web stats service from statcounter

Hot News


  • Mahasiswa KKN UPI Gelar Pelatihan Sikat Gigi
    Mahasiswa KKN UPI Gelar Pelatihan Sikat Gigi
    • 21 Juli 2019 | 10:21:00 WIB

    KULIAH Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerjasama dengan jajaran Pengajar TK Az-Zahra gelar latihan sikat gigi.

Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    BEM Telkom Gelar Diskusi Peringati Supersemar

    BEM Telkom Gelar Diskusi Peringati Supersemar

    JuaraNews, Bandung-Badan  Eksekutif Mahasiswa (BEM) Telkom University menggelar diskusi publik dalam rangka memperingati 53 tahun terbitnya surat perintah 11 Maret (Supersemar), Jalan Ambon, Kota Bandung, Rabu, (13/3) malam.

    Satu diantara narasumber, Nanang mengatakan nilai yang perlu diambil dalam memperingati terbitnya Supersemar adalah masyarakat perlu bijak melihat sejarah bangsa indonesia. 

    "Jangan sampai kita menjadi terpecah belah karena mendebatkan masa lalu negara Indonesia yang memang secara teraturnya kan berbeda-beda, jadi beda pendapat boleh tapi jangan sampai melibatkan terjadinya konflik," ucapnya.

    Kesalahpahaman masyarakat dalam mencerna sejarah, seringkali berujung pada konflik horizontal. Bahkan, tak jarang berbuntut saling serang terutama kaitan nya menjelang pemilihan umum 2019. 

    Seringkali, masyarakat yang ingin memilih salah satu pasangan melihat latar belakang sejarah dari kedua pasangan tersebut dan hal itu, kata Nanang, merupakan hal yang lumrah.

    Namun, yang lebih penting adalah bukan sekedar kampanye dan memilih salah satu pasangan capres cawapres tapi sejauh mana masyarakat siap konsisten mengawal kebijakan pemerintah, siapapun yang akan memimpin pasca 17 April. 

    "Jangan sampai masyarakat kita itu mengampanyekan salah satu pasangan capres-cawapres tapi ketika pilihannya tidak menang atau menang sekalipun justru tidak mengawal kebijakan-kebijakan yang nantinya bergulir, ini kan bahaya," ujarnya.

    Ditemui usai acara, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Telkom University, Yusuf Sugiyarto mengungkapkan mahasiswa memiliki peran vital dalam mengawal kebijakan pemerintah ke depan.

    Dengan modal pengetahuan yang dinilai lebih dari pada masyarakat umum, maka sudah menjadi kewajiban agar mahasiswa menyampaikan aspirasi-aspirasi masyarakat yang kesulitan menyampaikan keresahan nya.

    "Posisi kita mau seperti apapun tetap menjadi mitra kritis pemerintah sehingga kita tidak mungkin menilai calon, terutama capres-cawapres secara berat sebelah, siapapun yang terpilih yang kita kawal kebijakannya seperti apa," paparnya.

    Namun, ia menuturkan pemerintahan Jokowi saat ini dinilai cukup terbuka dalam menerima masuka terutama yang disampaikan oleh mahasiswa namun masih lemah dalam tindak lanjut atas apa yang menjadi tuntutan mahasiswa.

    "Kaitanya dengan Supersemar, pada intinya kita tidak ingin ada lagi pembatasan terhadap suara-suara kritis kepada pemerintah terutama dari kalangan mahasiswa yang itu terjadi pada masa kepemimpinan soeharto paska terbitnya supersemar pada 1966 sampai tumbang nya orde baru sekitar  1998 sampai 1999," pungkasnya.(*)

    bas

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Terkait


    Berita Lainnya


    Mahasiswa KKN UPI Gelar Pelatihan Sikat Gigi
    Oded M Danial: Dirgahayu Paguyuban Pasundan
    Jabar Minta Penambahan Kuota Haji
    Lantik Dewan Pendidikan, Emil Titipkan 4 Dimensi
    Kecewa, Relawan Gurka Tarik Dukungan dari Emil

    Editorial