web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    KPID Temukan Pelanggaran Kampanye di Media Massa
    JuaraNews/Abdul Basir Ketua KPID Jabar Dedeh Fardiah

    KPID Temukan Pelanggaran Kampanye di Media Massa

    • Kamis, 28 Februari 2019 | 19:36:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung-Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat Dedeh Fardiah menghimbau media massa untuk menyampaikan informasi tentang pemilu yang berimbang, proposional dan mengedukasi masyarakat.

    Himbau itu, kata Dedeh, dikarenakan pada saat rapat pleno KPID Jabar, menemukan adanya indikasi atau temuan pelanggaran terkait kampanye di media.

    "Pada rapat pleno hari senin, kami menemukan pelanggaran pemilu tapi tidak fatal, karna tidak di temukan indikasi yang ada di PKPU,"kata Dedeh, di Kantor KPID Jabar Jl. Malabar, Kota Bandung, Rabu (27/2/2019).

    Dedeh mengungkapkan, pelanggaran kampanye di media, yang banyak melakukan pelanggaran merupakan stasiun televisi sementara untuk radio sendiri dan media lain belum ada temuan atau laporan dari masyarakat.

    Lebih lanjut ia mengungkapkan, Kalau ada temuan di lapangan, Pihaknya akan proses sesuai tupoksi KPID. Mulai dari himbauan, teguran kemudian sanksi pengurangan jam tayang atau pemberhentian tayang.

    "Yang jelas mereka tidak boleh kampanye di luar jadwal. Artinya pelarangan menurut PKPU menyebutkan nomer, atau menyebutkan dia calon dan sebagainya kalau memenuhi unsur itu, baru namanya pelanggaran, tutur Dedeh.

    Dedeh menambahkan, saat ini KPID memiliki satgas untuk mengawasi pemilu. Diantaranya, KPU, BAWASLU dan KPI. Sementara di Pusat ada Dewan Pers, kalau di daerah KPID, BAWASLU Daerah dan KPU Daerah.

    bas

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Atalia: Cegah Hoaks dengan T-H-I-N-K
    Di Bekasi, Bunga Telang Disulap jadi Kerajinan
    Atalia Ajak Kader PKK Sukseskan Program Kampung KB
    Ini Dia Pemenang Piala Humas Jabar 2019
    Pemprov Luncurkan Jabar Open Data

    Editorial