web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    30 Maret, Matikan Lampu Serentak di Indonesia

    30 Maret, Matikan Lampu Serentak di Indonesia

    JuaraNews, Bandung-World Wide Fund for Nature (WWF) kembali mengkampanyekan mematikan lampu selama satu jam melalui program Earth Hour sebagai upaya penghematan energi. Kampanye tersebut akan dilaksanakan pada 30 Maret mendatang di seluruh Indonesia.

    Manager Komunikasi WWF Indonesia Dewi Satriani mengatakan, kampanye mematikan lampu selama satu jam dilakukan sebagai upaya membangun kesadaran tentang iklim, di mana masyarakat diajak untuk menghemat energi, hingga mampu mengurangi laju perubahan iklim.

    “Tujuannya adalah perubahan di tingkat perilaku dan perubahan di tingkat kebijakan, makanya ada target-target global, misalnya oleh UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) untuk penahanan emisi karbon itu juga disuarakan di dalam kampanye ini,” Ujar Dewi di taman barat gedung sate,Kamis (28/03/2019).

    Pihaknya juga mengangkat target SDGs (Sustainable Development Goals) yang merupakan rencana aksi global dan disepakati para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.

    “Jadi karena sifatnya global kita meminta partisipasi negara-negara, pemerintah kota dan publik secara umum,” ucapnya.

    Menurutnya, dengan mematikan lampu selama satu jam sebagai simbol masyarakat diajak melakukan perilaku hemat energi. Selain itu, dampak sosial bagi masyarakat adalah semakin ramah terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kenyaman orang lain.

    “Kemudian kita tidak memboroskan energi, sehingga orang masih kebagian itu juga tindakan sosial. Jadi perilaku ramah lingkungan itu sangat sosial dan mendukung hubungan yang lebih baik dengan masyarakat,” paparnya.

    Meski tidak terlalu efektif dan signifikan bagi sumber daya energi, melalui kampanye matikan lampu selama satu jam akan memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai kesadaran lingkungan dan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

    "Jadi yang diukur jangan penghematannya tapi perubahan perilaku di masyarakat,” ujarnya (*)

    bas

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Resmi Jabat Dirut RSUD Al Ihsan, dr Dewi Diminta Selesaikan Semua Masalah
    Gubernur Ridwan Kamil Tawarkan Unisba Buka Kampus di Segitiga Rebana
    Kolam Renang di Gedung Pakuan Dinilai Sakiti Hati Rakyat, DPRD Bakal Panggil Ridwan Kami
    Gara-gara Cedera Lutut, Ridwan Kamil Bangun Kolam Renang di Gedung Pakuan
    Gubernur Jabar Sebut Jaksa Agung ST Burhanudin Miliki 5 Nilai Kasundaan