Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Emil : Ada Empat Pintu Darurat Untuk Akses Kesehan
    Humas/Jabar Ridwan Kamil dan Iwa Karniwa dalam kegiatan TEPAS

    Emil : Ada Empat Pintu Darurat Untuk Akses Kesehan

    • Minggu, 24 Februari 2019 | 13:22:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung-Peningkatan pelayanan kesehatan, menjadi salah satu aspek prioritas dalam pembangunan di Jawa Barat. Sebab kesehatan merupakan modal dasar manusia untuk meningkatkan produktivitas.

    Oleh karena itu, isu terkait Problematika Pelayanan dan Pembiayaan Kesehatan, menjadi menarik untuk dibahas di dalam kegiatan Temu Pemimpin untuk Aspirasi Masyarakat (TEPAS), yang digelar di rumah dinas Gubernur Jawa Barat, Gedung Negara Pakuan, di Bandung, pada Jumat (22/02/2019).

    "Curhat dari rakyat kali ini terbagi dua, ada yang sifatnya sistemik, ada juga yang sifatnya kasuistik, Sistemik, misalnya ada yang curhat soal permasalahan BPJS, kemudian status perawat yang honorer. Kalau kasuistik, curhat masyarakat yang berhubungan dengan kedokterannya dan fisiologi, tentang penyakitnya langsung," Ujar Emil

    Emil, menyebutkan ada empat pintu darurat, yang akan sangat responsif bila masyarakat membutuhkan akses cepat terkait kebutuhan pembiayaan, maupun penanganan kesehatan yang cukup urgen. Empat pintu tersebut diantaranya Jabar Quick Response (JQR), Komunitas Jabar Bergerak, Baznas Jabar, ada juga wecare.id (crowdfunding).

    Di samping itu, Emil juga berharap Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, supaya meningkatkan pelayanannya hingga tercapai pelayanan yang "zero complain". Maka Emil pun menginginkan Posko BPJS ada di setiap rumah sakit, untuk menampung pengaduan langsung dari pasien, bila ada.

    Berikutnya, Emil mengungkap bahwa "citra" rumah sakit rujukan di Jawa Barat, selalu tertuju pada Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) di Bandung. Padahal Jawa Barat juga punya sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang harus lebih dipopulerkan agar warga Jabar tidak perlu jauh-jauh datang ke Bandung, dengan harapan mendapat pelayanan yang baik.

    "Padahal RSUD sekarang juga alat- alatnya canggih- canggih seperti di RSHS," ujarnya.

    "Maka program rujukan regional akan segera difollow Up," tegas Emil.

    Di samping itu, Emil juga punya gagasan soal pemimdahan lokasi RSHS agar lebih representatif melayani warga Jawa Barat.

    Tak ketinggalan, Emil juga akan segera mencanangkan program Puskesmas Keliling, dengan nama "Mpus", atau Mobil Puskesmas.

    "Mobil itu nanti muter- muter bawa dokter bawa perawat, nanti di Jadwal, kalau populer banyak kebutuhan kita perbanyak. Sampai suatu hari pelayanan kesehatan di Jawa Barat ini komprehensif," harapnya.

    Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa, berharap substansi yang diutarakan Gubernur terkait kesehatan, bisa terealisasi. Ia pun akan segera malakukan pemetaan masalah, dan segera melakukan follow up untuk berbagai hal terkait.

    "Saya hari Senin saja sudah langsung janjian dengan direksi BPJS, terkait dengan 17 persen masyarakat Jabar yang belum terlayani BPJS," kata Iwa.

    Sejalan Emil, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Dodo Suhendar mengatakan, selama ini hanya RSHS saja yang banyak dipilih masyarakat sebagai rumah sakit rujukan. Akibatnya beban RSHS terlalu besar. Selain itu juga menyulitkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Terutama yang tinggal di lokasi yang jauh dari Kota Bandung.

    Maka ada tujuh rumah sakit daerah yang terus dikembangkan sebagai rumah sakit rujukan regional. Diantaranya Rumah Sakit Cibinong, Rumah Sakit Syamsuddin Sukabumi, Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon, Rumah Sakit Tasikmalaya, Rumah Sakit Al-Ihsan Bandung, Rumah Sakit Cibabat Cimahi, dan Rumah Sakit Karawang.

    "Mudah- mudahan program rumah sakit rujukan regional bisa optimal. Diharapkan layanan rujukan terutama untuk penyakit tertentu bisa lebih optimal di tangani di daerah," harap Dodo.(*).

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Disparbud Jabar Bahas Strategi Pemulihan Travel Umroh Via Kertajati
    Ridwan Kamil Jadi Relawan Vaksin Covid-19, Pengamat: Bisa Naikkan Reputasi Pejabat Publik
    Merdeka Belajar untuk Semangat dan Inspirasi Peningkatan Pendidikan
    Tingkatkan Ekonoi di Desa, DPM-Desa Jabar Optimalkan Dana Desa
    Gerakkan Ekonomi, BUMDes Jabar Produksi Hand Sanitizer
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads