web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Wagub Imbau Netizen Tabayyun demi Internet Sehat
    istimewa/humas pemprov jabar Wagub Uu saat sambutan di seminar Internet Sehat

    Wagub Imbau Netizen Tabayyun demi Internet Sehat

    • Jumat, 6 September 2019 | 14:13:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Di era digitalisasi, semua orang mudah menerima sekaligus menyebarkan informasi. Namun, apakah informasi yang kita terima itu selalu benar? Itulah pentingnya tabayyun alias mencari kejelasan hingga sahih.

    Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengungkapkan, tabayyun penting dilakukan penerima informasi sebagai filter atau penyaring dari setiap informasi yang beredar, terutama berita di media sosial (medsos).

    Setelah tahu bahwa informasi itu benar pun, lanjut Uu, warganet alias netizen perlu berpikir apa manfaat dan mudarat informasi tersebut untuk disebarluaskan.

    “Yang namanya berita bisa benar, bisa salah. Maka dalam agama kalau datang berita maka harus ada tabayyun alias check and recheck,” ucap Uu saat membuka seminar 'Internet Sehat dan Pencegahan Ujaran Kebencian' di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Jumat (6/9/2019).

    “Jadi, saya imbau kepada warga kalau ada berita-berita yang benar atau tidak, jangan langsung disebarluaskan. Tapi harus dipikirkan dulu, harus disaring dulu benar atau tidaknya, sehingga jangan sampai sudah tersesat tapi menyesatkan juga orang lain,” tambahnya.

    Uu pun menyambut positif seminar 'Internet Sehat dan Pencegahan Ujaran Kebencian' yang dinilai penting di era teknologi komunikasi dan informasi untuk mencegah dan meminimalkan terjadinya ujaran kebencian yang berawal dari medsos.

    Menurut Uu, ujaran kebencian merupakan salah satu bentuk negatif dari penggunaan internet. Uu mengimbau masyarakat memanfaatkan internet untuk kegiatan positif.

    "Internet dipakai untuk mencari ilmu, lapangan kerja, peluang ekonomi, bahkan peluang jodoh pun bisa dimanfaatkan. Maka mari kita manfaatkan kehadiran internet di dunia maya ini untuk kemanfaatan, untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan negara, jangan dijadikan kemudaratan,” ucap Uu.

    Dalam seminar yang diikuti 100 pelajar dan mahasiswa dari Kota Bandung ini, turut hadir Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia (HAM) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Mualimin Abdi.

    Menurut Abdi, Internet Sehat terwujud saat internet digunakan untuk hal-hal yang bersifat positif, bukan untuk melakukan ujaran kebencian melalui fitnah atau berita bohong (hoaks).

    “Kalau internet digunakan untuk hal-hal yang baik, maka insya Allah di Republik Indonesia yang kita cintai tidak lagi tersebar informasi-informasi yang sifatnya hoaks, yang kemudian muncul akibat-akibat yang tidak kita inginkan,” ucap Abdi.

    Lantas, bukankah kebebasan menyampaikan pendapat adalah bagian dari HAM? Ya. Tetapi, lanjut Abdi, implementasi HAM di dalamnya termasuk memperhatikan hak asasi orang lain.

    "Misalnya ada berita hoaks jembatan putus. Maka hak asasi orang di sana terganggu. Karena, dia mestinya memperoleh pekerjaan, penghasilan, uang, dan pendidikan, (tapi) menjadi terganggu," kata Abdi.

    Seminar 'Internet Sehat dan Pencegahan Ujaran Kebencian' ini merupakan komitmen pemerintah pusat melalui Ditjen HAM Kemenkumham bekerja sama dengan Pemprov Jabar dalam mewujudkan penghormatan, pemajuan, pemenuhan, dan perlindungan HAM.

    Maksud dan tujuan diselenggarakannya seminar ini, yaitu pertama, memberikan pemahaman mengenai penggunaan internet secara bijak, guna memaksimalkan dampak positif internet dan meminimalkan dampak negatif dari berinternet, sehingga tercipta masyarakat cerdas dan produktif.

    Kedua, memberikan pemahaman kepada pelajar dan mahasiswa tentang pencegahan ujaran kebencian, sehingga mampu mengidentifikasi pesan-pesan bernuansa ujaran kebencian dan cara menanggulanginya.

    Bertindak sebagai narasumber seminar, yakni Direktur Kerja Sama HAM Ditjen HAM Kemenkumham Bambang Iriana Djajatmadja, Kepala Seksi Kerja Sama Bilateral Ditjen HAM Kemenkumham Rd Gina Satyana, dan akademisi Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Widati Wulandari. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Jabar Raih Predikat Provinsi Informatif
    Terima Audiensi Buruh, Wagub: Pemprov Jabar Berusaha Berikan Keadilan
     Lewat Pilkada Langsung, Emil Berharap ada Perbaikan Proses Demokrasi
    Milenials Camp, Pelajar se-Jabar Deklarasikan Anti Radikalisme
    Atalia Sebut Pengembangan Diri Remaja Perlu Diperhatikan

    Editorial


    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Minggu (10/11/2019) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.