web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Emil : Ada Empat Pintu Darurat Untuk Akses Kesehan
    Humas/Jabar Ridwan Kamil dan Iwa Karniwa dalam kegiatan TEPAS

    Emil : Ada Empat Pintu Darurat Untuk Akses Kesehan

    • Minggu, 24 Februari 2019 | 13:22:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung-Peningkatan pelayanan kesehatan, menjadi salah satu aspek prioritas dalam pembangunan di Jawa Barat. Sebab kesehatan merupakan modal dasar manusia untuk meningkatkan produktivitas.

    Oleh karena itu, isu terkait Problematika Pelayanan dan Pembiayaan Kesehatan, menjadi menarik untuk dibahas di dalam kegiatan Temu Pemimpin untuk Aspirasi Masyarakat (TEPAS), yang digelar di rumah dinas Gubernur Jawa Barat, Gedung Negara Pakuan, di Bandung, pada Jumat (22/02/2019).

    "Curhat dari rakyat kali ini terbagi dua, ada yang sifatnya sistemik, ada juga yang sifatnya kasuistik, Sistemik, misalnya ada yang curhat soal permasalahan BPJS, kemudian status perawat yang honorer. Kalau kasuistik, curhat masyarakat yang berhubungan dengan kedokterannya dan fisiologi, tentang penyakitnya langsung," Ujar Emil

    Emil, menyebutkan ada empat pintu darurat, yang akan sangat responsif bila masyarakat membutuhkan akses cepat terkait kebutuhan pembiayaan, maupun penanganan kesehatan yang cukup urgen. Empat pintu tersebut diantaranya Jabar Quick Response (JQR), Komunitas Jabar Bergerak, Baznas Jabar, ada juga wecare.id (crowdfunding).

    Di samping itu, Emil juga berharap Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, supaya meningkatkan pelayanannya hingga tercapai pelayanan yang "zero complain". Maka Emil pun menginginkan Posko BPJS ada di setiap rumah sakit, untuk menampung pengaduan langsung dari pasien, bila ada.

    Berikutnya, Emil mengungkap bahwa "citra" rumah sakit rujukan di Jawa Barat, selalu tertuju pada Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) di Bandung. Padahal Jawa Barat juga punya sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang harus lebih dipopulerkan agar warga Jabar tidak perlu jauh-jauh datang ke Bandung, dengan harapan mendapat pelayanan yang baik.

    "Padahal RSUD sekarang juga alat- alatnya canggih- canggih seperti di RSHS," ujarnya.

    "Maka program rujukan regional akan segera difollow Up," tegas Emil.

    Di samping itu, Emil juga punya gagasan soal pemimdahan lokasi RSHS agar lebih representatif melayani warga Jawa Barat.

    Tak ketinggalan, Emil juga akan segera mencanangkan program Puskesmas Keliling, dengan nama "Mpus", atau Mobil Puskesmas.

    "Mobil itu nanti muter- muter bawa dokter bawa perawat, nanti di Jadwal, kalau populer banyak kebutuhan kita perbanyak. Sampai suatu hari pelayanan kesehatan di Jawa Barat ini komprehensif," harapnya.

    Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa, berharap substansi yang diutarakan Gubernur terkait kesehatan, bisa terealisasi. Ia pun akan segera malakukan pemetaan masalah, dan segera melakukan follow up untuk berbagai hal terkait.

    "Saya hari Senin saja sudah langsung janjian dengan direksi BPJS, terkait dengan 17 persen masyarakat Jabar yang belum terlayani BPJS," kata Iwa.

    Sejalan Emil, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Dodo Suhendar mengatakan, selama ini hanya RSHS saja yang banyak dipilih masyarakat sebagai rumah sakit rujukan. Akibatnya beban RSHS terlalu besar. Selain itu juga menyulitkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Terutama yang tinggal di lokasi yang jauh dari Kota Bandung.

    Maka ada tujuh rumah sakit daerah yang terus dikembangkan sebagai rumah sakit rujukan regional. Diantaranya Rumah Sakit Cibinong, Rumah Sakit Syamsuddin Sukabumi, Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon, Rumah Sakit Tasikmalaya, Rumah Sakit Al-Ihsan Bandung, Rumah Sakit Cibabat Cimahi, dan Rumah Sakit Karawang.

    "Mudah- mudahan program rumah sakit rujukan regional bisa optimal. Diharapkan layanan rujukan terutama untuk penyakit tertentu bisa lebih optimal di tangani di daerah," harap Dodo.(*).

    bas

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


     Proyek Infrastruktur Ditarget Rampung pada 2023
    Bahas TAP Jabar, DPRD Kembali Undang Pemprov
    Jumlah Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN 2019 Turun
    Pelantikan Bupati Ciamis-Wali Kota Bogor Ditunda
    1.200 Santri Ikuti Perkemahan Pramuka Nusantara

    Editorial


    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      SELASA (15/2/209) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.