web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Wagub Uu: Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Penting
    istimewa/humas pemprov jabar Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

    Wagub Uu: Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Penting

    • Selasa, 10 September 2019 | 15:40:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung – Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menyatakan, perlindungan ketenagakerjaan perlu didorong untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, baik pekerja formal atau penerima upah maupun pekerja informal atau bukan penerima upah via jaminan sosial ketenagakerjaan.

    Karena itu, Uu mengapresiasi Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau Paritrana Award 2019. Menurut dia, program tersebut mampu meningkatkan kepedulian semua pihak, baik pemerintah, pengusaha, dan masyarakat, akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

    "Terutama yang berada di lingkup pemerintahan daerah yang telah mendapatkan honor, insentif untuk didorong menjadi peserta sehingga apabila terjadi risiko sosial pekerja tidak kehilangan peluang manfaat perlindungan," ucap Uu saat menghadiri Sosialisasi Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan 2019-BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Hilton, Kota Bandung, Selasa (10/9/2019).

    Uu mengatakan, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaa di Jabar belum 100 persen. Masih ada pekerja formal maupun informal yang belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

    Karena itu, Uu mengajak seluruh stakeholder untuk meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Jabar. Sebab, kata dia, meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan para pekerja adalah tugas bersama.

    Saat ini, ada 20,9 juta penduduk Jabar yang bekerja. Rinciannya, 10,8 juta pekerja formal dan 10,1 juta pekerja informal. "Jumlah tersebut adalah jumlah pekerja Jawa Barat yang harus mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," kata Uu.

    "Saat ini terdapat 50 persen pekerja formal atau setara 5 juta pekerja yang mendapat jaminan sosial, sementara sektor informal atau bukan penerima upah terdapat 95 persen atau setara 9,5 juta pekerja yang sudah mendapat jaminan sosial," tambahnya.

    Uu menyebut Pemprov Jabar memiliki peran dalam aspek regulasi. Salah satunya adalah membuat kebijakan dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian semua pihak akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Sedangkan, perusahaan harus mematuhi regulasi yang berlaku.

    "Dan para pekerja dapat meningkatkan etos kerja yang berdampak pada produktivitas," tutupnya. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 36,01 Persen
    Ke Jepang, Ridwan Kamil Bawa Buku Menu Investasi Jabar
    Jabar Bertranformasi, Ridwan Kamil Beberkan Peluang Investasi pada Investor Jepang
    Ingin Bebas Denda Pajak Kendaran Bermotor? Berikut Syarat dan Ketentuan
    Pemprov Jabar Beri Amnesti Denda dan Diskon Pajak bagi Penunggak 5 Tahun atau Lebih

    Editorial


    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Minggu (10/11/2019) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.