Gempa 6,9 SR Guncang Banten, Tak Timbulkan Tsunami - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Gempa 6,9 SR Guncang Banten, Tak Timbulkan Tsunami
    net Pusat gempa berada di Selat Sunda

    Gempa 6,9 SR Guncang Banten, Tak Timbulkan Tsunami

    JuaraNews, Bandung - Gempa berpotensi tsunami mengguncang wilayah Banten tepatnya di Selat Sunda, dengan magnitudo 6,9 skala Reichter (SR) pada Jumat (2/8/2019) pukul 19.03 WIB.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa gempa terjadi di 107 km barat daya Sumur Banten. BMKG pun langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami pascagempa yang terasa hingga Jakarta, Lampung, Bandung, bahkan ke wilayah di Jawa Tengah.

    Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triono mengatakan, pusat gempa berada kurang lebih pada 196 km dari Labuan. BMKG mengeluarkan peringatan tsunami di Selat Sunda, Palabuhanratu. "Levelnya waspada, warning daerah tersebut," jelas Rahmat.

    Gempa sendiri berpusat di Megathrust Selat Sunda, yaitu wilayah pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia yang lama diketahui bisa memicu gempa besar dan tsunami. Megathrust wilayah itu berpotensi memicu gempa dengan magnitudo hingga 8,8 dan tsunami lebih dari 20 meter. Megathrust Selat Sunda hanya salah satu yang bisa membangkitkan tsunami di Banten, Lampung, dan sekitarnya.

    BMKG juga mengingatkan soal daerah-daerah yang berpotensi tsunami. BMKG melalui Indonesia early warning system merilis daftar wilayah pesisir yang berpotensi tsunami, ada wilayah siaga dan waspada. Rahmat mengatakan, 3 daerah, yakni Pandeglang, Lampung Selatan, dan Tanggamus berstatus siaga tsunami pasca-gempa. Menurut Rahmat, di 3 daerah itu berpotensi terjadi tsunami dengan gelombang relatif tinggi. "Ini daerah-daerah yang cukup signifikan ancaman tsunaminya. Ancaman tsunaminya di atas 3 meter," kata Rahmat

    Setelah terjadinya gempa, BMKG terus memantau potensi tsunami. Namun demikian, setelah 40 menit gempa melanda, BMKG tak melihat perubahan muka air laut. Kendati demikian, Rahmat mengimbau warga di daerah yang masuk dalam level siaga dan waspada tsunami agar menjauhi pantai.

    Setelah 2,5 Jam Gempa Berlalu, BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami

     

    Setelah 2,5 Jam, Peringatan Dini Tsunami Diakhiri
    BMKG sendiri mencabut peringatan dini tsunami akibat gempa sejak pukul 21.35 WIB, atau setelah 2,5 jam gempa menguncang. "Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa Mag:7.4, 02-Agu-19 19:03:25 WIB, dinyatakan telah berakhir," ujar BMKG melalui keterangan tertulis.

    Gempa tektonik tersebut berada di Samudera Hindia Selatan Selat Sunda. Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa Banten ini memiliki magnitudo awal M 7,4 selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo M=6,9.

    "Episenter terletak pada koordinat 7,32 LS dan 104,75 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 164 km arah barat daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, pada kedalaman 48 km," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, Jumat (2/8/2019).

    Gempa susulan belum tercatat di BMKG hingga 21:35. "Sehingga setelah kami menunggu sesuai SOP, 2 jam setelah perkiraan akhir gelombang tsumani datang pada pukul 19:35... yaitu pukul 21:35 maka peringatan dini potensi tsunami diakhiri, bukan dicabut. Jadi diakhiri," tukasnya.

    "Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut," ujar dia.

    Dengan berakhirnya peringatan tsunami, BMKG menyampaikan pesan kepada masyarakat di daerah yang medapat peringatan dini tersebut, diimbau kembali ke daerah masing-masing. Masyarakat diimbau tetap tenang namun tetap waspada bila terjadi gempa susulan, dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Selain itu, masyarakat diminta menghindari bangungan yang retak atau rusak akibat gempa. BMKG juga meminta masyarakat memeriksa bangunan apakah cukup tahan gempa ataupun tidak mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi. Terakhir, BMKG meminta masyarakat memastikan informasi soal gempa yang bersumber dari BMKG. "Pastikan informasi resmi bersumber dari BMKG terkait gempa bumi ini yakni IG atau Twitter, website ynng telah terverifikasi," jelas BMKG. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pemudik Mau Balik Lagi ke Jakarta, Harus Tunjukan SIKM
    Update Covid19 (25/05) : 22.750 Positif, 5.642 Orang Dinyatakan Sembuh
    Idulfitri 1441 Hijriah, KBRI Dar es Salaam Bagikan Paket Sembako untuk WNI di Tanzania
    Gubernur Ridwan Kamil Gelar 'Open House' Daring
    Saat Warga Lebaran, Pangandaran Diguncang Gempa Bumi
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads