web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Pemprov Jabar Gagas Tranportasi Juara
    istimewa/humas pemprov jabar Emil saat groundbreaking fly ober di Kiota Bandung

    Pemprov Jabar Gagas Tranportasi Juara

    • Senin, 9 September 2019 | 16:29:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Pemerataan pembangunan lingkungan dan tata ruang berkelanjutan melalui peningkatan konektivitas antar-wilayah serta penataan daerah menjadi atensi Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil dan wakilnya, Uu Ruzhanul Ulum.

    Guna merealisasikan hal tersebut, Pemprov Jabar menggagas Tranportasi Juara yang bertujuan untuk meningkatkan aksestabilitas dan mobilitas transportasi menuju pusat-pusat perekonomian, yakni Bodebek, Bandung Raya, Cirebon Raya, Palabuhan Ratu Raya, Ranca Buaya Raya, dan Pangandaran Raya.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar Hery Antasari mengatakan, pengembangan sistem jaringan transportasi massal berbasis jalan dan rel yang aman, nyaman, terjangkau, dan antar-moda menjadi fokus Pemprov Jabar dalam 5 tahun ke depan.

    Terkait pengembangan transportasi massal berbasis jalan, Pemprov Jabar berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana terminal dan moda angkutan. Salah satunya adalah memiliki 30 terminal tipe B 10, antar-kota dan antar-provinsi.

    “Saat ini, Jabar baru memiliki 14 terminal tipe B. Selain melakukan pembangunan terminal, kita akan merehabilitasi dan merevitalisasi ke-14 terminal yang sudah ada di Jabar,” kata Hery.

    Selain itu, Pemprov Jabar akan menyediakan bus gratis bersubsidi dan bus wisata di 27 kabupaten/kota yang saat ini sudah ada di 13 kabupaten/kota. Pemasangan fasilitas lalu lintas, rambu, marka, PJU pun tidak luput dari perhatian Pemprov Jabar.

    Soal pengembangan transportasi massal berbasis rel, Pemprov Jabar akan merevitalisasi dan mengaktifkan kembali jalur-jalur rel kereta api yang sudah ada. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan prasarana transportasi kereta api.

    “Kemudian, kita juga melakukan angkutan berbasis rel, bisa monorail, LRT, maupun cable car. Itu tergantung feasibility study-nya ke arah teknologi yang mana. Kita juga akan membantu dan memfasilitasi pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung oleh pemerintah pusat. Dan penanganan perlintasan sebidang, antara bidang jalan dan bidang kereta api,” papar Hery.

    Menurut Hery, sudah banyak langkah yang dilakukan Pemprov Jabar dalam perencanaan pengembangan sistem transportasi massal berbasis rel. Pertama adalah membangun konektivitas bebasis rel ke pusat kota melalui pembangunan kereta lokal yang menyambungkan Stasiun Tegalluar ke Stasiun Cimekar. Hal itu dilakukan sebagai upaya membangun konektivitas kereta api cepat Jakarta-Bandung.

    “Kemudian mengaktifkan kembali jalur rel kereta api. Dari rencana 4 (empat) jalur, pemerintah sudah hampir selesai mengaktifkan kembali jalur Cibatu-Garut-Cikajang yang akan diujicobakan tahun ini tahap I sampai Stasiun Garut. Sepanjang jalur itu, ada 3 stasiun yang kami rehabilitasi,” katanya.

    “Berikutnya yang sedang dijajaki adalah reaktifasi Rancaekek-Tanjungsari yang nanti kedepan lanjut ke Kertajati, kami akan bantu PT KAI untuk proses penertiban jalurnya. Ketiga Bandung-Ciwidey, keempat Banjar-Pangandaran-Cijulang. Selain itu juga direhabilitasi jalur Cianjur-Sukabumi-Padalarang. Awal tahun depan bisa terkoneksi,” tambahnya.

    Dengan Transportasi Juara, Hery optimistis kemandirian transportasi Jabar juara dapat terwujud. “Kita harus mandiri sebagai individual entity provinsi, memiliki simpul transportasi utama yang representatif baik pelabuhan utama maupun bandara utama, untuk maju secara optimal,” tutupnya. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Mahasiswa Bandung Demo Menolak Revisi UU KPK
    Pemprov Jabar Dorong Percepatan Tol Cisumdawu
    DPRD Jabar Usulkan Penambahan Pimpinan
    DPRD Jabar Umumkan Calon Pimpinan Dewan 2014-2024
    Emil Setuju Nama BIJB jadi Bandara Habibe

    Editorial