web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Editorial


    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      SELASA (15/2/209) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

      DPRD Sebut Ciamis Krisis Pakan Untuk Ayam Petelur
      JuaraNews/Istimewa Ketua Komisi II DPRD Jabar, Didi Sukardi

      DPRD Sebut Ciamis Krisis Pakan Untuk Ayam Petelur

      JuaraNews, Bandung-DPRD Jawa Barat mendorong Dinas Peternakan Jabar mengelola kebutuhan peternakan di Jabar. Pasalnya, saat ini Peternak Ayam Petelur mengeluhkan produktivitas ayam petelur yang baru mencapai 50 persen hingga 60 persen.

      Bahkan untuk memenuhi kekuranganya harus mendatangkan dari luar provinsi sebagai dampak dari ketergantungan peternak terhadap jagung impor yang ketersediaannya pun masih minim.

      Ketua Komisi II DPRD Jabar, Didi Sukardi menyebutkan, komisional akan mengusulkan perda inisiatif terkait dengan kedaruratan baik pakan maupun bibit ayam (indukan-red) petelur yang belum terpenuhi dengan baik. Selain itu, Kabupaten Ciamis berpotensi menjadi penghasil peternak/unggas.

      “Kita dari komisi II akan segera menindaklanjuti masalah ini dengan cara akan mengumpulkan 3 element yaitu dinas peternakan, dinas kesehatan, Himpunan Peternak Unggas, biar semua keluar tuh unek-unek nya nanti hasilnya kita bisa rekomendasikan,” ujar Didi di Paguyuban Peternak Ayam Petelur Ciamis, Kab. Ciamis, belum lama ini.

      Jawa Barat ini, lanjut Didi, khususnya Ciamis terkenal sebagai salah satu sentra penghasil jagung. Kondisi ini juga diperparah dengan menurunnya harga ayam afkir yang hingga saat ini menyentuh kisaran Rp. 6000/kg atau turun 40% dari sebelumnya.

      “Kedepannya jangan sampai apabila sektor ini lumpuh karena melonjaknya harga jagung yang permanen. Bisa diperkirakan para peternak skala kecil lebih memilih untuk mengosongkan kandangnya dan mencari alternatif usaha lain,” ucapnya

      Didi menambahkan, dalam kondisi seperti itu bisa diprediksi akan meningkatkan angka pengangguran. Padahal populasi peternak kecil yang mencapai 70 persen itu, justru memiliki kontribusi besar pada produksi telur. Dari peran mereka pula Ciamis ini berperan sebagai pemasok 30 persen kebutuhan telur nasional.

      “Bila tidak ada instansi atau pihak terkait yang memberikan solusi ataupun kebijakan dengan segera maka dapat saja terjadi klimaks, dimana komoditi telur menjadi langka karena penurunan populasi yang signifikan,” katanya.

      Ketua Paguyuban Peternak Ayam Petelur Ciamis (P2APC) Ade Kusnadi menyebutkan, kenaikan harga telur dipicu melonjaknya harga pakan yang dipengaruhi nilai tukar rupiah. Selain itu, adanya kebijakan pemerintah pembatasan bibit ayam atau DOC.

      "Faktor yang memengaruhi tingginya harga telur cukup banyak. Jadi penawaran dengan permintaan tidak seimbang. Kebijakan pengurangan 9,5 persen DOC beberapa waktu lalu. Populasi ayam petelur berkurang,” tandasnya. **

      bas

      0 Komentar

      Tinggalkan Komentar


      Cancel reply

      0 Komentar


      Tidak ada komentar

      Berita Terkait


      Berita Lainnya


      DPRD Jabar Minta OPBD Melakukan Pendataan Aset
      Ineu Harap Partispati pemilih di Jabar meningkat
      Ineu Nyoblos di TPS 22 Bandung
      Humas DPRD Inisiasi Pedoman Publikasi dan Aspirasi
      DPRD Jabar Dorong Optimalisasi Program WUB

      Gedung Sate


      • Humas Jabar Luncurkan Program Japri
        Humas Jabar Luncurkan Program Japri

        HUMAS Jabar meluncurkan program dialog publik bertajuk Jabar Punya Informasi (Japri) di Area Taman Barat Gedung Sate, Kamis (27/09/2018).