3 Teori Entaskan Kemiskinan & Pertumbuhan Ekonomi - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    3 Teori Entaskan Kemiskinan & Pertumbuhan Ekonomi
    istimewa/humas pemprov jabar Emil memimpin rapat OPD Pemprov Jabar

    3 Teori Entaskan Kemiskinan & Pertumbuhan Ekonomi

    • Senin, 2 September 2019 | 21:58:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung – Ada tiga hal yang perlu dilakukan Pemprov Jabar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menekan angka kemiskinan.

    Demikian dikatakan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam arahannya kepada para Kepala OPD dan pejabat Pemprov Jabar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (2/9/2019).

    “Saya meyakini teori pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi terbagi tiga,” kata Emil.

    Teori pertama adalah memperbanyak investasi. Oleh karena itu, promosi dan kondusivitas keamanan wilayah perlu dijaga agar investor tertarik untuk menanamkan modalnya.

    “Maka, saya terus meminta kepada bapak/ibu memberikan terus citra positif ke luar, bahwa kalau mau investasi di Jawa Barat saja. Dimulai dari urusan kondusivitas keamanan, itu menjadi ujung tombak,” ucap Emil.

    Teori kedua, menurut Emil, yaitu pembangunan infrastruktur sebagai faktor penting penggerak ekonomi daerah. Untuk itu, pembangunan infrastruktur harus dipercepat. Apalagi, penduduk Provinsi Jabar nyaris 50 juta jiwa.

    “Investasi berbanding lurus dengan kesiapan infrastruktur. Maka Dinas PUPR dan Bappeda harus meyakinkan urgensi penambahan tol baru, kemacetannya, bandar udara juga mengingat populasi penduduk hampir 50 juta,” katanya.

    Emil menuturkan, konsep pengembangan infrastruktur transportasi di Jabar harus pula memperhatikan jasa transpotasi barang. “Kalau saya pada prinsipnya setiap ada angkutan jangan melulu angkutan penumpang, tapi di dalamnya juga harus dikonsepkan juga yang namanya angkutan barang. Jadi, angkut-angkut barang seperti pakai kereta perlu dimaksimalkan,” papar Emil.

    “Termasuk Bandara Kertajati tidak 100 persen hanya mengandalkan pertumbuhan penumpang, tapi juga arus barang yang sedang kita siapkan,” tambahnya.

    Teori ketiga adalah pengembangan kewirausahaan. Pemprov Jabar memiliki berbagai program seperti One Pesantren One Product, Kredit Mesra, hingga Satu Desa Satu Perusahaan.

    “Teori selanjutnya untuk mengembangkan Jawa Barat juara ekonomi adalah mengembangkan entrepreneurship. Itulah kenapa One Pesantren One Product harus sukses dan direalisasikan bersama-sama, program Kredit Mesra,” ungkap Emil.

    “Jadi, program Kredit Cinta Rakyat (KCR) itu kita pindahkan ke Kredit Mesra. Karena ada ratusan miliar (dari KCR), itu segera dieksekusi. Kemudian meng-online-kan proses dari manual, kita punya pusat digital desa bersama salah satu e-commerce,” tambahnya.

    Emil mencontohkan, saat ini sedang viral sebuah produk desa. Produk tersebut menjadi terkenal ke seluruh Indonesia gara-gara dipromosikan oleh perusahaan e-commerce.

    “Gara-gara ada Tokopedia Center itu sebuah produk barang dari desa terpencil tiba-tiba jadi hits. Ini menarik, karena ada sabun yang tidak dikenal, tapi karena ada ruang digital di desa dibawa ke ruang itu. Lalu dipromosikan oleh standarnya, difoto dengan bagus. Langsung terkenal ke seluruh Indonesia dan pesanannya luar biasa,” beber Emil.

    “Itu contoh kecil betapa dunia digital kalau dengan benar mengakselerasinya hasilnya bisa seperti itu,” tandasnya.

    Pada kesempatan tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar memaparkan sejumlah data indikator makro Jawa Barat. Penduduk Jawa Barat saat ini berjumlah 49,02 juta jiwa atau 18,37% dari total jumlah penduduk Indonesia.

    Dari sisi ekonomi, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) pada 2018 mencapai 5,64% dengan target RPJMD pada 2019 yakni di angka 5,4-5,7%. Sementara inflasi per Januari-Agustus 2019 ada di angka 2,95% dengan target RPJMD 2019 ada di angka 3-4%. Untuk indeks pembangunan manusia (IPM) mencapai 7,30 (2018) dengan target RPJMD 2019 ada di angka 71,42-71,91.

    Persentase penduduk miskin Jawa Barat per Maret 2019 mencapai 6,91% dengan target RPJMD 2019 mencapai 6,66-6,90%. Selanjutnya angka gini ratio per Maret 2019 ada di angka 0,402 dengan target RPJMD 2019 ada di angka 0,38-0,39. Sementara tingkat pengangguran terbuka per Februari 2019 ada di angka 7,73 dengan target RPJMD 2019 ada di angka 8,0-7,9. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Bandara International Jawa Barat Siap Terapkan Kebijakan Tatanan Normal Baru
    Pemprov Terapkan Protokol Kesehatan di Tempat Perbelanjaan
    Mensos Tinjau Langsung Pembayaran Bansos Tahun 2020 Melalui Pos Indonesia
    Aldrin: Tak Ada Korelasi Omnibuslaw  RUU Cipta Kerja dengan Peningkatan UMKM
    PT KAI Batalkan Semua Perjalanan Jarak Jauh
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center
      Buku Wagun

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads