skills, pelatihan kerja tersebut bertujuan untuk menambah kualitas dan daya saing para pesertanya sehingga nantinya dapat memiliki kesempatan kerja dan kesempatan berusaha," kata Uu.

    Kepala Disnakertrans Jabar M Ade Afriandi mengatakan, MTU bertujuan menambah skill, minat, membentuk kelompok usaha, sehingga diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran. Pada MTU kali ini, dididik sejumlah santri yang belum mempunyai skill dan kesempatan kerja. 

    "Peserta 30 orang, hasil rekrutmen dan arah minat peserta, ada 15 orang di bidang kuliner dan 15 santri di bidang las listrik dasar," kata Ade.

    Ade menambahkan pihaknya pun menyediakan tenaga profesional sebagai pengajar. Lewat pendekatan partisipatif, pelatihan teknis dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren Al Ishlah II, sementara pelatihan soft skills dilakukan di Balai Latihan Kerja Mandiri Kantor Disnakertrans Jabar di Kota Bandung. "Pelatihan lima hari kalender, dibagi dua tahapan teknis empat hari, soft skills satu hari di Bandung," tambahnya.  (*)

    ude

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Terkait


    Berita Lainnya


    Mahasiswa Bandung Demo Menolak Revisi UU KPK
    Pemprov Jabar Dorong Percepatan Tol Cisumdawu
    DPRD Jabar Usulkan Penambahan Pimpinan
    DPRD Jabar Umumkan Calon Pimpinan Dewan 2014-2024
    Emil Setuju Nama BIJB jadi Bandara Habibe

    Editorial