web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Waspada! Nyamuk Aedes Aegypti di Musim Hujan
    Net

    Waspada! Nyamuk Aedes Aegypti di Musim Hujan

    • Jumat, 8 Februari 2019 | 13:56:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung- Meningkatnya kasus penderita penyakit demam berdarah dangue (DBD)  di Jawa Barat, disebabkan karena adanya peningkatan populasi nyamuk Aedes Aegypti di musim penghujan.

    Hal tersebut diungkapkan,  Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Dinkes Jabar) Uus Sukmara pada acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Taman Parkir Timur Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Jumat (8/2/2019).

    Uus mengatakan, kecenderungan terjadinya peningkatan penderita DBD dari akhir tahun 2018 hingga awal Januari  2019, dimana pada bulan tersebut merupakan musim penghujan.

    "Berkaitan dengan peningkatan populasi nyamuk Aedes Aegypti , karena penderita DBD ditularkan fektornya melaui nyamuk. Kenapa meningkat karena saat ini terjadi musim hujan," ujarnya.

    Dikatakan, Uus, Hebatnya nyamuk Aedes Aegypti ini berbeda dengan nyamuk pada umumnya yang sering menetaskan telurnya di tempat yang kotor, dimana, dapat dipengaruhi oleh perilaku masyarakat yang kurang biasa menjaga kebersihan lingkungan.

    "Kalau Aedes Aegypti itu bertelurnya di air  yang bening, dengan kelembaban yang sesuai dengan ekologi lingkungan nya, nyamuk ini akan bertelur," ucapnya.

    Terlur Aedes Aegypti tersebut,kata Uus, biasanya berada ditempat yang kering dengan kelembaban tinggi serta akan bertahan selama 6 bulan. Ketika musim hujan  yang suliat di antisipasi biasanya berada di atas rumah yang berbeton.

    "Dua hari setelah turun hujan dan genangan air itu memiliki peluang nyamuk akan siap menetas kemudian siap menggit dan  siap untuk menularkan," jelasnya.

    Uu menambahkan, Untuk memperkecil peluang nyamuk Aedes Aegypti untuk bertelur dengan cara 3M menutup segala tempat yang bisa menampung air, menguras  tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, dan mengubur  semua objek yang bisa menampung air, seperti kaleng bekas atau wadah plastik.

    Sebagaimana diketahui sebelumnya,  Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar mencatat, Jumlah penderita penyakit demam berdarah dangue (DBD) di Jabar terus bertambah. Salam sebulan awal 2019 ini saja, sudah terjadi 2.477 kasus DBD yang tersebar merata di seluruh pelosok Jabar.

    Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding priode sama tahun lalu, yang hanya 934 kasus. Dari 2.477 kasus DBD tersebut, sebanyak 118 orang meninggal dunia. (*)

    Oleh: abdul basir / bas

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    MUI Jabar Berharap Programnya Disinergikan Wapres
    Gerindra Belum Siapkan Kader di Pilkada Jabar
    Pamor akan Daki Gunung di Jawa, Bali, & Lombok
    Revisi UU KPK Hasil Revisi DPR Resmi Berlaku Kamis Ini, BEM SI Gelar Demo Lagi
    UU KPK Hasil Revisi Berlaku Mulai Kamis Ini

    Editorial