web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Kemendagri Evaluasi Pilpres dan Pileg di Jabar
    istimewa/humas pemprov jabar Daud Achmad menerima tim Balitbang Kemendagri

    Kemendagri Evaluasi Pilpres dan Pileg di Jabar

    • Rabu, 4 September 2019 | 19:34:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Daud Achmad menerima Tim Ahli Peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Rabu (4/9/2019).

    Dalam pertemuan tersebut, Tim Ahli Peneliti mewawancarai Daud terkait gambaran evaluasi penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Jabar, khususnya Kota Bandung.

    "Mereka (tim peneliti) akan mengumpulkan data-data yang kemudian menjadi suatu bahan evaluasi dan akan dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri," kata Daud.

    "Tim ini, tadi saya tanya, ternyata memang disebar ke seluruh Indonesia. Untuk di Jawa Barat (pengarah) yang memimpin adalah Prof Djohermansyah Djohan mantan Dirjen Otda, kemudian ada Prof Siti Zuhro dan Prof Kristiadi," tambahnya.

    Daud mengungkapkan, pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019 di Jabar berlangsung dalam kondisi aman dan terkendali. Bahkan, tingkat partisipasi Pilpres mencapai 75 persen dan Pileg mencapai 80 persen.

    Artinya, lanjut Daud, masyarakat se-Jabar antusias untuk memberikan pilihan suaranya dalam sebuah pemilihan yang demokratis.

    "Selain itu, daerah tertinggi untuk (partisipasi) Pilpres dan Pileg ada di Kota Cimahi, mencapai angka partisipasi 87 persen. Kemudian yang terendah untuk Pilpres itu di Kabupaten Indramayu, sebesar 71 persen. Sementara, partisipasi Pileg terendah di Kabupaten Karawang," papar Daud.

    Kota Bandung sendiri akan menjadi sampel lokasi penelitian oleh tim ahli tersebut. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan adanya contoh dari kabupaten/kota lainnya di Jabar.

    "Saya berharap dari hasil evaluasi, kemudian dari data-data yang secara objektif dikumpulkan oleh tim ini, bisa memberikan sebuah saran untuk Pilpres dan Pileg berikutnya," ucap Daud.

    "Apakah dari hasil evaluasi itu, (Pilpres dan Pileg) efektif dan efisien untuk disatukan seperti kemarin? Atau misalnya dipisah antara pemilihan Pilpres, kepala daerah dan Pileg," pungkas Daud. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Presiden Jokowi Serahkan TKDD 2020 untuk Jabar
    Wagub Jabar: Hari Aksara Internasional Jadi Momentum Berantas Buta Huruf
    Indramayu Daerah Paling Rawan Pelanggaran Pilkada
    Antisipasi Kecurangan Pilkada, Bawaslu Siapkan Sekolah Kader Pengawas
    Pengamat: Pemerintah Perlu Gandeng Perguruan Tinggi Kaji Pilkada Langsung