Idul Fitri 2019 Jatuh pada Rabu (5/6/2019) - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Idul Fitri 2019 Jatuh pada Rabu (5/6/2019)
    net Menag Lukman Hakim saat konferensi pers

    Idul Fitri 2019 Jatuh pada Rabu (5/6/2019)

    JuaraNews, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Syawal 1440 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2019 jatuh pada Rabu (5/6/2019).

    Keputusan tersebut dilakukan Kemenang setelah menggelar Sidang Isbat atau penentuan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriyah, Senin (3/6/2019). Berdasarkan pemantauan di sejumlah titik, hingga Senin (3/6/2019) hilal belum terlihat di sejumlah lokasi pemantauan, maka Ramadan digenapkan menjadi 30 hari.

    "Tidak satupun di antara mereka (pengamat) melihat hilal. Sebagaimana ketentuan, kaidah, maka Ramadan tahun ini digenapkan jadi 30 hari. Itu artinya besok (Selasa, 4/6/2019) masih berpuasa. Dengan demikian, 1 Syawal jatuh pada Rabu 5 Juni 2019," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Senin (3/6/2019).

    Lukamn menjelaskan, pemantauan hilal digelar di 105 titik di seluruh Indonesia. Dari pantauan, menurutnya, dposisi hilal masih di posisi -1 derajat hingga -0 derajat atau hilal masih di bawah ufuk.

    Penetapan 1 Syawal 1440 H ini memadukan 2 metode, yaitu melalui perhitungan astronomi (hisab) untuk menentukan posisi pasti hilal. Kemudian akan didapatkan prakiraan letak bulan baru dan dikonfirmasi dengan melihat hilal secara langsung (rukyat).

    Pakar astronomi dari Tim Falakiyah Kemenag Cecep Nurwendaya, saat paparan, menegaskan, tidak ada referensi empirik visibilitas (ketampakan) hilal awal Syawal 1440H bisa teramati di seluruh wilayah Indonesia pada hari Senin (3/6/2019) ini.

    “Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari,” terang Cecep pada sidang isbat di Kantor Kemenag.

    Penetapan hari besar Islam pada umumnya menggunakan patokan penanggalan Lunar atau Qomariyah. Sistem kalender tersebut menggunakan bulan sebagai dasar perhitungan astronomi dan dituangkan dalam kalender Hijriyah. Pergantian hari dalam sistem kalender Lunar menggunakan petang atau batas perpindahan sore ke malam sebagai titik mula pergantian hari.

    Sebelumnya, Muhammadiyah juga telah menetapkan 1 Syawal 2019/1440 H pada Rabu (5/6/3029). Penetapan tersebut berdasarkan hasil hisab haqiqi dari majelis tarjih dan tajdid PP Muhammadiyah. Sementara, Tarekat Naqsabandiyah Padang, Sumatera Barat, justru telah merayakan idul fitri pada Senin (3/6/2019). Tarekat Naqsabandiyah melakukan perhitungan sesuai hisab yang diklaim sudah turun temurun. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Idulfitri 1441 Hijriah, KBRI Dar es Salaam Bagikan Paket Sembako untuk WNI di Tanzania
    Gubernur Ridwan Kamil Gelar 'Open House' Daring
    Saat Warga Lebaran, Pangandaran Diguncang Gempa Bumi
    Gubernur Ridwan Kamil Shalat Idulfitri di Rumah Dinas
    Ridwan Kamil Ajak Seniman dan Budayawan Cegah Persebaran COVID-19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads