Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    DPTb Kabupaten Bogor Terbesar di Jawa Barat
    JuaraNews/Abdul Basir Rapat Rekapitulasi Pemilih Tambahan KPU Jabar

    DPTb Kabupaten Bogor Terbesar di Jawa Barat

    • Senin, 18 Februari 2019 | 21:08:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung-KPU Jawa Barat melakukan Rekapitulasi Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) Pemilu 2019, di Hotel Sheraton, Jalan Ir.djuanda Kota Bandung, Senin (18/2/2019).

    Dalam Rekapitulasi Daftar Pemilih Tambahan tersebut, KPU Jabar mencatat ada 3 Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang mengalami jumlah pemilih pindahan terbesar, yakni Kabupaten Bogor, Kota Bandung dan Kabupaten Sumedang.

    "Jadi dari 27 Kota/Kabupaten ada 3 kota kabupaten yang jumlah pemilih pindahan paling besar. Yaitu Kabupaten Bogor sekitar 7600 suara, Kota Bandung sekitar 7000 dan Kabupaten Sumedang sekitar 6000," ujar Ketua KPU Jabar Rifki Ali Mubarak Kepada wartawan usai rapat DPTb.

    Tiga Kota/ Kabupaten tersebut menurut, Rifki memiliki jumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta terbanyak, sehingga banyak mahasiswa yang akan menggunakan hak pilihnya di tempat domisili tersebut.

    Untuk itu, pihaknya akan menyampaikan semua jajaran KPU Kota/Kabupaten di Jawa Barat untuk melayani pemilih yang ada di perguruan tinggi baik negri maupun swasta.

    "Karena mereka pasti masuk dalam katagori pemilih tambahan atau perpindahan pemilih karena alasan dia tugas belajar, jadi kemungkinan banyak di Jawa Barat banyak pemilih pindahan karena tugas belajar," ucapnya.

    Dalam rapat pleno tersebut juga, KPU Jabar menetapkan rekapitulasi DPTb dengan rincian. Penyusunan dan rekapitulasi DPTb yang masuk atau sudah melapor dan mengajukan A5 di wilayah provinsi Jawa Barat.

    "Yaitu 21.820 pemilih laki-laki, dan 19.457 pemilih perempuan, yang tersebar di 555 kecamatan, 2.964 Desa/ Kelurahan, 9.934 TPS," pungkasnya.

    Rifki menambah, selain mendata pemilih pindahan, pihaknya menemukan daftar pemilih yang tidak masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang secara otomatis masuk dalam daftar pemilih baru.

    "Jadi kita menemukan di 7 kota/kabupaten daftar pemilih baru. Misalnya dikabupaten Bekasi ada 800 pemilih baru. Ketika ada pemilih baru maka itu masuk kedalam DPT langsung dan akan merubah DPT dan menambah TPS,"tutupnya. (*)

    Oleh: abdul basir / bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Lebih dari 500 Kasus Positif Covid-19 Hari  di wilayah Jawa Timur  
    Dapat Cegah Penularan Covid-19, Tips dr Reisa Gunakan Masker yang Tepat
    Kades Minta Tambah Bantuan Keuangan, Uu Serap Aspirasi Masyarakat Pedesaan
    Pantai Pangandaran berisiko Sebarkan Covid-19, Diminta Tetap Waspada
    269 Desa di Jabar Berstatus Mandiri
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads