Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Diperiksa sebagai Tersangka, Iwa Langsung Ditahan
    net Iwa melayani pertanyaan wartawan seusai diperiksa

    Kasus Suap Meikarta

    Diperiksa sebagai Tersangka, Iwa Langsung Ditahan

    • Sabtu, 31 Agustus 2019 | 02:19:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Jakarta - Setelah menjalani pemeriksaan untuk pertama kalinya sebagai tersangka kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta, Sekretaris Daerah (Sekda) nonaktif Jabar Iwa Karniwa (IWK) Langsung ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (30/8/2019).

    Iwa diperiksa penyidik KPK lebih kurang selama 7 jam, mulai pukul 10.00 hingga 17.25 WIB. Saat keluar dari Gedung Merah Putih, Jalan Persada Kuningan, Jakarta Selatan, Iwa sudah menggenakan rompi tahanan berwarna orange.

    "IWK ditahan 20 hari di rutan Guntur," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas KPK Yuyuk Andriati kepada wartawan.

    Pihak KPK sendiri mengingatkan agar tersangka kooperatif sehingga pihaknya dapat mempertimbangkan alasan meringankan tuntutan yang bersangkutan. "KPK juga sedang mendalami informasi lain yang diterima dari masyarakat terkait yang bersangkutan selama menjadi Sekda," kata Yuyuk.

    Saat ditanya hampiri wartawan sebelum menuju mobil tahanan yang akan mengantarnya ke Rutan Pomdam Jaya Guntur, Iwa mengatakan akan mendukung proses hukum yang sedang dijalaninya sebagai tersangka.

    "Saya sudah menjalankan sesuai dengan pernyataan saya tempo hari akan mendukung proses hukum dan saya mendukung KPK untuk pemberantasan korupsi. Dan alhamdulillah tadi udah mendapatkan pemeriksaan secara baik dan profesional oleh penyidik dan saya akan ikuti proses," kata Iwa sesaat sebelum memasuki mobil tahanan KPK.

    "Alhamdulillah tadi udah mendapatkan pemeriksaan secara baik dan profesional oleh penyidik dan saya akan ikuti proses. Mengenai substansi silakan ke penasihat hukum. Terima kasih teman-teman," kata Iwa.

    Sebelumnya pada 29 Juli lalu, IWK resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus suap perizinan proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi. Iwa diduga menerima Rp900 juta terkait dengan pengurusan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi, untuk memuluskan pembangunan megaproyek Meikarta.

    Iwa dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20/2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

    Perda RDTR Kabupaten Bekasi tersebut diperlukan untuk kepentingan perizinan proyek Meikarta yang dilakukan PT Lippo Cikarang yang merupakan anak perusahaan Lippo Group. Iwa sendiri diduga menerima uang suap tersebut dari mantan Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi Nurlaili. Sebelumnya disebutkan uang yang berasal dari proyek Meikarta tersebut diterima Iwa sebesar Rp1 miliar. Namun dari fakta persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, terungkap birokrat Pemkab Bekasi hanya memberikannya Rp900 juta dari permintaan sebesar Rp1 miliar.

    Uang dari Neneng itu sampai ke tangan Iwa melalui sejumlah perantara, seperti anggota DPRD Kabupaten Bekasi Soleman dan anggota DPRD Jabar Waras Wasisto. (*)

    Oleh: JuaraNews / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ridwan Kamil Jadi Relawan Vaksin Covid-19, Pengamat: Bisa Naikkan Reputasi Pejabat Publik
    Merdeka Belajar untuk Semangat dan Inspirasi Peningkatan Pendidikan
    Tingkatkan Ekonoi di Desa, DPM-Desa Jabar Optimalkan Dana Desa
    Gerakkan Ekonomi, BUMDes Jabar Produksi Hand Sanitizer
    Legislator Minta Pemprov Jabar Data UMKM Dengan Benar
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads