web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Gubernur Tak Pernah Bertemu Terdakwa Meikarta
    JuaraNews/Istimewa Karo Humas dan Protokol Jabar Hermansyah

    Gubernur Tak Pernah Bertemu Terdakwa Meikarta

    JuaraNews, Bandung-Pemprov Jawa Barat mengklarifikasi pemberitaan penyebutan Gubernur Ridwan Kamil dalam sidang suap proyek Meikarta.

    Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Jabar Hermansyah menegaskan, tidak pernah ada pertemuan antara Gubernur Ridwan Kamil dengan terdakwa penerima suap.

    Pernyataan tersebut muncul di persidangan, dari keterangan mantan Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi Nuraili, dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (10/4/2019)

    “Terkait pemberitaan yang menyebutkan pernyataan terdakwa mantan Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi di persidangan, siapa saja bisa klaim,” kata Hermansyah.

    Menurut Hermansyah, keterangan terdakwa dalam persidangan tersebut hanya klaim. Baru menyatakan niat atau keinginan terdakwa untuk membahas persetujuan substantif Raperda RDTR dengan Gubernur Ridwan Kamil. Nyatanya, pertemuan itu memang tak pernah ada.

    “Dipastikan tidak ada pertemuan yang terjadi sejak Pak Gubernur dilantik hingga saat ini,” tandasnya.

    Hermansyah menjelaskan, pejabat manapun baik di lingkungan Pemprov Jabar, dan pemkab atau pemkot dapat bertemu langsung dengan gubernur. Disesuaikan dengan materi pembahasan penting atau tidak.

    “Punya keinginan bertemu sah-sah saja. Banyak yang ingin bertemu dengan gubernur. Namun, tentu dilihat dari tingkat urgensi permohonan tersebut,” kata dia.

    Hermansyah kembali menegaskan, Gubernur Jawa Barat saat ini tidak ada kaitan dengan proses perizinan Meikarta. Sebab, saat itu Ridwan Kamil masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung. “Proses perizinan Meikarta dilakukan sebelum Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dilantik,” jelas Hermansyah.

    Klarifikasi juga disampaikan Gubernur Ridwan Jawa Barat Kamil terkait keterangan Neneng Rahmi di persidangan. Penjelasan dianggap perlu, agar tidak memunculkan penafsiran macam-macam, dan penyesatan informasi publik.

    “Biar tidak menjadi sumber fitnah. Keterangan itu hanya menceritakan keterangan terdakwa di pengadilan,’’ tegas dia.

    Kemudian, lanjut gubernur, yang menyatakan bahwa Tim Tata Ruang Kabupaten Bekasi ingin berkonsultasi tata ruang ke gubernur baru, namun tidak terlaksana.

    ‘’Karena saya juga tidak mau dan tidak berkenan dan dilarang KPK. Saat Meikarta berproses ijin dengan segala permasalahan hukumnya, saya pribadi masih Wali Kota Bandung. Hatur Nuhun,” ungkap dia. (*)

    bas

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Terkait


    Berita Lainnya


    Emil Minta KPU Evaluasi Pemilu yang Memakan Korban
    Pemprov Jabar Beri Santunan Petugas KPPS yang MD
    Tol Cisumdawu Seksi Dua di Persiapkan Untuk Mudik
    Besok, Emil Undang Ahliwaris KPPS Pemilu 2019
    Cek Kesiapan Pemilu,Emil Gelar Konferensi Video

    Editorial


    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      SELASA (15/2/209) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.