web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Lindungi Hak Konsumen, Lembaga Pengaduan Ditambah
    net Ridwan Kamil dan Mendag meninjau pameran Harkonas

    Hari Konsumen Nasional

    Lindungi Hak Konsumen, Lembaga Pengaduan Ditambah

    JuaraNews, Bandung - Pemprov Jabar berkomitmen memastikan perlindungan dan hak-hak terhadap konsumen.
     
    Salah satu upaya Pemprov tersebut, yakni menambah lembaga resmi pengaduan konsumen maupun lembaga yang sifatnya swadaya.
     
    Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, Jabar kini memiliki 17 badan pengadilan yang tersebar di 17 daerah. Melalui badan pengadilan konsumen dan produsen itu diharapkan hasil mediasinya menjadi keputusan final.
     
    "Kami di Jabar ingin memastikan dan ini sejalan dengan langkah Kementerian Perdagangan bahwa setiap hak konsumen punya perlindungan yang luar biasa," kata Emil seusai meresmikan pameran dalam rangkaian peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) ke-7 di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Selasa (19/3/2019).
     
    Emil pun meminta kepada semua produsen yang menjual barang agar menyantumkan hotline atau nomor pengaduan konsumen khususnya kepada pelaku UKM. "Saya titip ke semua produsen yang menjual barang pasitkan ada nomor pengaduan khusunya yang UKM ya, kalau produsen besar rata-rata sudah ada, UKM kecil akan kami berikan penyadaran," tandas Emil.
     
    Emil mengaku pernah membeli barang di pameran namun barang yang dipesan tak kunjung datang padahal sudah membayar. Saat membeli barang secara online, Emil pun pernah kecewa karena saat diterima, barang yang dibeli tidak sesuai dengan yang ditampilkan.
     
    "Saya dulu pernah beli barang di pameran sudah saya bayar di pameran tapi barangnya tidak datang komplen kemana juga bingung. Beli batik online yang ditampilkan dengan yang diterima berbeda. Sekarang trennya naik dari pembelian barang konvensional menjadi online, keduanya punya dinamika dan akan kami pastikan konsumen dilindungi haknya," terangnya.
     
    Pada kesempatan sama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebutkan, saat ini di Indonesia masih cukup banyak konsumen yang diperdayai oleh produsen. "Banyak konsumen yang diperdayai atau yang dibeli tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan, contohnya yang dialami Pak Gubernur," ucap Enggar.
     
    Untuk itu, menurutnya, konsumen harus diberikan edukasi bahwa mereka memiliki hak dan mendorong para produsen untuk lebih bertanggung jawab jika tidak ingin ditinggalkan konsumen.
     
    "Kalau mereka mau berusaha dengan baik penuhi janji dan komitmennya kalau tidak maka pada satu titik dia pasti akan ditinggal konsumen," kata Mendag.
     
    Namun, sambung Enggar, di Indonesia, konsumen yang diperdayai masih terbilang kecil dibanding di negara-negara maju yang sudah di angka 60 persen. Untuk itu, pada eringatan Hakornas ke-7 ini, pemerintah berupaya menyadarkan bahwa konsumen harus diberdayakan dan memiliki kemampuan mengetahui hak-haknya. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Ini 5 Fitur Anyar Grab yang Bikin Anda #AntiNgaret
    Emil Tawarkan Diri jadi Sales Industri Teh Jabar
    Pos Indonesia Bantah Sedang Alami Pailit
    Pemprov Komitmen Akselerasi Investasi di Jabar
    Perusahaan Prancis Tertarik Berinvestasi di Jabar

    Editorial