Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Posindo Antisipasi Bisnis Remitansi di Era Digital
    istimewa/humas pos indonesia Posgiro Mobile menjawab tantangan Era Digital

    Posindo Antisipasi Bisnis Remitansi di Era Digital

    JuaraNews, Bandung - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menargetkan biaya pengiriman remitansi tidak melebihi 3% dari jumlah uang yang dikirim. Angka tersebut ditetapkan melalui Sustainable Development Goals (SDGs).

    Namun menurut Manajer Remitansi Luar Negeri PT Pos Indonesia Abdussyukur Muharam, pada beberapa koridor, sebut saja Afrika, masih ditemukan biaya pengiriman yang tinggi. Artinya para pekerja migran yang berasal dari Afrika harus mengeluarkan biaya yang terbilang tinggi bila ingin melakukan pengiriman uang ke negara asalnya. Di Asia sendiri, rata-rata biayanya adalah 5% dari jumlah uang yang dikirimkan.

    “Untuk bisnis remitansi, Pos Indonesia sendiri yang telah bekerjasama dengan berbagai perusahaan MTO terkemuka, secara rata-rata biayanya sudah sesuai dengan target yang ditetapkan oleh PBB, yaitu sebesar 3%,” ujar Abdussyukur.

    Namun, seiring perkembangan teknologi berbasis BlockChain, maka ke depannya diproyeksikan akan bermunculan perusahaan-perusahaan MTO baru yang menawarkan kecepatan dan efisiensi dengan biaya yang relatif lebih murah.

    “Jika mengutip jargon dari BlockChain sendiri, yaitu biaya mendekati 0%! Jelas ini menjadi tantangan,” tandas Abdussyukur.

    Jika kondisinya demikian, imbuh Abdussyukur, maka akan memicu peta persaingan bisnis yang lebih ketat. Bagi Pos Indonesia sendiri, berbagai langkah antisipasi ke depan sudah akan dilakukan, khususnya kecenderungan para nasabah remitansi yang sudah tidak ingin lagi menerima uang dalam bentuk cash.

    “Kami menyadari ke depannya para nasabah ini lambat-laun akan meninggalkan cash money dan beralih kepada account. Untuk saat ini nasabah remitansi khususnya yang berada di pelosok daerah mereka rata-rata belum bankable sehingga keberadaan Kantor Pos di daerah mereka tinggal betul-betul sangat membantu mereka,” ungkap Abdussyukur.  (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ketua YKP Bank bjb: RUPS Luar Biasa Art Deco Sudah sesuai AD/ART
    Pempov Jabar Terus Tingkatkan Kesejahteraan para Peternak Ayam Petelur
    Nikmati Gayamu Bersama Produk Terbaru realme
    Jaga UMKM di Tengah Pandemi Covid-19, Bio Farma Salurkan Pinjaman Modal Usaha
    Permata Bank Manfaatkan New Normal dengan Reksadana dan ORI 017
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center
      Buku Wagun

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads