Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Bangun Jembatan Gantung,Wujudkan Jabar Juara Lahin
    istimewa/dpm desa Dedi Supandi

    Bangun Jembatan Gantung,Wujudkan Jabar Juara Lahin

    JuaraNews, Bandung – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Jabar Dedi Supandi menyatakan, program Jembatan Gantung Desa atau Jantung Desa merupakan salah satu inovasi untuk merealisasikan visi misi Pemprov Jabar, 'Jabar Juara Lahir Batin'.

    Menurut Dedi, ada 3 hal utama yang ingin dicapai DPM-Desa dengan Jantung Desa. Yakni meningkatkan ekonomi masyarakat desa, memperbaiki konektivitas antar desa, dan menekan biaya transformasi masyarakat desa.

    “Jembatan Gantung Desa merupakan terobosan untuk meningkatkan konektivitas wilayah antardesa yang memiliki banyak kepentingan,” kata Dedi, Jumat (21/6/2019).

     “Ujungnya adalah peningkatan ekonomi, ektivitas waktu, dan efektivitas biaya. Mereka yang harus berkeliling sekian kilometer cukup menyebrang dengan waktu relatif singkat, mengangkut hasil pertanian tidak terlalu lama, ada efektivitas waktu dan biaya,” lanjutnya.

    Dedi tidak menampik bahwa ada beberapa kendala dihadapi dalam proses pembangunan desa. Salah satu kendala terbesar adalah minimnya akses menuju lokasi. Menurutnya, beberapa lokasi yang akan dibangun jembatan gantung tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.

    Situasi tersebut, menghambat proses pengiriman bahan baku. Guna menuntaskan kendala itu, DPM-Desa Jabar berkolaborasi dengan masyarakat sekitar untuk menjamin Sumber Daya Manusia (SDM).

    “Kondisi beberapa lokasi itu hampir tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Untuk membawa bahan harus menggunakan tenaga pemberdayaan (atau) tenaga padat karya. Bahan baku digotong sampai ke lokasi,” tandas Dedi.

    “Tapi, masyarakat kita itu bagus. Mereka menyambut pembangunan jembatan desa dengan antusias dan ikut terlibat dalam pelaksanaan jembatan gantung. Mereka bergotong royong. Kepedulian masyarakat kita tinggi. Itu aja yang membuat kita semangat,” sambungnya.

    Guna menjaga kualitas jembatan gantung yang dibangun, DPM-Desa menggandeng beberapa tenaga pengawas profesional dan membentuk Satuan Tugas Pengawas Pelaksanaan Jantung Desa. Hal itu dilakukan agar program Jantung Desa berjalan sesuai rencana.

    “Sudah kita lakukan dari bulan April sampai bulan Mei kemarin sudah ada pengawasan. Mengontrol kualitas dan di samping pengawas profesional, kita pun telah membuat regulasi tentang pelaksanaan pengawasan kegiatan Jantung Desa,” ungkap Dedi.

    Tahun 2019, DPM-Desa sendiri akan membangun 20 jembatan gantung di di tujuh Kabupaten/Kota, yakni Sukabumi, Cianjur, Kuningan, Sumedang, Tasikmalaya, Majalengka, Garut, dan Subang. (*)

     

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ridwan Kamil Minta Pemkot Bandung Gelar Tes Massif di Secapa AD
    BMPI Lakuan Audiensi Dengan FPDIP DPRD Kota Bandung
    Diduga Dibunuh, Jenazah Jurnalis Metro TV Ditemukan di Pinggir Tol
    Gugus Tugas Covid-19 Jabar : Klaster Secapa Bukan Akibat Pelonggran PSBB
    Tuntut Kejelasan RUU HIP, Ratusan Massa Aksi Geruduk Gedung Sate
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads