web stats service from statcounter

Hot News


Editorial


    Inspirasi


      Pemprov Galakan Gerakan Ayo Buang Sampah Obat
      istimewa/humas pemprov jabar Daud Achmad dalam acara Ayo Buang Sampah Obat

      Pemprov Galakan Gerakan Ayo Buang Sampah Obat

      • Minggu, 1 September 2019 | 08:44:00 WIB
      • 0 Komentar

      JuaraNews, Bandung - Swamedikasi (pengobatan sendiri) atau upaya pengobatan yang dilakukan oleh masyarakat sebelum mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan kerap menjadi pilihan, termasuk bagi warga Jabar.

      Karena itu, Pemprov Jabar mengapresiasi upaya Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jabar dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap dampak sampah obat.

      "Permasalahan penggunaan obat di masyarakat ditemukan pada proses swamedikasi yang dilakukan secara kurang tepat," kata Plh Sekaretaris Daerah (Sekda) Jabar Daud Achmad di kawasan Car Free Day (CFD) Dago, Kota Bandung, Minggu (1/9/2019).

      Dalam kegiatan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat: 'Ayo Buang Sampah Obat!' Gerakan Waspada Obat Ilegal itu, Daud berujar bahwa data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan lebih dari 60 persen penduduk Indonesia melakukan swamedikasi.

      Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat terbiasa menyimpan obat tanpa resep di rumahnya. Dampak tindakan memilih obat-obatan secara sendiri itu menyebabkan pemusnahan obat kadaluarsa dan rusak tidak tertangani dengan baik.

      Kurang optimalnya pemusnahan sampah obat pada akhirnya bisa memunculkan masalah lain yakni munculnya obat daur ulang.

      "Yang dikhawatirkan adalah terdapat obat yang telah kadaluarsa atau telah rusak namun tidak dimusnahkan dengan benar, sehingga dapat menimbulkan masalah pada lingkungan atau didaur ulang oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," tambah Daud.

      Kepala Balai Besar POM Bandung I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa menyatakan, membuang sampah obat secara benar adalah program pemberdayaan masyarakat dalam rangka Gerakan Waspada Obat Ilegal, kelanjutan dari Aksi Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.

      Lewat gerakan 'Ayo Buang Sampah Obat!', BPOM berkolaborasi dengan asosiasi profesi dan pihak lainnya untuk mengedukasi masyarakat bagaimana cara membuang obat dengan benar.

      "Jika masyarakat tidak dapat memusnahkan secara mandiri, maka dapat mengembalikan obat kadaluarsa dan rusak tersebut ke dropbox yang tersedia di apotek bertanda khusus, untuk didata dan dimusnahkan sesuai ketentuan bekerja sama dengan Badan POM," ucap Bagus.

      Adapun menurut Wakil Ketua PD IAI Jabar Farhan, gerakan 'Ayo Buang Sampah Obat!' meningkatkan peran pelaku usaha dan masyarakat dalam pengawasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat sehingga dapat meminimalisir risiko peredaran obat ilegal dan obat palsu. (*)

      Oleh: JuaraNews / den

      0 Komentar

      Tinggalkan Komentar


      Cancel reply

      0 Komentar


      Tidak ada komentar

      Berita Lainnya


      Penyusunan RKPD Jabar Tahun 2021 Gunakan Sejumlah Pendekatan
      Atalia Raih Penghargaan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan dari KKP
      Pemprov Jabar Tanam Antiradikalisme ke Pelajar
      Assessment Kompetensi dan Potensi Seleksi Terbuka Sekda Jabar Diumumkan Senin Depan
      Pemprov Jabar Tanda Tangani 10 Perjanjian Kerja Sama dengan Maluku Utara

      PARLEMENTARIA