web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    FPLH Tolak Perluasan TPA Sarimukti

    FPLH Tolak Perluasan TPA Sarimukti

    • Sabtu, 16 Februari 2019 | 18:22:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Forum Penyelamat Lingkungan Hidup (FPLH) menyatakan menolak perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang berada di wilayah hutan KPH Perhutani Bandung Barat.Sebelumnya Pemprov Jabar mengajukan perluasan kawasan pembuangan sampah Sarimukti dari 22 hektar menjadi 42 hektar di lahan milik Perhutani yang ada di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

    Ketua FPLH Thio Setiowekti mengatakan, penolakan itu disampaikan dengan pertimbangan kawasan hutan Sarimukti merupakan hutan produksi yang berada di kawasan Bandung utara (KBU).

    Di hutan itu, kata Thio, terdapat sekitar  20.000 pohon jati produktif berumur 10 tahun, yang juga berfungsi sebagai  resapan air untuk kawasan di bawah nya . “Apalagi tidak ada teori maupun fakta bidang kehutanan dan lingkungan satu pun yang memperbolehkan hutan jadi “tempat sampah”,” kata Thio kepada wartawan di Bandung, Sabtu (16/2).

    Menurut Thio, dulu tahun 2007 kawasan hutan Sarimukti diijinkan Menteri Kehutanan menjadi tempat penampungan sampah karena menjadi sebuah  pengecualian.

    Saat itu, sampah di Kota Bandung dan sekitarnya mengalami keadaan “darurat” pasca terjadi longsor TPA Leuwigajah Cimahi tahun 2005. Lalu TPA Sarimukti dijadikan alternatif untuk diperbolehkan menjadi tempat sampah.

    “Tujuannya untuk menyelamatkan Kota Bandung dari “Lautan Sampah” yang saat itu menumpuk di mana-mana,” katanya.

    Setelah 10 tahun berlalu, lanjut Thio, Pemprov Jabar gagal membuat solusi untuk penanganan sampah Bandung Raya karena TPA Legok Nangka tidak kunjung selesai.

    “Sekarang malahan akan merusak hutan Produksi seluas 20 hektar yang berfungsi sebagai resapan air, penghasil oksigen dan “green belt ” untuk dijadikan tempat sampah,” katanya.

    Theo menilai, tindakan Kemenhut mengijinkan Sarimukti jadi TPA untuk menangani dampak longsor di TPA Leuwigajah merupakan  “kesalehan sosial”.

    “Tapi sekarang dimanfaatkan Pemprov Jabar sehingga berubah menjadi “kesalahan sosial” yang tidak bisa dimaafkan,” pungkasnya. (*)

    ude

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


     Proyek Infrastruktur Ditarget Rampung pada 2023
    Bahas TAP Jabar, DPRD Kembali Undang Pemprov
    Jumlah Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN 2019 Turun
    Pelantikan Bupati Ciamis-Wali Kota Bogor Ditunda
    1.200 Santri Ikuti Perkemahan Pramuka Nusantara

    Editorial


    • Gong Xi Fa Chai
      Gong Xi Fa Chai

      SELASA (15/2/209) ini merupakan hari istimewa bagi orang-orang Tionghoa atau keturunan China di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.