web stats service from statcounter

Hot News


  • Rebutan Kemenangan Dua Tim Papan Bawah
    Rebutan Kemenangan Dua Tim Papan Bawah
    • 25 Agustus 2019 | 13:47:00 WIB

    DUA tim papan bawah bakal bentrok pada Pekan 16 Liga 1 2019 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Minggu (25/8/2019) mulai pukul 20.30 WIB.

Inspirasi


    Pemkot Bandung Tetap Ingin Kelola Sendiri GBLA
    detik.com Oded dan Yana meninjau lapangan Stadion GBLA

    Pemkot Bandung Tetap Ingin Kelola Sendiri GBLA

    JuaraNews, Bandung - Wali Kota Bandung Oded M Danial menegaskan, Pemkot Bandung masih sanggup mengelola sendiri Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang berlokasi di kawasan Gedebage.

    Pernyataan tersebut disampaikan Oded merespons usulan Gubernur Jabar Ridwan Kamil siap mengambil alih pengelolaan GBLA jika Pemkot Bandung menyerahkanyake Pemeprov Jabar. Hal tersebut terkait kondisi pemprihatinkan beberapa bagian stadion berkapasitas 38 ribu tempat duduk tersebut.

    Oded mengatakan usulan Emil merupakan tawaran yang terlalu dini. Dia menegaskan, Pemkot saat ini sedang melakukan upaya agar bisa menguurs pengelolaan stadion kebanggaan warga Jabar tersebut.

    “Ya kita ingin upayakan dikelola sendiri dong, tapi dengan skema apakah kerja sama dengan lain atau murni oleh Pemkot, kita belum tahu,” kata Oded di sela-sela meninjau langsung Stadion GBLA, Rabu (17/07/2019).

    Meski begitu, Oded mengatakan tidak menampik usulan dari Emil tersebut. Namun, menurutnya, hal tersebut memerlukan kajian yang lebih dalam. “Ya nanti kita lihat dulu lah. Kalau Pak Gubernur bilang begitu, ya saya ingin bilang ya kita diskusi dulu,” ucapnya.

    Terkait kondisi memprihatikan GBLA yang sempat viral di media sosial, Oded mengatakan saat ini kondisi stadion dalam keadaan baik, khususnya bagian sekitar lapangan. Namun Oded membenarkan jika kondisi luar stadion perlu segera dilakukan perawatan.

    “Saya sengaja hari ini bersama Pak Yana (Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana) ke sini ingin memastikan tentang kondisi lapangan GBLA,” ucap Oded.

    “Tadi Saya sudah melihat laporan dari Dispora juga, lalu Saya lihat langsung, ternyata kalau di dalam sih terpelihara semuanya. Cuman yang di luar itu memang banyak rumput ya,” ujar Oded.

    Menurut Oded, pemeliharaan Stadion GBLA terhambat oleh wanprestasi pada tahap kedua serah terima pengelolaan dengan PT Adhi Karya. Karena itu, Oded meminta pihak dinas terkait agar mendorong penyelesaian masalah wanprestasi tersebut agar Pemkot bisa memutuskan sejumlah kebijakan yang diperlukan.

    "Saya minta Pak Wakil (Yana) dan Pak Zul (Kepala Dinas Penataan Ruang Iskandar Zulkarnaen) untuk secepatnya menghubungi dan berkomunikasi dengan pihak Adhi Karya. Setelah itu kita akan melanjutkan pengelolaan ini ke depan," tabdas Oded.

    Setelah masalah itu terselesaikan, kata dia, pihaknya akan mempertimbangkan terkait pengelolaan GBLA, baik dikelola sendiri oleh Pemkot ataupun kerja sama dengan pihak lain.

    "Dengan skemanya apakah kita (kelola) sendiri atau sama orang lain, karena kita sudah punya Perda (kerja sama) kan, ada peraturannya. Saya buat payung hukumnya dulu, saya ga mau buat kebijakan tanpa payung hukum," jelas dia.

    Untuk jangka pendek, Oded mengaku telah menemukan solusi dalam mengatasi rumput liar di luar stadion. Dalam waktu dekat pihaknya akan bergotong-royong dengan masyarakat untuk melakukan pembersihan.

    “Untuk rumput yang di luar kita telah mengajak relawan dan komunitas pecinta GBLA untuk bersama sama membersihkan di jumat dan sabtu,” tuturnya.

    Hasil gambar untuk stadion gbla terbengkalai

    Ada Wanprestasi dan Terkait Kasus di Bareskrim
    Sementara itu, Yana Mulyana mengatakan, berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), wanprestasi yang ada dalam tahap kedua serah terima GBLA yakni sekitar Rp4,7 miliar. Karena itu, belum ada titik temu terkait kejelasan serah terima tahap kedua.

    "Tahap satu itu bagian utama, tahap kedua itu kursi dan bangunan lantai tiga, tahap tiga itu bagian luar. Jadi kan tahap dua ini menggantung karena ada kursi ada VIP, lantai tiga bangunan," kata Yana.

    Soal perbaikan Stadion GBLA, Yana menyatakan Pemkot berhati-hati mengambil langkah. Pasalnya, Stadion GBLA tengah terkait proses hukum di Bareskrim Polri. Yana menyatakan, sudah memelajari peraturan yang berlaku untuk bisa meningkatkan kualitas Stadion GBLA. Namun sebagai institusi pemerintah, Pemkot juga harus menghormati Bareskrim Polri yang sedang menjalankan tugasnya.

    “Karena sebagaimana kita ketahui pada saat itu ada masalah hukum. Sehingga saya juga harus hati-hati, baca regulasi. Tapi intinya Pemkot Bandung ingin GBLA bisa dimanfaatkan secara aman, nyaman,” kata Yana di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (16/7/2019).

    Selain tengah berada dalam proses hukum di Bareskrim Mabes Polri, Yana mengungkapkan, Pemkot Bandung juga belum melakukan proses serah terima pengerjaan tahap kedua dari PT Adhi Karya.

    “Status hukum juga tadi iya ada sepintas, tapi ternyata pada saat pembangunan ada tahap 1, 2, dan 3. Tahap satu sudah selesai diserahkan dari Adhi Karya ke Pemkot. Tahap dua yang belum, saya pikir tahap 2 itu luar saja, tetapi ada juga lantai tiga, ada sebagian kursi,” jelasnya.

    Yana menilai, ada wanprestasi dari PT Adhi Karya sehingga pelunasan tahap kedua ini juga tertahan. Namun dari laporan yang diterimanya, PT Adhi Karya menganggap pengerjaan tahap 2 sudah selesai.

    Menurut Yana, wanprestasi dari PT Adhi Karya tersebut karena seharusnya memiliki kewajian untuk terus memperbaiki beberapa titik. Hal ini juga terus diupayakan oleh Pemkot Bandung agar segera mendapatkan titik temu.

    “Kita memang masih ada kewajiban yang belum dibayarkan. Karena PT Adhi Karya merasa sudah menyelesaikan semua. Ini yang ingin kita komunikasikan,” bebernya.

    Untuk itu, sambung Yana, Pemkot Bandung terus berupaya untuk mencari kepastian status Stadion GBLA. Sehingga, sejumlah langkah perawatan dan pengelolaan bisa dilakukan dengan tenang dan sesuai aturan.

    “Tahap dua ini kalau masih menggantung, tolong dinas terkait berkomunikasi lagi dengan PT Adhi Karya. Sehingga bisa segera serah terima. Sehingga kita utuh tahap satu dua ini diserahkan kepada kita. Supaya secara hukum bisa lebih aman,” jelasnya.

    Kepastian status ini, menurut Yana, berpengaruh kepada proses penganggaran di APBD. “Kalau dianggarkan dan tidak terserap, kita dianggap jelek. Mumpung masih ada waktu untuk APBD 2020 mudah-mudahan ini bisa clear,” katanya.

    Sebagai pegiat sepak bola, Yana menegaskan perhatiannya terhadap Stadion GBLA memang cukup ekstra. Yana yang juga menjabat Ketua Askot PSSI Kota Bandung ini ingin fasilitas Stadion GBLA setara dengan stadion di Eropa.

    “Saya sih inginnya bisa standar FIFA dan UEFA. Karena sebetulnya secara luasan dan infrastrukturnya sudah cukup memadai. Kan (syaratnya) ruang ganti pemain harus ada air panas dengan suplai air yang stabil, infrastruktur yang ada sudah sudah cukup, tinggal kita upgrade,” pungkas Yana. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Rekayasa Lalu-lintas Jalan Sukajadi Dievaluasi
    Kota Bandung Luncurkan Sekoper Cinta
    Pemkot Bandung Tetap Ingin Kelola Sendiri GBLA
    Pemprov Siap Ambil Alih Pengelolaan Stadion GBLA
    GBLA tak Bisa Dipakai, Ini Kata Menpora

    Editorial


      Info Kota