web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    3 Program Kadisnakertrans Jabar Tekan Pengangguran
    juaranews/abdul basir Mochamad Ade Afriadi

    3 Program Kadisnakertrans Jabar Tekan Pengangguran

    JuaraNews, Bandung - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi telah melewati masa 100 hari kepemimpinaya setelah menjabat sejak 6 Maret 2019.

    Berbagai program kerjapun sudah banyak dilaksakanya. Hal tersebut untuk memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) Gubernur Jawa Barat 2018-2023. Salah satunya ialah penekanan jumlah penganggur di Jawa Barat.

    Menurut, Afriandi Kadisnakertrans sudah melakukan penekanan penggunaan di Jawa Barat, terlihat dari jumlah tingkat pengangguran, dari 8,22% pada bulan September 2018 hingga 7,1% pada bulan Agustus 2023.

    "Pada bulan Februari 2019, Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Barat telah turun menjadi 7,71%, namun turunnya angka ini tidak merubah posisi Jawa Barat sebagai propinsi paling tinggi tingkat penganggurannya,"ungkap Afriandi dalam konferensi pers 100 Hari Pertama Kinerja Kepala Disnakertrans Jabar di kantor Disnakertrans Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Rabu (19/6/2019).

    Menurut Afriandi, Kadisnakertrans melalui 100 hari kerja pertamanya telah berhasil merancang 3 program prioritas, 1 program yang dihasilkan melalui analisa kebutuhan internal dan 2 program unggulan Provinsi.
    Tiga program tersebut adalah Smart Nakertrans, Migran Juara, dan Milenial Juara.

    1. Program Smart Nakertrans.

    Menurut Afriandi, program ini dirancang guna memberikan pelayanan paripurna di bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi.

    Program ini terdiri dari sembilan kebijakan mendasar meliputi : (1) pembenahan pelayanan penyelesaian sengketa hubungan industrial lewat mediator; (2) pembenahan sistem pengawasan norma ketenagakerjaan di berbagai perusahaan; (3) revitalisasi lembaga kerjasama tripartit dan dewan pengupahan; dan (4) percepatan dan reformasi kebijakan pengupahan

    Selain itu, ada pula : (5) program pembenahan sistem jaminan sosial ketenagakerjaan; (6) transmigrasi yang disesuaiakan dengan daerah asal (Smart Trans); (7) layanan informasi ketenagakerjaan; (8) program khusus desa; dan (9) pembuatan demo buruh kreatif (Demo Creation of Labour).

    "Demo kreatif buruh akan dilakukan saat Mayday, untuk mendorong mayday jadi milik bersama. Kita ingin gunakan untuk sarana evaluasi kinerja termasuk kegiatan pelatihan dan pembahasan rumusan masalah ketenagakerjaan," ungkapnya. 

    2. Migran Juara.

    Program ini, Afriandi mengatakan, salah satunya dibentuk atas pengalaman pihaknya mengurus kasus ketenagakerjaan pekerja migran perempuan asal Jabar, yakni pada kasus PMI asal Kabupaten Cianjur, Aminah Saghar dan PMI Kabupaten Majalengka, Eti binti Toyib Anwar.

    Untuk itu, pusat konsultasi dan pemantauan Migrant Service Center saat ini tengah dibangun. Selain itu, proses Sistem Navigasi Migrasi juga akan diberlakukan.

    "Migrant Service Center perizinan gedungnya sudah sudah 90%. Untuk Sistem Navigasi Migran akan kami kembangkan dari semseter 2 ini. Aplikasinya sudah masuk proses finalisasi," ungkapnya.

    3. Millenial Juara

    Program ini secara garis besar dibuat untuk membekali milenial untuk siap bekerja di era Internet of Things lewat serangkaian program yang bertujuan melatih dan menyebarkan pengetahuan soal berbagai jobdesk pekerjaan baru saat ini.

    Beberapa upaya yang dilalukan adalah lewat pengaktifan Komite Pelatihan Vokasi Daerah, restrukturisasi Balai Latihan Ketenagakerjaan, menyelenggarakan pendidikan vokasi yang sesuai dengan era 4.0, dan pelatihan seputar dunia start-up.

    "Lewat program-program tersebut kami yakin Disnakertrans Jabar bisa jadi frontline gubernur untuk mewujudkan Jabar juara lahir batin," pungkasnya. (*)

     

    bas

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Mahasiswa KKN UPI Gelar Pelatihan Menyikat Gigi
    Oded M Danial: Dirgahayu Paguyuban Pasundan
    Jabar Minta Penambahan Kuota Haji
    Lantik Dewan Pendidikan, Emil Titipkan 4 Dimensi
    Kecewa, Relawan Gurka Tarik Dukungan dari Emil

    Editorial