Hot News


Inspirasi


    Ini Tanggapan Emil, Soal Pembatasan Lagu oleh KPID

    Ini Tanggapan Emil, Soal Pembatasan Lagu oleh KPID

    JuaraNews, Bandung- Belum lama ini dunia musik dikagetkan adanya pembatasan siaran pemutaran sejumlah lirik lagu di media penyiaran Radio dan Televisi, oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jabar.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil punikut menanggapinya, menurut Emil, KPID merupakan lembaga independen tanpa campur tangan pemerintah dalam hal kebijakan. Dirinya mengakui, sampai hari ini belum mendapatkan kelengkapan data atau alasan yang menjadi dasar kebijakan pelarangan dua lagu yang dipopulerkan oleh Bruno Mars tersebut.

    “KPID kan lembaga independen ya, perhari ini saya belum mendapatkan kelengkapan data dan alasan-alasannya seperti apa,” kata Emil ditemui usai pertemuan dengan British Chamber of Commerce di Jakarta, Kamis (28/02/2019).

    Pada dasarnya Emil ingin ekonomi kreatif yang berupa lagu bisa hadir tanpa ada pihak-pihak yang dirugikan baik pendengar maupun musisinya.

    “Kami ingin ekonomi kreatif lagu ini bisa hadir sebaik-baiknya tanpa ada yang dirugikan baik yang mendengarnya seperti yang dikhawatirkan oleh KPID maupun artis-artis yang memproduksi kreasi dalam bentuk musik ini,” ujarnya.

    Secara umum, Emil memahami kehawatiran KPID terhadap dua lagu yang liriknya dinilai vulgar dan mengandung tema kehidupan dewasa. KPID Jabar melalui surat edaran nomor 480/215/IS/KPID-JABAR/II/2019 membatasi siaran dua lagu Bruno Mars berjudul That’s What I Like dan Versace on the Floor diputar di seluruh Jabar.

    “Saya paham ada pembatasan bukan pelarangan ya, ada pembatasan yang dirasa oleh KPID ada muatan-muatan yang tidak sesuai dengan konteks budaya di Jabar,” tutur Emil.

    Rencananya Ia akan mengundang KPID Jabar untuk membicarakan hal ini dan mencari solusi terbaiknya.

    “Saya akan undang KPID untuk minta penjelasan. Nanti akan kita review dan cari solusinya. Yang saya tahu memang sampai Bruno Mars mentwitt. Jadi saya belum punya informasi mendalam mungkin besok lusa akan saya sampaikan,” ujarnya.

    Sebagaiman diketahui, pada Selasa (26/2/2019) petang, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat menerbitkan surat pembatasan siaran lagu-lagu berbahasa Inggris di media penyiaran radio dan televisi. Hal itu disebabkan lirik lagu tersebut bermuatan konten dewasa.

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Sebanyak 78 Wisatawan Reaktif Rapid Test dalam Operasi Gabungan
    Ridwan Kamil Resmikan Masjid dan Graha HMI Bandung
    Masyarakat Cinta Rasulullah SAW Kecam Keras Pembuatan Karikatur Nabi Muhammad
    Menekan Penyebaran Covid-19 di Masa Libur Panjang
    Tinjau Kawasan Puncak saat Libur Panjang, Wagub Jabar Turut Periksa Wisatawan di Perbatasan
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads