web stats service from statcounter

Hot News


  • Rebutan Kemenangan Dua Tim Papan Bawah
    Rebutan Kemenangan Dua Tim Papan Bawah
    • 25 Agustus 2019 | 13:47:00 WIB

    DUA tim papan bawah bakal bentrok pada Pekan 16 Liga 1 2019 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Minggu (25/8/2019) mulai pukul 20.30 WIB.

Inspirasi


    Pos Indonesia Bantah Sedang Alami Pailit
    net

    Pos Indonesia Bantah Sedang Alami Pailit

    JuaraNews Bandung - PT Pos Indonesia membantah sedang dalam kondisi bangkrut atau pailit.

    Sekretaris Perusahaan Pos Indonesia Benny Otoyo mengungkapkan, isu kebangkrutan yang saat ini berkembang di sejumlah pemberitaan merupakan pendiskreditan tanpa data.

    Salah satu indikator yang ditunjukkan Benny untuk menepis isu ini adalah pendapatan perusahaan yang bersumber dari fee penerimaan setoran pajak hingga jasa kurir surat dinas.

    “Rata-rata mencapai Rp 800-an miliar per tahun,” kata dia dalam keterangan di Jakarta, Senin (22/7/2019.

    Selain itu, ada 11 indikator lainnya yaitu rating korporat A-, rating MTN A-, semua utang lancar, hak karyawan tidak tertunda, semua aset dalam kendali penuh dan tidak ada yang diagunkan ke bank.

    Apakah ada perusahaan yang tidak perlu working capital? Jawabannya: Tidak ada. Demikian juga Pos Indonesia. Kami perlu modal kerja untuk mendanai operasi, mendanai tagihan, dan lain-lain. Modal kerja itu dipinjam dari bank. Pinjaman ini unpledged, artinya tidak ada aset yang diagunkan. Membayar gaji termasuk dalam biaya operasi. Tapi bukan berarti pinjam uang untuk bayar gaji. Intinya Tidak ada bank yang mau memberi pinjaman untuk bayar gaji," papar Benny.

    Tak hanya itu, Benny menjelaskan saat ini masih tersedia Layanan Pos Universal 6 hari per minggu, turn over jasa keuangan Rp20-an triliun per bulan, tidak ada PHK karena restrukturisasi, serta BPJS Kesehatan dan iuran pensiun dibayarkan lancar tanpa tunggakan.

    Bantahan tersebut disampaikan Pos Indonesia, merespons pernyataan anggota DPR RI Rieke Dyah Pitaloka. Anggota Fraksi PDIP itu disebut meminta pemerintah memberi perhatian pada perusahaan pelat merah itu yang sedang mengalami krisis.

    Soal pernyataan Rieke tersebut, Benny Utoyo mengapresiasinya sebagai wujud pembelaannya kepada Pos Indonesia. Menurutnya, memang diperlukan keterlibatan pemerintah untuk melakukan proses penyehatan Pos Indonesia yang sudah lama tertunda.

    Situasi ini bahkan telah disadari sejak lahirnya UU No 38 Tahun 2009 mengenai liberalisasi industri postal, tercantum jelas dalam Pasal 51 yang berbunyi 'Untuk mempersiapkan badan usaha milik negara dalam menghadapi pembukaan akses pasar perlu dilakukan upaya penyehatan yang harus diselesaikan dalam jangka waktu paling lama 5 tahun'.

    Selain isu kebangkrutan, Benny juga menepis kabar soal PT Pos Indonesia yang meminjam uang ke bank untuk menggaji para karyawannya. Menurut Benny, tidak ada sama sekali bank yang mau memberi pinjaman untuk tujuan membayar gaji karyawan. Fakta yang ada, Pos Indonesia meminjam uang ke bank sebagai modal operasi sehari-hari.

    Benny mengakui perusahannya tengah berjuang menghadapi disrupsi teknologi. Namun, Dia menilai hal ini sebagai sesuatu yang wajar. Untuk mejawabnya, PT Pos Indonesia melakukan transformasi bisnis meliput semua aspek bisnis, SDM, penguatan anak usaha, dan pengembangan produk baru.

    Pertahankan PT Pos untuk Tidak Pailit
    Sebelumnya, pada rapat dengar pendapat Komisi IV DPR RI dengan Kementrian BUMN, PT Pertamina, PT PLN, dan PT Telkom, di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Kamis (18/7/2019), Rieke mengungkapkan, PT Pos Indonesia sedang terancam bangkrut.
    Saat ini, kata Rieke, PT. Pos Indonesia memang sedang mengalami kesulitan keuangan. Untuk menggaji para pegawainya pun, harus meminjam ke bank.

    “Saya pribadi akan mempertahankan PT Pos untuk tidak pailit, karena merupakan bagian dari sejarah kemerdekaan bangsa ini. Tanpa PT. Pos kita tidak akan pernah merdeka,” ujar Rieke saat mengikuti rapat.

    Bahkan, Rieke juga menggunggah pernyataannya tersebut pada video di akun Instagramnya pada Kamis (18/7/2019). Video yang diunggah Rieke Diah Pitaloka itu pun sontak mendapatkan respon positif dari para warganet.

    “PT Pos sedang collapse sampai gaji karyawan pun harus pinjam bank. Saya pribadi akan pertahankan PT Pos sampai tidak pailit karena itu sejarah kemerdekaan bangsa kita ini,” ucap Rieke dalam video tersebut.

    Dalam video tersebut, Rieke juga meminta perhatian khusus Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media, Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno untuk bertanggung jawab dengan kondisi PT Pos Indonesia.

    “Saya minta perhatian khusus untuk tidak main-main terhadap kondisi PT. Pos. Ada banyak persoalan yang nanti akan saya buka. Pak Harry sebagai yang bertanggung jawab terhadap pengawasan PT. Pos di Kementerian BUMN untuk tidak tinggal diam,” tandasnya

    Rieke Diah Pitaloka juga meminta kepada Pemimpin DPR Komisi IV untuk menjadwalkan ulang rapat terkait masalah PT Pos Indonesia. Dalam rapat selanjutnya, ia menyebut akan membongkar persoalan yang dialami oleh PT Pos Indonesia.

    “Dan saya minta kepada pimpinan untuk dijadwalkan karena ini tidak bisa ada persoalan yang nanti saya akan buka,” kata Rieke.

    Rieke menegaskan, pos di seluruh dunia tidak boleh tutup, meski teknologi telah berkembang dengan pesat. “Di seluruh dunia Pos itu tidak boleh tutup meskipun perkembangan IPTEK,” tandasnya. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Ini 5 Fitur Anyar Grab yang Bikin Anda #AntiNgaret
    Emil Tawarkan Diri jadi Sales Industri Teh Jabar
    Pos Indonesia Bantah Sedang Alami Pailit
    Pemprov Komitmen Akselerasi Investasi di Jabar
    Perusahaan Prancis Tertarik Berinvestasi di Jabar

    Editorial