web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Editorial


      DPRD Jabar Inisiasi Raperda Pusat Pasar Distribusi
      istimewa/humas dprd abar

      DPRD Jabar Inisiasi Raperda Pusat Pasar Distribusi

      JuaraNews, Bandung - Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BP Perda) DPRD Jawa Barat Habib Syarief Muhammad mengatakan, hal yang melatarbelakangi dibentuknya Rancanangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait Pusat Pasar Distribusi adalah untuk mempertahankan eksistensi pasar tradisional di Jawa Barat.

      “Ada beberapa motivasi, latar belakang yang mendorong kami mengusulkan Raperda ini sebagai Raperda inisiatif. Pertama ini diharapkan menjadi Raperda yang antisipatif, kita mencoba mengantisipasi perkembangan zaman yang pesat kita berkeinginan untuk bisa melindungi para pelaku ekonomi terutama yang berkaitan dengan pasar-pasar tradisional,” ungkap Syarief kepada wartawan seusai kegiatan Hearing Dialog BP Perda DPRD Provinsi Jawa Barat dengan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jawa Barat, Rabu (19/6/2019).

      Selain sebagai upaya antisipasi dari hal-hal yang dapat megancam keberadaan pasar tradisonal, pihaknya menyebut terdapat tiga fungsi penting yang tertuang dalam Raperda tersebut diantaranya fungsi distribusi, kontribusi, dan stabilisasi.

      “Melaui Perda ini mudah-mudahan bisa memutus rantai pasokan yang selama ini panjang, karena panjang sedikit banyak harus mengeluarkan cost. Kemudian fungsi stabilisasi diharapkan pasar pusat distribusi ini bisa menciptakan stabilisasi harga. Kita melihat terutama menjelang idul fitri fluktuasi haraga sangat tidak terkendali. Mudah-mudahan dengan pusat pasar distribusi ini bisa tertanggulangi,” kata Syarief.

      “Kita ingin melindungi pasar -pasar tradisional ini dengan mencoba mewujudkan pasar pusat distribusi,” ujarnya.

      Adapun fungsi kontribusi, Syarief menjelaskan dibutuhkan kontribusi dari pemerintah daerah sehingga permasalahan modal bisa diselesaikan dengan cara yang lebih manusiawi.

      “Kita sulit menghapus praktek -praktek ijon, diharapkan dengan Perda ini praktek semacam itu bisa tertanggulangi dan kepada pengusaha pasar mau tidak mau atau sadar tidak sadar harus dipaksa untuk bisa menyesuaikan dengan kemajuan zaman,” ucapnya.

      Ia mendorong, para palaku pasar dan masyarakat dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi saat ini. Karena dengan adanya sistem berbasis internet saat ini, sudah hampir digunakan dalam aktifitas jual beli masyarakat, dan ini akan berpengaruh pada pelaku pasar dan masyarakat.

      “Ini akan menjadi permasalahan, jangan sampai hanya karena ketidak adan ya rasa ingin tau dan menguasai (teknologi) yang akhirnya membuat mereka tersingkir. Kita kedepan harus bisa siap untuk menghadapi realitas saat ini masyarakat sudah banyak menggunakan sistem online, ini adalah sesuatu yang akan menjadi keniscayaan,” papar Syarief.

      Lebih lanjut Syarief menyatakan, Pusat Pasar Distribusi tersebut berbentuk online, dan untuk selanjutnya akan diusulkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah BLUD.

      “Kita harus memiliki suatu terobosan, ketika pada awalnya kebutuhan fisik seperti ruangan dan modal akan menjadi tantangan tetapi dengan adanya inovasi teknologi rintangan tersebut akan bisa teratasi,” jelasnya.

      Pihaknya berharap, proses pembentukan Raperda tersebut dapat rampung dalam waktu dekat, dan hasilnya dapat segera dirasakan oleh para pelaku pasar dan masyarakat di Jawa Barat.

      “Kami berharap apabila Raperda bisa cepat tuntas disusul dengan pergub, mudah -mudahan Juli bisa selesai sehingga para pedagang di Jawa Barat bisa menggunakan fasilitas ini,” pungkas Syarief. (*)

      bas

      0 Komentar

      Tinggalkan Komentar


      Cancel reply

      0 Komentar


      Tidak ada komentar

      Berita Lainnya


      DPRD Jabar Bentuk Tim Penyusun Tata Tertib
      DPRD Minta Pemprov Jabar Perhatian Tenaga Pendidik
      Finalisasi APBD-P 2019 Soroti Anggaran PON 2020
      Sesuai Aturan 100 Dewan Jabar Teriman PIN Emas
      DPRD Apresiasi Meningkatnya APBD Pemprov Jabar

      Jabar Juara