web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Emil Tawarkan Diri jadi Sales Industri Teh Jabar
    istimewa/humas pemprov jabar Gubernur Ridwan Kamil saat menghadiri WJBTF 2019

    Emil Tawarkan Diri jadi Sales Industri Teh Jabar

    • Minggu, 4 Agustus 2019 | 03:31:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi teh dan menjadikan minum teh sebagai bagian dari gaya hidup.

    Emil mengungkapkan, di Eropa perkembangan teh menunjukkan tren positif. Untuk mendorong industri teh Jabar, Emil pun tak segan menawarkan dirinya untuk mempromosikan teh Jabar ke dunia.

    "Saya menawarkan diri jadi sales industri teh Jawa Barat, karena setelah keliling Eropa ternyata teh sedang naik trennya, maka di Indonesia perlu mengoptimalkan peluang," ucap Emil di sela-sela acara West Java Bandung Tea Festival (WJBTF) 2019 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Jumat (2/8/2019).

    Dalam acara yang digelar Dinas Perkebunan Jabar menggelar kegiatan WJBTF 2019 selama 2 hari pada Jumat (2/8/2019) dan Sabtu (3/8/2019) tersebut, dipamerkan sejumlah produk teh untuk konsumsi, juga produk olahan teh lainnya seperti sabun hingga pewangi ruangan.

    WJBTF juga menjadi ajang promosi teh asli Jabar kepada masyarakat. Jabar sendiri adalah provinsi penghasil teh terbesar di Indonesia yang mendominasi 70 persen produksi nasional. Di dunia, produksi teh Indonesia per tahun mencapai 139.362 ton dan berada di peringkat ketujuh.

    Pada kesempatan tersebut, Emil menyarankan agar pegiat teh tak ragu untuk merekrut branding consultant. Menurutnya, keberadaan konsultan ini sangat penting terkait upaya mempopulerkan teh, khususnya di kalangan milenial sehingga marketing produk-produk teh asli Jabar bisa optimal.

    "Masalahnya cuma satu kurang semangat populerkan teh. Negara-negara lain ada Tea House. Pesan saya kalau teh mau bangkit, semua di sini kompak, rekrut konsultan branding. Jangan dipikir konsultan itu buang-buang uang, itu penting," tandas Emil.

    Dia menuturkan, salah satu varian teh asal Jabar yakni white tea diminati oleh segmen masyarakat tertentu di Eropa dengan harga yang mahal.

    "Teh Jabar yang white tea ternyata segmen tertentu di Eropa dihargai mahal sekali 800 ribu per kilo. Hanya masalah ilmu marketing saja," tuturnya.

    "Kedua, kalau ekspor ternyata harus tahu, di Inggris lebih menyukai semua teh yang bisa dicampur dengan susu. Ternyata di Jabar ada beberapa yang belum sesuai prosesnya, akan diperbaiki," tambahnya.(*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Pj Sekda Jabar Lantik BPSK Kuningan dan Kota Bekasi
    Bulgaria Siap Kerja Sama Pasarkan Kopi, Teh, dan Ikan Jabar di Eropa
    Biznet Terus Perluas Jaringan dan Hadirkan Layanan Teknologi Digital Terbaik di Jabar
    Pemprov Jabar Beri Piagam Penghargaan kepada Perusahaan Mitra CSR
    Melalui Forum, Pembangunan Proyek CSR Terarah dan Transparan

    Editorial


    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Minggu (10/11/2019) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.