web stats service from statcounter

Hot News


  • Rebutan Kemenangan Dua Tim Papan Bawah
    Rebutan Kemenangan Dua Tim Papan Bawah
    • 25 Agustus 2019 | 13:47:00 WIB

    DUA tim papan bawah bakal bentrok pada Pekan 16 Liga 1 2019 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Minggu (25/8/2019) mulai pukul 20.30 WIB.

Inspirasi


    Editorial


      Dewan Dorong DKP Jabar Kembangkan Pembenihan Ikan

      Dewan Dorong DKP Jabar Kembangkan Pembenihan Ikan

      JuaraNews, Bandung-Komisi II DPRD Jawa Barat terus mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus meningkatkan ketahanan pangan dari sektor perikanan. Terkini, Pemerintah mengembangkan budidaya ikan nila dengan teknologi sistem bioflok. Teknologi tersebut telah sukses diterapkan untuk budidaya ikan lele yang dimassalkan di berbagai pesantren di Indonesia.

      Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Ridho Budiman Utama menyebutkan, pihaknya terus mendorong upaya Cabang Dinas Kelautan Dan Perikanan Wilayah Utara, Wanayasa Kabupaten Purwakarta dan wilayah lainnya untuk mengembangkan teknoligi Bioflok tersebut. Pasalnya, teknoligi tersebut berpotensi untuk meningkatkan produksi atau hasil pembenihan ikan hingga volume produksui ikan nila khususnya sangat besar dengan biaya perawatan yang dapat diminimalisasi.


      “Tentu akan kita dorong penggunaan budidaya ikan dengan bioflok ini meskipun saat ini masih dalam tahapan ujicoba,” singkat Ridho di Cabdin KPW, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Senin (1/7/2019).

      Dia menambahkan, teknik bioflok tersebut memiliki banyak keuntungan yang diantaranya tidak memerlukan luas lahan yang besar dan biaya produksi yang minim. Sehingga tidak seperti kolam pembenihan konvensional yang harus menyediakan lahan yang cukup luas.
      “Seperti bioflok percobaan ini selama input dan outputnya seimbang kenapa tidak kita dukung sepenuhnya. Bahkan untuk pengembangannya tidak perlu membutuhkan air yang melimpah, tetapi mencukupi untuk menghasilkan bioflok itu sendiri,” katanya.

      Teknisi Perikanan Cabdin KPWU Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Arif menjelaskan, ikan nila dipilih untuk sebagai komoditas lanjutan sistem bioflok, karena nila termasuk kelompok herbivora. Sehingga proses pembesarannya lebih cepat. Selain itu, ikan nila juga mampu mencerna flok yang tersusun atas berbagai mikroorganisme, yaitu bakteri, algae, zooplankton, fitoplankton, dan bahan organik sebagai bagian sumber pakannya. Itu menguntungkan dalam budidaya di kolam.

      Budidaya ikan nila sistem bioflok memiliki sejumlah keunggulan, seperti meningkatkan kelangsungan hidup (survival rate/SR) hingga lebih dari 90 persen dan tanpa pergantian air. Air bekas budidaya juga tidak berbau, sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar dan dapat disinergikan dengan budidaya tanaman misalnya sayur-sayuran dan buah-buahan.

      “Hal ini dikarenakan adanya mikroorganisme yang mampu mengurai limbah budida ya menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman,” jelas Arif.

      bas

      0 Komentar

      Tinggalkan Komentar


      Cancel reply

      0 Komentar


      Tidak ada komentar

      Berita Lainnya


      HUT RI DPRD Harap Masyarakat Kenang Jasa Pahlawan
      HUT RI ke-74 DPRD Jabar Ajak Seluruh Pihak Bersatu
      DPRD Jabar Kaji Pembentukan BUMD Perumahan Rakyat
      Dewan setuju PLN beri kompensasi untuk pelanggan
      DPRD Desak BPJS Atasi Terlambatnya Pembayaran

      Gedung Sate