web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Potensial Nyapres, Emil Pilih Fokus jadi Gubernur
    net Ridwan Kamil

    Potensial Nyapres, Emil Pilih Fokus jadi Gubernur

    JuaraNews, Bandung - Ridwan Kamil menegaskan, saat ini dirinya tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai Gubernur Jabar.

    Hal tersebut disampaikan Emil menanggapi hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menempatkan dirinya sebagai tokoh yang berpotensi maju sebagai calon presiden (Cpares) pada Pemilu 2024.

    "Pertama, ini masih 2019, sudah ngomongin (Pilpres) 2024 dan itu kalau menurut saya terlalu jauh. Untuk saya pribadi, saat ini saya masih fokus sebagai gubernur Jawa Barat," kata Emil di Gedung Negara Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata Kota Bandung, Rabu (3/7/2019).

    Emil sendiir masuk dalam daftar 15 tokoh potensial untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada Pemilu 2024. Dalam survei LSI Denny JA, nama Emil masuk dalam kategori capres dari jenjang pemerintahan daerah. Dia bersanding dengan 4 gubernur lainnya di Pulau Jawa, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

    Emil menuturkan sebagai gubernur yang baru dilantik September 2018 lalu, dirinya belum memiliki banyak pengalaman mengurus hal-hal multidimensi berskala nasional. "Jadi untuk saya pribadi, saya fokus sebagai gubernur Jabar yang membawa kemajuan perubahan dan nanti lihat di akhir masa jabatan saya," tandas dia.

    Menurut dia, jika pada akhir masa jabatannya sebagai Gubernur Jabar banyak masyarakat mengapresiasi kinerjanya, baru dirinya memikirkan langkah selanjutnya.

    "Kalau masyarakat banyak yang mengapresiasi dan ada hasilnya, saya kira hal-hal lain bisa mengikuti," kata mantan Wali Kota Bandung ini.

    Dia menilai masih banyak tokoh muda potensial lainnya di Indonesia yang lebih pantas menjadi capres pada Pilpres 2024. "Masih banyak yang lebih laik. Untuk kondisi sekarang, saya lebih fokus untuk mewujudkan Jabar Juara lahir batin," kata dia.

    Hasil gambar untuk instagram.com ridwan kamil dan ganjar pranowo

    Postingan Ridwan Kamil bersama Ganjar Pranowo di akun Instagram pribadinya.

     

    Posting Foto bersama Ganjar Pranowo

    Sementara itu, pada Rabu (3/7/2019), Emil sempat memposting foto bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melalui akun instagram pribadinya, @ridwankamil. Netizen mengaitkannya dengan konstetasi Pilpres 2024. Soal hal tersbut, Emil pun buka suara.
     
    "Jadi itu mah update-an biasa saja. Jadi kalau komentar capres itu khayalan terlalu jauh," tandas Emil.
     
    Menurutnya, postingan bersama tokoh atau kepala daerah kerap dilakukannya. Selain Ganjar, Emil juga pernah membagikan kebersamaannya dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Cawapres 02 Sandiaga Uno. "Setiap posting selalu multi komen dan multi tafsir," ungkap dia.
     
    Emil menjelaskan, maksud dari postingannya tersebut. Dia mengaku dalam waktu dekat akan berkunjung ke Jateng untuk membahas sejumlah rencana pembangunan di wilayah perbatasan.
     
    "Karena saya berkunjung ke Jawa Tengah dalam waktu dekat untuk membahas aplikasi anggaran di daerah perbatasan karena itu menjadi komitmen kita, karena daerah perbatasan itu daerahnya itu sama. Jadi koordinasi-koordinasi kewilayahan banyak saya lakukan," papar Emil.
     
    Tidak hanya kerja sama dengan Jateng saja, mantan Wali Kota Bandung ini juga akan mengadopsi pengembangan pariwisata di Banyuwangi, Jatim. Mengingat, Jabar tengah berupaya menjadi provinsi pariwisata di Indonesia.
     
    "Kami juga akan Jawa timur, nanti juga saya posting dengan Bu Khofifah (Gubernur Jatim) kan terkait rencana kita menjadi provinsi pariwisata. Salah satu kabupatennya adalah Banyuwagi ka paling bagus. Kita akan belajar banyak ke sana," ujar Emil.
     
    Hasil gambar untuk survei capres lsi denny ja
    Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar memaparkan hasil survei tokoh-tokoh potensial untuk jadi calon presiden 2024.
     
    Dari 15 Nama Tokoh, Ada Ahok sebagai Mr X

    Sebelumnya, LSI Denny JA mengidentifikasi 15 nama capres yang salah satunya diprediksi bakal lolos menjadi presiden periode 2024-2029. Survei dilakukan terhadap 2.000 responden yang dianggap mewakili seluruh populasi di Indonesia.

    Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar mengatakan, penentuan para tokoh tersebut hasil rangkaian survei terhadap penilaian tokoh-tokoh tersebut sejak Oktober 2018 hingga April 2019. Penilaian berdasarkan popularitas, kapabilitas, performa, dan kans setiap tokoh.

    Selain dari jenjang pemerintahan daerah, 2 kategori lain yakni dari jalur partai politik dan jabatan pemerintahan.

    "Pertama, adalah mereka yang pernah menjabat di pemerintahan pusat, kedua seorang ketua umum partai, ketiga memiliki jenjang sebagai pemimpin di pemerintahan daerah, keempat seorang dari profesional," kata Rully di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2019).

    "Mereka adalah orang-orang yang mempunyai tingkat pengenalan atau popularitas di atas 25 persen (dari 2.000 responden)," jelas Rully di kantor LSI Denny JA, Jakarta Timur, Selasa (3/7/2019).

    Namun Rully menegaskan hasil survei ini masih bisa berubah karena dinamika politik dalam 5 tahun ke depan belum terprediksi. "Dinamikanya masih akan lebih dinamis," ujar Rully.

    Dari 15 tokoh tersebut, sambung Rully, ada nama yang akan memberi efek kejut yang memang sampai saat ini belum diketahui siapakah sosok tersebut. Orang tersebut bisa didefinisikan sebagai Mr atau Ms X yang merupakan capres dari latar belakang yang tidak terduga.

    "Satu masih kami belum tahu dan tebak, jadi dari 15 ini kami masih sebut sebagai Mr atau Mrs X," tandas Rully.

    Soal identitas Mr/Mrs X tersebut, ujar Rully, pihaknya meramalkan akan diisi oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok. "Bisa jadi BTP masuk sosok misterius nomor 15 yang jadi efek kejut. Tapi kita belum tahu gebrakannya bagaimana," kata Rully.

    Rully menilai, status politik BTP saat ini masih bebas. Tindak tanduknya belum membawa mewakili suara partai politik tertentu secara gamblang. Meski BTP sendiri diketahui sudah memiliki kedekatan dengan PDIP.

    Namun jika ramalan LSI benar bahwa BTP maju dalam bursa capres 2024, menurut Rully, langkahnya tidak akan mudah. Ahok wajib memberi prestasi gemilang demi menutup status mantan terpidananya.

    "BTP harus klarifikasi dengan prestasi yang memperkuat namanya. Misal saat dia sudah mulai aktif kembali di jabatan publik, dari situ bisa menunjukkan ke pemilih untuk milih BTP sebagai capres," jelas Rully.

    Walau berat, dia menilai, BTP tetap memiliki potensi sebagai kandidat capres, mengingat kinerjanya sebagai kepala daerah dan gubernur. "Bisa jadi 15 nama ini punya potensial besar tapi kita lihat pergeserannya seperti apa," pungkasnya.

    Berikut ini 15 nama tokoh yang potensial maju pada Pilpres 2024:
    Jenjang Pemerintah Daerah
    1. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
    2. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
    3. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
    4. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
    Jenjang Partai Politik
    5. Prabowo Subianto dari Partai Gerindra
    6. Sandiaga Uno diprediksi dari Partai Amanat Nasional (PAN)
    7. Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto
    8. Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono
    9. Partai Demokrasi Indonesian Perjuangan (PDIP) Puan Maharani
    10. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar
    Jenjang Jabatan Pemerintahan
    11. Menteri Keuangan Sri Mulyani
    12. Kepala Badan Intelejen Nasional Jenderal Pol. Budi Gunawan
    13. Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian
    14. Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo
    Tokoh Misterius dari latar belakang yang tidak terduga
    15. Mr/Mrs X. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Presiden Jokowi Serahkan TKDD 2020 untuk Jabar
    Wagub Jabar: Hari Aksara Internasional Jadi Momentum Berantas Buta Huruf
    Indramayu Daerah Paling Rawan Pelanggaran Pilkada
    Antisipasi Kecurangan Pilkada, Bawaslu Siapkan Sekolah Kader Pengawas
    Pengamat: Pemerintah Perlu Gandeng Perguruan Tinggi Kaji Pilkada Langsung