web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    MUI Tak Pernah Keluarkan Fatwa Haram Golput
    JuaraNews/Abdul Basir Sekretaris Umum MUI Jabar, Rafani Akhyar

    MUI Tak Pernah Keluarkan Fatwa Haram Golput

    JuaraNews,Bandung-Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan tidak pernah mengeluarkan Fatwa Golongan Putih (Golput) Haram bagi yang tidak memilih pemimpin dalam pemilihan serentak April mendatang.

    Hal itu diutarakan, Sekretaris Umum MUI Jabar, Rafani Akhyar menanggapi isu bahwa tidak memilih dalam pemilu adalah haram.

    "Jadi bukan golpot haram judulnya, Judulnya hukum memlih di dalam pemilu dan Pemilukada itu wajib. Jadi saya klarifikasi itu" ujar Rafani saat di temui di Kantor MUI Jabar, Jalan LL.RE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (27/03/2019).

    Rafani mengatakan Fatwa memilih wajib bagi terutama umat Islam dalam setiap pemilu sebetulnya sudah lama di keluarkan oleh MUI, bahkan sejak sebelumnya di wacanakan adanya Pemilih serentak ini.

    "Fatwa ini sudah lama sudah ini sudah sejak tahun 2009 cuman saya aneh di setiap momentum pemilu di ramaikan," ucapkan.

    Lebih lanjut, ia mengatakan, Pemilu dalam pandangan Islam itu memilih pemimpin. Adapun pemimpin mutlak diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu wajib hukumnya bagi umat musim untuk memilih calon pemimpin sesuai kriteria.

    "Syarat-syarat pemimpin secara umum dan mendasar dalam Agama Islam adalah Sidik, Amanah, Tabligh dan Fathanah. Namun selain itu bisa juga mempertimbangkan dengan kebutuhan lokal suatu daerah dari seorang pemimpin," tandasnya (*)

    bas

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Hari ini Jokowi Panggil 6 Calon Menteri
    Syaikhu Dukung Aturan Calon Kepala Daerah tak Boleh Zina dan Mabuk
    Relawan Jokowi di Bandung Tumpengan di Rumah Kerja Relawan
    Mardani Ali Sera: PKS akan Jadi Oposisi yang Kritis Konstruktif
    Prabowo Pastikan Hadir di Pelantikan Presiden-Wapres Jokowi-Maruf Amin

    Editorial